Hakim Vonis Direktur PT MSM Tak Bersalah


Jumat, 08 Januari 2016 - 03:16:04 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Terdakwa tidak ter­buk­ti bersalah melakukan tin­dak pidana yang didak­wa­kan dan menyatakan Budi Satriadi lepas dari semua dakwaan penuntut umum,” ujar Reno Listowo, ketua majelis hakim perkara ini.

Berdasarkan fakta-fakta di persidangan, hakim ber­ke­yakinan perbuatan ter­sebut bukanlah pidana, me­lain­kan masuk pada ranah perdata, karena hubungan Budi Satriadi dengan saksi pelapor, Budiman, terikat perjanjian kerja sama ter­tanggal 15 Februari 2012.

Sebelum kesepakatan itu, Budi telah melak­sana­kan perjanjian dengan CV Ke­nanga Jaya Pusat Ampah. Perjanjian tersebut karena CV Kenanga Jaya Pusat Am­pah mendapatkan batu­ba­ra lelang berdasarkan SK Bu­pati Barito Timur ten­tang pe­netapan pemenang lelang terbatas terhadap aset batu­bara hibah eks PT Anu­grah Mulia kepada Pemkab Ba­rito Timur dengan harga pe­­na­waran Rp100 ribu per ton dengan perkiraan 16.000 ton.

Tindak lanjut dari per­janjian tersebut, Budi men­ye­rahkan uang Rp300 juta untuk pengambilan IUP-OP atas nama CV Kenanga Jaya Pusat Ampah. Karena tidak mempunyai dana lagi, Budi mengajak rekannya Gus­nadi, tetapi ia tidak mem­punyai modal. Maka, Budi diperkenalkan Gusnadi de­ng­an Budiman. Tindak lan­jut­nya Budi dan Budiman membuat perjanjian yang disahkan oleh Helsi Yasin, Notaris di Padang, pada 15 Februari 2012. Dalam ke­se­pa­katan itu, Budiman sela­ku pemilik modal dan me­m­punyai keahlian dalam memasarkan batubara.

Sesuai kesepakatan, Bu­di­man bersedia membuka rekening khusus pada bank atas nama PT. Mineral Suk­ses Makmur. Rekening ter­sebut merupakan joint ac­count yang spesiment-nya ditandatangani terdakwa dan Budiman. Kemudian adanya kesepakatan untuk membagi keuntungan ber­sih masing-masing 50 per­sen  dan  kerugian ditang­gung atas resiko kedua be­lah pihak.

Sebagai salah satu rea­lis­a­si dari kesepakatan ber­sama itu Budiman diangkat sebagai Direktur Per­tam­bangan Batubara PT Mi­neral Sukses Makmur, se­suai Akta No. 21 tentang Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Bia­sa Perseroan Terbatas PT. MSM tanggal 16 Februari 2012 yang dibuat dihadapan Notaris Helsi Yasin.

Sebagai reaslisasi ke­se­pakatan bersama, Budiman menyerahkan uang Rp1,7 miliar kepada terdakwa yang kemudian ditransfer Rp1,6 miliar kepada Sur­yani  (CV. Kenanga Jaya Pusat Ampah). Sisanya Rp­100 juta digunakan untuk dana operasional di Barito Timur,  tetapi pengeluaran operasional tersebut tidak diakui Budiman. Maka, diserahkan kembali oleh terdakwa kepada saksi kor­ban pada 28 Juni 2013.

Terungkap juga, tanpa sepengetahuan terdakwa, Budiman telah mengambil alih dengan membeli  CV Kenanga Jaya Pusat Ampah. Budiman sebagai direktur dan Hary Satria sebagai wakil direktur. Bahkan pda 31 Januari 2012 telah men­jual batubara kepada PT Sinar Indo Energy 7.809 ton batubara  dengan harga satu tonnya Rp450.000, sehingga harga pen­jua­lan­nya Rp3.514.050.000.

Dengan telah dijualnya batubara itu terdakwa me­minta hasil yang menjadi haknya sesuai kesepakatan. Karena tidak ada tanggapan, Budi mengirimkan surat pada 30 Mei 2013 namun tidak ditanggapi Budiman, dan kembali menyurati pa­da 24 Maret 2014, namun juga tidak ada respon. Budi lalu melayangkan gugatan perdata terhadap Bu­di­man yang saat ini sedang ber­langsung di PN Padang.

Dalam sidang se­belum­nya, Budi dituntut 3,6 tahun penjara. Menurut jaksa ia terbukti bersalah me­la­ku­kan tindak pidana penipuan sebagaimana dakwaan ke­dua melanggar Pasal 378 KHUP.

Putusan hakim itu be­lum ditanggapi oleh jaksa penuntut umum, Irna.

Sementara itu, Budiman sebagai pelapor dalam kasus ini menghormati keputusan dari majelis hakim dan menunggu babak berikut­nya. (h/mg-adl)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 08 Juni 2016 - 03:23:04 WIB

    Hakim Menangkan Polisi di Gugatan Praperadilan

    PADANG, HALUAN — Tersangka pen­cabulan terhadap dua orang bocah berinisial I (5,5) dan N (6), R (46) warga Gang Bandes RT 02 RW 04 Kelurahan Rawang Barat, Kecamatan Padang Selatan kalah dalam sidang praperadilan yang dilay.
  • Rabu, 08 Juni 2016 - 03:22:43 WIB

    Hakim Kabulkan Gugatan Direktur PT MSM

    PADANG, HALUAN — Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Padang mengabulkan gugatan Budi Satriadi, Direktur PT Mi­neral Sukses Makmur (MSM) terhadap seorang pengusaha di Padang, Budiman. Hal tersebut dikatakan majelis hakim y.
  • Rabu, 23 Maret 2016 - 03:49:08 WIB
    Dugaan Penganiayaan Wisatawan Perancis

    Hakim Perintahkan Perkara Dilanjutkan ke Kejaksaan

    Hakim Perintahkan Perkara Dilanjutkan ke Kejaksaan PADANG, HALUAN — Ka­sus dugaan penganiayaan yang dilakukan Jordan Heuer, Mar­­­­­keting Kandui Villas di­pe­rintahkan hakim tunggal agar penyidik Polres Mentawai segera melimpahkan ber­kas­nya ke kejaksaan dan di.
  • Rabu, 23 Desember 2015 - 03:26:15 WIB
    Dinilai Main Hakim Sendiri

    Hakim Perintahkan PT KAI Bongkar Palang Besi di Pintu Mall Basko

    Hakim Perintahkan PT KAI Bongkar Palang Besi di Pintu Mall Basko PADANG, HALUAN — Ma­jelis hakim Pengadilan Ne­geri Padang memerintahkan PT KAI Divisi Regional II Sumatera Barat mem­bong­kar pagar besi di depan akses jalan masuk Mall dan Hotel Basko. Hakim meni­lai, pemagaran yang.
  • Selasa, 24 November 2015 - 19:13:49 WIB

    Penasihat Hukum Minta Hakim Bebaskan Kliennya

    PEMBELAAN DIREKTUR PT MSM

    PADANG, HALUAN — De­fika Yufiandra, Penasihat Hukum Direktur PT Mine­ral Sukses Makmur (MSM), Budi Satriadi meminta ma­jelis hakim membebaskan klienn.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM