Pemerintah India Lambat Respon Gempa


Selasa, 05 Januari 2016 - 03:47:39 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Pemerintah India Lambat Respon Gempa WARGA melihat rumah mereka yang rusak setelah terkena gempa di Imphal, India, Senin (4/1). (ANTARA)

Hal itu disebabkan ma­sih kurangnya peralatan berat yang dapat membantu proses pembersihan puing.

Selain itu, pemerintah juga belum memberikan informasi jelas terkait insi­den yang menelan nyawa sembilan orang tersebut.

“Kami belum melihat adanya bantuan apapun dari pemerintah,” kata seorang sukarelawan bencana alam, Kanarjit Kangujam, pada Reuters.

Juru bicara Ke­men­te­rian Dalam Negeri India, Singh Dhatwalia, menga­takan pada Wall Street Jour­nal situasi itu tengah terus diawasi.

PM India Narendra Mo­di dikatakan terus me­nga­wasi secara aktif situasi pascagempa, setelah mem­bicarakan itu dengan pemda setempat.

Narendra melalui Twit­ter sudah mengatakan bah­wa dirinya telah menghu­bungi otoritas Imphal, yang menjadi pusat gempa berke­kuatan 6,7 Richter itu.

Sedangkan, tim SAR masih berjuang menemukan korban selamat yang ter­timbun puing bangunan yang roboh, meski belum pasti berapa banyak yang hilang. 

Seperti di Panci Penggorengan

Gempa bumi yang meng­guncang sebelah timur laut India dikatakan telah membuat warga merasa se­per­ti dilempar. Saat gempa berkekuatan 6,7 skala Rich­ter itu mengguncang daerah Imphal, India, Senin (4/1/2016) dini hari, warga ma­sih terlelap tidur.

Gempa itu dikatakan sampai merobohkan plafon dan tangga bangunan, dari gedung, rumah, hingga per­tokoan. “Rasanya seperti dilempar-lempar di panci penggorengan,” kata se­orang saksi mata, Joy Thang­l­ian, kepada Reuters.

Disebutkan goncangan itu menelan nyawa sembilan orang, namun yang diakui otoritas setempat pada Wall Street Journal adalah enam orang.

“Ini adalah gempa terbe­sar yang pernah kami rasa­kan di Imphal,” ucap se­orang petugas tim SAR, Kanarjit Kangujam, melalui telepon.

Korban cedera yang di­ka­takan mencapai ratusan orang telah mendapat pera­watan di rumah sakit, na­mun tak ada yang kon­disi­nya hingga kritis.

Gempa yang meng­han­cur­kan bangunan ini pun memutus hubungan tele­komunikasi dan listrik di beberapa tempat terpencil di daerah itu. (h/trn)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 25 Oktober 2017 - 09:53:18 WIB

    Korban Crane Makah, Zulfitri Zaini: Lakalantas Saja Ditanggung Asuransi, Masa Pemerintah Tidak Bisa Memperjuangkannya

    Korban Crane Makah, Zulfitri Zaini: Lakalantas Saja Ditanggung Asuransi, Masa Pemerintah Tidak Bisa Memperjuangkannya SOLOK, HARIANHALUAN.COM--Terkait ganti rugi, Zulfitri Zaini korban crane Masjidil Haram tahun 2015 asal Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang mengaku kecewa..
  • Kamis, 24 November 2016 - 00:36:21 WIB
    KOMNAS HAM KECAM MYANMAR

    Pemerintah RI Agar Lakukan Penekanan

    Pemerintah RI Agar Lakukan Penekanan JAKARTA, HALUAN — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mem­berikan tiga sikap terkait tragedi kema­nusiaan yang dialami oleh Suku Rohingya di Myanmar akhir-akhir ini..
  • Jumat, 18 November 2016 - 00:11:10 WIB
    MENANTU TERLALU BERKUASA

    Pemerintahan Transisi Trump Amburadul

    WASHINGTON, HALUAN — Pemerintahan transisi Presiden terpilih Donald J. Trump dinilai amburadul alias kacau balau, yang ditandai de­ngan rangkaian pemecatan orang-orang ter­dekatnya, percekcokan antar-faksi dan bi­ngungny.
  • Rabu, 19 Oktober 2016 - 00:34:21 WIB

    Masjid Al Aqsa Situs Bersejarah Islam, Pemerintah Israel Ajukan Protes

    Masjid Al Aqsa Situs Bersejarah Islam, Pemerintah Israel Ajukan Protes YERUSALEM, HALUAN —Badan dunia untuk Pendidikan, Sains, dan Organisasi Budaya atau UNESCO mengeluarkan resolusi terbaru yang mengakui ke­bera­da­an Masjid Al Aqsa sebagai situs bersejarah umat Islam. Namun pemerintah Isr.
  • Senin, 25 Juli 2016 - 04:16:20 WIB

    Pemerintah Turki Tutup Ribuan Sekolah

    Pemerintah Turki Tutup Ribuan Sekolah TURKI, HALUAN —Pre­siden Turki Recep Tayyip Erdogan, Sabtu (23/7), telah menandatangani sebuah dek­rit yang berisi perpanjangan masa penahanan untuk para tersangka pelaku kudeta..

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM