FPTI Masih Dipimpin Ihsan Suhaimi


Jumat, 08 Januari 2016 - 03:11:46 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Surat pengunduran diri tersebut disodorkan oleh be­berapa orang pengurus, awalnya ketua tidak mau me­­­nanda­tanga­ni surat tersebut. Namun, karena yang membawa surat tersebut bertahan di rumah ketua yang berada di Pekanbaru, akhirnya surat tersebut ditanda tangani juga,” jelas Sekum FPTI Sum­bar, Adek Mursalin, kemarin.

Dikatakannya, namun bany­ak Pengcab yang menginginkan Ihsan Suhaimi untuk tetap men­jadi Ketua FPTI Sumbar. “Ban­yak­­nya pengcab yang me­ngi­ngin­­kan Ihsan tetap menjadi ketua, maka dibuatlah surat pernyataan yang isinya menarik surat pengunduran diri menjadi ketua,” bebernya.

Awal mula gejolak dari FPTI Sumbar sendiri adalah beberapa pengcab membuat surat mosi tidak percaya terhadap Sekum FPTI Sumbar yang diajukan ke ketua FPTI. Mosi tidak percaya tersebut berawal dari pertemuan beberapa pengcab.

“Dalam pertemuan di Bukit­tinggi yang membahas mosi tidak percaya kepada sekum tersebut, hanya diikuti 4-5 peng­cab saja. Selain itu, dalam AD/ART tidak ada namanya mosi tidak percaya kepada sekum. Lagian tidak semua anggota yang ikut pertemuan tersebut yang setuju dengan mosi tidak percaya sama sekum,” jelasnya.

Adek Mursalin juga me­nga­takan, Musdalub yang diadakan penasehat FPTI Sumbar di Hotel Axana pada 28 November tahun 2015 lalu, tidak sah. “Sebab, dalam Musdalub ter­sebut 12 pengcab menolak mus­dalub tersebut dengan alasan musdalub hanya bisa diadakan oleh pencab bukan oleh penasehat,” ungkapnya.

Surat pengunduran diri dari Ihsan Suhaimi sendiri sudah pernah sampai kepada PP FPTI, namun surat pengun­duran diri tersebut di­tolak oleh PP FPTI.

Seperti berita se­belumnya, FPTI daerah Sumbar dilanda konflik pasca mosi tak percaya pengurus dan Pengcab, serta pengunduran diri secara resmi Ketua FPTI Sum­bar, Ihsan Suhaimi tertanggal 20 September 2015 yang lalu.

“Benar FPTI Sumbar saat ini sedang didera konflik in­ternal.  Di mana pasca mosi tak percaya terhadap sekretaris umum FPTI Sumbar, Adek Mursalim lahir dari hasil rapat pengurus dan 13 pengurus kabu­paten/kota di aula KONI Kota Bukittinggi ter­tanggal 6 Sep­tember 2015 lalu. Mosi tak percaya ini, juga telah di­sampai­kan ke Ketua Umum FPTI Sumbar, Ihsan Suhaimi dan ketua umum menindaklanjuti pula dengan surat pengunduran dirinya tertanggal 20 September 2015. Surat pengunduran diri ini ditanda tangani diatas ma­te­rai, sehingga secara legal me­miliki kekuatan hukum,” ujar Dewan Penasehat FPTI Sumbar, Joni Anwar dan Osvinal. (h/mg-san)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM