Sidang Pilkada Limapuluh Kota di MK

Dualisme PPP Jadi Permasalahan


Jumat, 08 Januari 2016 - 03:10:18 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Pihak Asyirwan Yunus-Ilson Cong menggugat KPU lantaran memenangkan pasangan calon yang dukungan pencalonannya dianggap tidak sah. Atas persoalan ini, MK diminta mendiskualifikasi pasangan calon yang menang tersebut.

Kuasa hukum pemohon, Adi Mansar, mengatakan bahwa KPU tidak melakukan klarifikasi pada pasangan calon dengan efektif dan baik. Sehingga akibat tidak mengklarifikasi, KPUD dituding telah melakukan pelanggaran secara sengaja.

“Hal ini jelas tidak independen sehingga melanggar asas Pilkada, padahal telah ada laporan pengaduan masyarakat,” ujar Adi.

Klarifikasi yang ia maksud terkait dengan pasangan Irfendi dan Ferizal yang dianggap tidak pernah mendapatkan dukungan pencalonan dari pengurus pusat PPP yang dipimpin Djan Faridz.

“Sebagai bukti tidak pernah memberi dukungan, telah ada laporan ke panitia pengawas soal dikeluarkannya surat pencabutan dukungan,” kata Adi.

Ia menambahkan atas persoalan ini, KPU dianggap tidak mengikuti pedoman KPU pusat soal pemenuhan syarat calon dan penerimaan pendaftaran syarat pencalonan yang diajukan partai politik.

Atas persoalan ini, ia menilai seharusnya KPU mengklarifikasi pada pimpinan partai yang mengusung calon. Tapi hal tersebut tidak pernah dilakukan KPU.

“Dalam petitum menyatakan tidak sah dan batal demi hukum. Dan keputusan KPU mengenai hasil pemilihan bupati dinyatakan diskualifikasi pada pasangan calon nomor urut 1,” kata Adi.

Sebelumnya, dua kubu di DPC PPP Kabupaten Limapuluh Kota saling klaim telah mendukung pasangan masing-masing. Dengan total 4 kursi di DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, PPP versi ketua DPC serta sekretaris partai yang di SK kan DPW PPP Sumbar (Djan Faridz) mengusung pasangan Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan berkoalisi dengan PDIP dan PKB.

Sementara  PPP versi sekretaris yang di SK kan oleh DPP PPP (Romahurmuzy) menjadi partai pendukung pada pasangan Azwar Cesputra-Yunirwan Khatib yang berkoalisi dengan Golkar, Demokrat, Hanura,PKS dan PBB yang diberi nama  Koalisi 50 Kota Sepakat.

Sebagai partai pendukung pada  pasangan Azwar Cesputra-Yunirwan Khatib, koalisi dari 5 partai pengusung turut menyelipkan lambang dari PPP setiap baliho yang dicetak oleh pasangan tersebut. (h/mdk/eni)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM