Pedagang BBM Eceran Enggan Turunkan Harga


Jumat, 08 Januari 2016 - 02:47:14 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Turunnya tipis, bagaimana mau nurunkan harga bensin, sekarang masih dijual Rp 9 ribu perliter,” ujar Susi pedagang BBM eceran di Teluk Kuantan, Rabu (6/1). Menurutnya, seandainya pemerintah menurunkan harga bensin Rp 1.000 perliter di SPBU tentunya harga BBM eceran akan turun, sekarang turunnya hanya sedikit, sehingga kami masih menjual Rp 9 ribu perliter.

Sebagian besar pedagang eceran khusus menjual ben­sin baik di Teluk Kuantan maupun tingkat keca­matan di Kuansing masih menjual dengan harga yang cukup tinggi dan mengambil keuntungan Rp 2 ribu lebih.

Tarif Tetap

Sementara itu, para sopir travel di Kuansing juga masih tetap mempertahankan ongkos atau tarif saat sebelum penurunan harga BBM.

Hal ini terpaksa mereka pertahankan, karena untuk menutupi operasional yang terus membengkak ditam­bah persaingan antar angkutan yang semakin ketat.

“Terpaksa tarif lama bertahan, karena BBM turun juga cukup kecil, baik premium maupun solar, Kami mohon pengertian penumpang, karena biaya opera­sional lain juga tidak serta merta turun seperti suku cadang,”ujar Mukhlis mewakili sopir travel kepada wartawan, Rabu (6/1).

“Kalau dari Benai sekitarnya ke Pekanbaru tarifnya sembilan puluh ribu rupiah, dari Taluk, Jake dan Muara Lembu ke Pekanbaru delapan puluh ribu rupiah. Penumpang dimana pun tinggal sudah tahu tarif yang berlaku saat ini,” ujarnya menambahkan.

Lagipula ujarnya, tidak selalu travel baik dari Kuansing ke Pekanbaru, Kuansing ke Rengat dan daerah lainnya, dalam keadaan penuh penumpang, sehingga setiap sopir harus pandai-pandai menekan biaya operasional untuk mengisi kurangnya penumpang pada hari-hari tertentu.

“Kadang full kadang ndak, pandai-pandai Kita mengakali pendapatan yang kadang bagus kadang tidak agar tetap beroperasi melayani penumpang yang hendak bepergian dengan berbagai keperluan,” ujarnya.

Seterusnya kata Mukhlis, mereka akan tetap mem­pertahankan bahkan meningkatkan layanan kepada penumpang, salah satunya mengantar sampai ke alamat, sehingga penumpang tidak perlu repot mencari angkutan lain menuju rumah dan pelayanan ini dirasakan lebih nyaman dan aman bagi penum­pang. (hr)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 20 April 2016 - 02:24:34 WIB

    Pedagang Pasar Kaget Tolak Direlokasi

    Pedagang Pasar Kaget Tolak Direlokasi PEKANBARU, HALUAN — Pasca digusur beberapa waktu lalu, Senin (18/4) puluhan pedagang Pasar Kaget Rumbai Bukit mendatangi kantor Walikota dan gedung DPRD Kota Pekanbaru untuk menyampaikan aspirasi terkait rencana Pemko Pekan.
  • Senin, 18 April 2016 - 02:55:53 WIB

    Relokasi Pedagang Rujak Tanpa Biaya

    BATAM CENTRE , HALUAN — Walikota Batam H Muhammad Rudi membantah relokasi 36 pedagang rujak dipungut biaya Rp40 juta. Ia menegaskan relokasi peda­gang rujak tanpa biaya sepeser pun..
  • Selasa, 12 April 2016 - 02:51:11 WIB

    Gedung LAM dan Dharma Wanita Enggan Fasilitasi Pedagang CFD

    PEKANBARU, HALUAN—Dua dari tiga opsi lokasi yang direncanakan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menata para pedagang yang berjualan di area Car Free Day tampaknya batal direalisasikan..
  • Senin, 15 Februari 2016 - 02:11:51 WIB

    Pedagang Pasar Baru Ricuh

    LINGGA, HALUAN — Baru satu hari beroperasi, pe­dagang di pasar baru Da­bosingkep nyaris ricuh antar sesama pedagang. Hal ini dipicu karena masih ada pedagang yang berjualan di luar lokasi pasar. Sementara menurut pedagang.
  • Selasa, 15 Desember 2015 - 02:35:33 WIB
    Pascakebakaran

    Pedagang Paksa Masuk Ramayana

    PEKANBARU, HALUAN — Mes­ki telah menunggu berhari-hari, ratusan pedagang yang berjualan di Plaza Sukaramai atau Ramayana Pekanbaru, belum kunjung di­per­bolehkan masuk ke dalam bangu­nan pasca kebakaran seminggu lalu. .

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM