Di Sepanjang Pantai Padang

Pedagang Dilarang Berdagang di Sisi Pantai


Rabu, 06 Januari 2016 - 03:08:21 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Pedagang Dilarang Berdagang di Sisi Pantai Seorang pedagang di kawasan Pantai Padang sibuk menyiapkan pesanan pembeli. Pemko Padang menargetkan, ke depan kawasan Pantai Padang terlarang untuk berdagang terutama di kawasan sisi pantai.

Namun saat ini, pem­bebasan Pantai Padang dari aktivitas pedagang masih sebatas angan-angan dan tebang pilih. Terbukti, pe­dagang masih berjualan di sekitar kawasan batu krib pengaman pantai dan di trotoar di sepanjang Pantai Padang hingga ke Jalan Samudera.

Menurut salah seorang pedagang di Muaro Lasak, Andi, penataan pedagang tidak merata atau tebang pilih, sehingga tidak se­mua yang terkena per­aturan.

“Lihatlah pedagang di dekat Hotel Pangeran itu, apakah tidak jualan di dekat pantai. Kalau mau mene­gakkan aturan, semuanya, jangan tebang pilih. Lihat pula LPC dan di depan kan­tor dinas pariwisata itu di­tempati pedagang,” ucap Andi.

Menurut Pemko Pa­dang, kawasan yang dipa­sangi batu krib di sepanjang Pantai Padang akan dis­terilkan. Namun hal ini baru sebatas mimpi. Pe­dagang masih bertebaran di Pantai Padang terutama sore hari.

Sekretaris Daerah Kota Padang Nasir Ahmad, saat dikonfirmasi, Selasa (5/1), membenarkan hal tersebut. “Batu krib dan batu dam penahan Pantai Padang akan disterilkan dari peda­gang,” ujarnya.

Sekda menyebut, ber­dasarkan hasil pendataan Dinas Kebudayaan dan Pa­riwisata dan Dinas Kelautan dan Perikanan, pedagang yang berjualan di kawasan Pantai Padang mu­lai dari Simpang Purus III hingga ke Simpang Olo Ladang ber­jumlah sekitar lebih kurang 50 pedagang. Direncanakan, sterilisasi pantai dari pe­dagang di sepanjang batu krib serta dam penahan akan disosialisasikan kepada pe­dagang mulai Rabu (6/1) ini.

“Besok (Rabu-red), akan disosialisasikan ke­pada pe­dagang dan kita ha­rapkan setelah itu pedagang dapat memahami sekaligus mem­bongkar sendiri ba­ngu­nannya,” kata Nasir Ah­mad saat ditemui di Makko Satpol PP di Jalan Tan Malaka.

Katanya, Pemerintah Kota Padang akan terus mengingatkan pedagang yang berjualan di lokasi tersebut untuk mem­bong­kar sendiri bangunannya. Sesuai mekanisme, peda­gang akan diberi surat te­guran dengan batas waktu yang ditetapkan.

Apabila teguran diabai­kan pedagang, Pemko Pa­dang bersama tim yang telah ditunjuk akan menertibkan dan membongkar bangunan tersebut sesuai dengan atu­ran.

“Kita rencanakan per­tengahan Januari ini se­muanya sudah dikosongkan dan kita harapkan ma­sya­rakat memahami dan mem­beri dukungan bagaimana pantai ini dapat dinikmati seluruh masyarakat,” tukas Sekda.

Selain melakukan ste­rilisasi Pantai Padang di Simpang Purus III hingga ke Simpang Olo Ladang, Pem­ko Padang juga akan me­lakukan pembenahan hing­ga ke Muaro.

Pedagang yang berjualan di sepanjang batu krib dan dam hingga ke Muaro juga akan dibongkar karena telah memanfaatkan tanah fasi­litas umum sebagai lokasi berdagang. “Sebab tanah di sepanjang Pantai Padang merupakan tanah fasilitas umum dan tidak diberi izin ada bangunan di atasnya,” imbuh Sekda.

Nantinya, Pedagang Ka­ki Lima (PKL) yang ber­jualan di sepanjang Pantai Padang akan difasilitasi Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Pemko me­nyiapkan 350 gerobak bagi PKL tersebut sehingga nan­tinya dapat berdagang sesuai waktu yang telah diten­tukan. “Sama seperti pedagang di Muaro Lasak, nantinya PKL yang mendapatkan 350 ge­robak ini dapat berjualan dari sore hingga malam hari. Gerobak ini dirancang khusus sesuai nilai kepa­riwisataan,” cecar Sekda.

Begitu halnya dengan pedagang ikan yang ada. Mereka juga akan difa­sili­tasi Pemko Padang dengan menyediakan los ikan. Ren­­cananya los ikan ini di­tempatkan di tepi pantai dekat Simpang Purus III.

“Nantinya nelayan yang mendapat ikan, hasilnya akan dijual langsung di sini, dan bangunan los ikan ini dibangun tidak menutup pantai,” papar Sekda.

Sedangkan untuk pe­dagang lain di luar itu, Pem­ko Padang hanya bisa mem­fasilitasi saja. Seperti pe­dagang makanan dan ru­mah makan yang berdiri di se­panjang jalan dari Sim­pang Purus III dan Simpang Olo Ladang, mereka diha­rapkan menempati lokasi yang telah mereka miliki. (h/mg-ysn/ows)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 22 Januari 2018 - 02:32:34 WIB

    Pedagang IPPI Tuntut Ganti Rugi

    Pedagang IPPI Tuntut Ganti Rugi PADANG,HALUAN—Persatuan Pedagang Pertokoan Komplek IPPI (P3K IPPI) Pasar Raya Padang, akan menuntut Pemko Padang dalam hal ini Walikota dan Dinas Perdagangan..
  • Rabu, 17 Januari 2018 - 11:40:05 WIB

    Fasiltas Mulai Rusak, Taman Kuliner Sisakan 3 Pedagang

    Fasiltas Mulai Rusak, Taman Kuliner Sisakan 3 Pedagang PADANG, HARIANHALUAN.COM—Kondisi Taman Kuliner disamping Balaikota lama di Jalan Sandang Pangan semakin tidak terawat. Hal ini menyebabkan pembeli semakin sepi, dan juga ditinggal pedagang..
  • Rabu, 20 Desember 2017 - 01:42:37 WIB

    500 pedagang Dipindahkan ke Gedung Inpres

    500 pedagang Dipindahkan ke Gedung Inpres PADANG, HALUAN - Sekitar 500 pedagang yang tersebar di Pasar Raya Padang sejak Minggu-Senin (17-18/12) mulai dipindahkan ke gedung inpres II, III dan IV. .
  • Rabu, 13 Desember 2017 - 09:46:43 WIB

    48 Pedagang Ikan di Padang Mulai Dipindahkan

    48 Pedagang Ikan di Padang Mulai Dipindahkan PADANG, HARIANHALUAN.COM - Puluhan pedagang ikan kering yang berada di Pasar Raya Padang mulai dipindahkan ke Inpres III lantai 2, Selasa (12/12) siang..
  • Selasa, 14 November 2017 - 04:06:04 WIB

    Pedagang Pasar Balimbiang Dipindahkan

    Pedagang Pasar Balimbiang Dipindahkan PADANG, HALUAN—Pemindahan puluhan pedagang Pasar Balimbiang dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Pemindahan 94 pedagang ke dalam bangunan pasar yang selesai dibangun pada akhir Oktober itu dikawal Dinas Perdag.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM