Pencaker Masih Harapkan Jalur Pegawai Negeri


Rabu, 06 Januari 2016 - 03:17:40 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Pencaker Masih Harapkan Jalur Pegawai Negeri PARA pencari kerja memadati arena bursa kerja yang digelar beberapa waktu lalu di Padang. (DOK)

Salah satu pencaker ter­sebut adalah Rafika (24), lulusan salah satu akademi keperawatan. Ia berharap pemerintah membuka pe­n­daftaran CPNS pada tahun ini karena sudah men­ye­le­saikan studi sejak setahun lalu. Melamar ke pe­ru­sa­haan swasta, katanya sangat susah karena kadang ber­saing dengan orang yang memakai jasa ‘orang dalam’. Padahal, ia cukup pede de­ngan nilai yang cukup tinggi dan telah melewati segala tes dengan baik, tapi tetap saja tidak diterima.

Kepala Badan Ke­p­e­ga­waian Daerah (BKD) Sum­bar Jayadisman mengakui tahun ini belum ada pengu­muman resmi dari Badan Ke­pegawaian Nasional (BK­N) resmi terkait pe­ne­ri­­ma­an CPNS tahun ini.

“Saya belum mendengar informasi apapun dari pusat soal penerimaan calon pe­gawai. Malah saya baca berita akan ada evaluasi untuk pengurangan jumlah pe­gawai. Karena jumlah ya­ng ada saat ini dinilai cukup banyak dan peruntukan APBN sudah 40% bagi pe­ga­wai. Namun itu baru se­batas berita, saya belum tahu mekanisme apa yang akan dipakai untuk me­nge­valuasi dan mengurangi ju­m­lah pe­gawai tersebut,” ucapnya kepada Haluan, Selasa (5/1).

Terlepas akan dibukanya penerimaan CPNS atau di­la­kukannya evaluasi untuk pe­ngu­rangan pegawai yang ada, Jayadisman mengatakan bah­wa Sumbar tergolong masih membutuhkan tam­bahan pe­gawai, baik di ting­kat provinsi maupun ka­bu­paten/kota. Dan karena pe­me­rintah mem­berlakukan moratorium se­lama lima ta­hun, berdampak pada be­sar­nya peluang tenaga honorer kategori dua (K2) untuk diangkat menjadi pe­gawai negeri.

“Kalaupun ada pe­ng­ang­katan baru, tentu seperti janji pemerintah, yaitu me­m­prioritaskan tenaga ho­no­rer K2. Sedangkan untuk di Sumbar, tenaga honorer yang akan diangkat itu ada­lah mereka yang telah me­ngab­di minimal sejak tahun 2005. Di mana saat pe­ngang­katan tenaga honorer yang lalu, mereka belum cukup syarat. Untuk di pe­me­rintah provinsi saja, saat ini ada sekitar 100 tenaga honorer K2 yang menunggu pengangkatan karena telah mengabdi minimal sejak 2005 yang lalu,” tambahnya.

Bagi Mardalena (47), guru yang telah 22 tahun mengabdi di salah satu SMP Negeri di Kota Padang ke­sem­patan ini sangat ia ha­rap­kan. Namun, hingga kini ia belum kunjung diangkat menjadi pegawai negeri. Me­nurutnya, pemerintah telah berkali-kali men­jan­jikan pengangkatan kepada tenaga honorer K2 seperti dirinya. Ia berharap agar janji itu segera di­rea­lisasikan.

“Kalau pembukaan CP­NS jalur umum dibuka lagi, dan formasi guru juga ada di dalamnya, lantas kapan janji mengangkat honorer ini ditepati. Saya berharap agar pemerintah mengangkat te­n­aga honorer yang telah mengabdi puluhan tahun. Seperti janji yang di­ucapkan. Setelah diangkat semua, baru dibuka pembukaan jalur umum CPNS,” ucapnya. (h/mg-isq)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 04 Agustus 2016 - 04:52:20 WIB

    3.742 Pencaker Hingga Juni

    PADANG, HALUAN- Sejak Januari hingga Juni 2016, jum­lah pencari kerja di Kota Padang Sumatera Barat tercatat 3.742 orang. Berdasarkan data dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Din­sosnaker) Kota Padang, pelamar yang paling .
  • Selasa, 06 Oktober 2015 - 19:38:21 WIB

    Frekuensi Wisuda Bertambah, Pencaker Membengkak

    PADANG, HALUAN – Bertambahnya frekuensi wisuda yang dilakukan berbagai kampus di Kota Padang membawa dampak negatif terhadap peningkatan jumlah pencari kerja (pencaker) di kota ini.

    Menekan  tingginya ang­­­k.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM