Kapolda Sumbar Bambang Pamit

Tinggalkan Gedung Mapolda Termegah


Rabu, 06 Januari 2016 - 03:24:12 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Tinggalkan Gedung Mapolda Termegah KAPOLDA Sumbar Brigjen Drs Bambang Sri Herwanto SH MH saat berdiskusi dengan PU Haluan Zul Effendi, WPP Haluan David Ramadian dan Yon Erizon, Selasa (5/1) di Kantor Haluan. (ADIB)

Dapat dipastikan kepergian Bam­bang Sri Herwanto, akan mening­galkan kesan yang mendalam bagi jajaran kepolisian di Sumbar. Karena semasa kepemimpinannyalah, Polda Sumbar bisa memiliki gedung baru dan megah. Perjuangannya yang tak kenal lelah untuk mendapatkan anggaran pusat, berbuah manis. Bangunan empat lantai dengan total biaya Rp161 miliar diperkirakan akan selesai Bulan Februari 2016.

Bambang sempat bertutur ten­tang rumit dan kerasnya usaha dalam memperjuangkan pembangunan kembali Gedung Mapolda Sum­bar yang rusak berat dan hancur akibat gempa dahsyat tahun 2009. Tahun 2011 sempat turun dana sebesar Rp50 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun dana itu tidak mencukupi, akibatnya  mulai tahun 2012 bangunan tersebut terbengkalai.

Begitu Bambang mulai bertu­gas Maret 2014 di Polda Sumbar dia pun mulai berpikir bagai­mana menyelesaikan pembangu­nan Gedung Mapolda Sumbar yang terbengkelai. Dia merasa tidak nyaman dengan personel Polda Sumbar kantornya ter­pencar dan menumpang di mana-mana. Bahkan ada yang berkan­tor di masjid. Dia merasa ter­tantang untuk memecahkan per­soalan tersebut.

Bambangpun mulai berge­rilya ke Kementerian Pekerjaan Umum, BNPB, Bappenas, Ke­menterian  Keuangan dan Mabes Polri untuk menanyakan bagai­mana kelanjutan pembangunan Mapolda Sumbar. Kementerian PU tidak memiliki angggaran untuk itu. Sedangkan BNPB yang ketika itu dipimpin oleh Letjen Syamsul Maarif meminta  agar Bambang membuat surat dan dikirim ke BNPB. Namun se­telah itu dilakukan, beberapa waktu  kemudian juga tidak jelas tindak lanjutnya.

Pada akhirnya Bambang ma­suk ke Bappenas. Semua pejabat yang menerima laporan dari Bambang kaget mendengarkan bahwa Polda Sumbar tak punya kantor dan para direktur serta jajarannya menumpang kantor di mana-mana. “Waktu itu saya bilang, Bapak-bapak tidak perlu kaget, bagi kami yang penting adalah bagaimana Mapolda  Sum­bar bisa segera dibangun,” kata Bambang menirukan kem­bali pembicaraannya dengan sejumlah pejabat yang ditemuinya.

Ternyata perjuangan Bam­bang berbuah manis. Bappenas pun mengalokasikan dana pem­bangunan Mapolda Sumbar de­ngan nilai Rp111 miliar yang diposkan pada anggaran Polri. Jika ditotal maka dana yang dianggarkan untuk Mapolda Sumbar Rp161 miliar. Dengan begitu maka masyarakat Sumbar memiliki Gedung Mapolda ter­megah  dan terbesar di tanah air. Bahkan Kantor Gubernur Sum­bar yang ada di sebelahnya seolah-olah jadi hilang, karena kalah besar dan kalah  megah dibanding  Mapolda Sumbar.

Pembangunan Mapolda Sum­bar, sempat terbengkalai sekitar 3 tahun lamanya setelah dibangun tahun 2011 meman­faatkan dana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp50 miliar.

Setelah itu, tidak jelas lagi bagaimana kelanjutannya. Sela­ma itu pula jajarannya bekerja, memberikan layanan pada mas­ya­rakat dengan terpencar pada beberapa titik lokasi. “Tidak ada bangunan yang layak untuk dija­dikan kantor. Jadi kita kerja berpencar-pencar pada beberapa titik lokasi,” katanya.

Begitu pembangunan selesai dan diresmikan, maka seluruh aktivitas Polda Sumbar dapat disatukan kembali di gedung 4 lantai itu. Kecuali layanan lalu lintas, tetap di Jalan Nipah, Padang.  “Gedung Mapolda di­ran­cang tahan gempa hingga 8 SR. Dan pada lantai V, terdapat selter yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat eva­kuasi dengan kapasitas 5.000 orang,” katanya sembari memas­tikan bahwa dia tidak neko-neko atau ikut bermain dalam proyek Gedung Mapolda Sumbar.

Bambang tidak mem­per­soal­kan jerih payahnya memper­juangkan dan membangun  Ge­dung Mapolda Sumbar tidak ternikmati olehnya, karena harus pindah tugas ke Pascasarjana PTIK, Jakarta. “Pejuang atau pahlawan tidak harus ikut me­nikmati,” sebut Bambang.

Dalam kunjungannya Brigjen Bambang Sri Herwanto yang didampingi Direktur Intel Kom­bes Drs Hariyanta Msi,  Dirlan­tas Kombes Eddy Djunaedi dan Kabid Humas AKBP Syamsi, disambut Pemimpin Umum Haluan Zul Effendi, Pemred Yon Erizon, Wakil Pemimpin Peru­sahaan David Ramadian dan lainnya.

Terkesan dengan

Pers Sumbar

Dikatakan Bambang, banyak hal yang tak bisa dilupakannya selama 21 bulan bertugas di Sumbar. Di antaranya komu­nikasi yang terjalin antara ins­titusi Polda dengan media, dini­lainya sangat akrab dan har­monis. Hal seperti itu belum pernah ditemukannya ketika bertugas di tempat lain.

“Hubungan yang terjalin di Ranah Minang antara jajaran Polda dan media, sangat akrab dan harmonis. Komunikasi berjalan lancar. Media selalu berupaya menyajikan berita yang benar dengan mengonfirmasinya ke kami,” ujar Bambang.

Meski demikian, dia tak me­nampik jika ada yang kecewa dengannya. Karena beberapa informasi yang ingin diperoleh wartawan tidak bisa diberikan­nya. Selain itu juga seputar tang­ga­pannya terhadap berbagai kasus yang melibatkan jajarannya. Pasalnya, ada beberapa informasi itu yang harus dirahasiakan, sehingga belum bisa disam­paikan.

Sementara soal dugaan ang­gotanya, Bambang tak menam­pik jika disebut seperti mem­berikan pembelaan. Hal itu dilakukan demi untuk menjaga soliditas internal mereka dan juga semangat jajarannya dalam bekerja agar tidak kendor. “Kami mengucapkan terima kasih pada masyarakat Sumbar atas kerja samanya selama ini, dan juga permohonan maaf untuk kesa­lahan dan kekhilafan,” kata alumnus Akpol 1984 itu.

Pemimpin Umum Harian Haluan, Zul Effendi sangat meng­apresiasi kerja sama jajaran Polda Sumbar dengan media dan mas­ya­rakat di daerah ini. Hubungan yang dekat dan akrab dengan jajaran Polda sejatinya sudah terbangun sejak Kapolda sebe­lum­nya Noer Ali yang kini ber­tugas di Polda Jateng, dan ber­lanjut hingga Kapolda Bambang.

Berkat hubungan yang baik itu pula, berbagai tantangan dan masa-masa sulit yang dihadapi jajaran Polda Sumbar berhasil dilalui dengan baik. Di anta­ranya, kasus penyerangan di Dhar­masraya dan kasus Pildaka di Solok Selatan. Polda dinilai sukses mengatasinya berkat res­pon cepat untuk menenangkan situasi. Bahkan Kapolda lang­sung turun ke lapangan.

“Kita sangat mengapresiasi kerja sama jajaran Polda Sumbar dibawah komando Bambang Sri Herwanto. Kita berharap, pro­gram yang diusung untuk mende­katkan polisi dengan masyarakat, dapat terus dilanjutkan,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebe­lumnya, tahun baru 2016 diwarnai dengan mutasi di lingkungan pejabat teras Polri, ter­masuk jabatan Kapolda Sumbar. Brigjen Drs Bambang Sri Herwanto SH MH yang su­dah bertugas selama 21 bulan di Sumbar sejak Maret 2014, dimu­tasi. Bambang menjadi satu dari ratusan perwira menengah dan perwira tinggi Polri yang dimu­tasi per 31 Desember 2015.

Dalam TR Kapolri No : ST/2718/XII/2015 yang ditan­data­ngani Wakapolri Komjend Drs Budi Gunawan itu, job Kapolda Sumbar akan diisi jenderal bin­tang satu lainnya, yakni Brigjend Pol Drs Basarudin. Basarudin adalah jebolan Akpol tahun 1988 dan merupakan junior Bambang di Akpol.

Brigjend Pol Drs Basarudin sendiri sebelumnya  pernah men­jadi Ajudan Wapres Boediono selama tiga tahun sejak 2009 hingga 2012. Setelah itu, ia dimutasi menjadi Wakapolda DIY dan Sumut sebelum akhir­nya menjabat sebagai Kepala Biro Perawatan Personil SSDM Polri dan dipercaya sebagai Ka­polda Sumbar pada tahun 2016. (h/erz/dev/mg-rin)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 09 Mei 2016 - 16:40:18 WIB

    Gawai Marak, Perpustakaan tak Akan Ditinggalkan

    Gawai Marak, Perpustakaan tak Akan Ditinggalkan PADANG, HALUAN – Perpustakaan konvensional tak takut bersaing dengan dunia digital di tengah semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi. Khususnya meningkatnya pemakaian internet oleh masyarakat. Termasuk dalam menga.
  • Selasa, 03 Mei 2016 - 03:42:03 WIB
    Pembekalan Ekonomi Pembangunan Mahasiswa Unitas

    Sarjana Bangun Nagari, Jangan Tinggalkan Kampung

    PADANG, HALUAN — Ratusan Mahasiswa Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang dibekali pengetahuan Pembangunan Eko­nomi Desa/Nagari di Kampus Universitas Tamansiswa, Senin (2/5) kemarin..
  • Jumat, 29 Mei 2015 - 18:41:21 WIB

    Perda Nagari, Jangan Tinggalkan Mentawai

    PADANG, HALUAN — Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Nagari perlu pengkajian yang lebih matang. Selain itu pembahasan ranperda tersebut juga memerlukan ketelitian dan kehati-hatian mengingat Sumbar m.

  • Ahad, 24 Mei 2015 - 18:30:08 WIB

    Barang Dibawa Kabur, Pelaku Tinggalkan Surat

    PADANG, HALUAN — Se­telah membawa hasil barang curian di salah satu kos ma­hasiswa di dekat Asuransi Bumi Putera, Jalan Kampung Jawa, Kecamatan Padang Ba­rat, Padang, Sabtu (23/5). Pelaku malah mening.

  • Ahad, 08 Maret 2015 - 20:01:12 WIB

    Pemimpin Sumbar Mesti Tinggalkan Jejak Tauladan

    PETISI LSM SE-SUMBAR

    PADANG, HALUAN — Kegiatan Silaturrahim dan Dialog Kerja Kebudayaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se-Sumbar yang diinisiasi Leon Agusta In.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM