Cerita Masa Kecil Anak Dono Warkop Hingga Kuliah S3 di Swiss


Selasa, 05 Januari 2016 - 02:57:33 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Cerita Masa Kecil Anak Dono Warkop Hingga Kuliah S3 di Swiss

“Bapak saya keras soal pendidikan. Pendidikan itu nomor satu. Dia bilang, ‘Kalau kalian enggak masuk (perguruan tinggi) negeri, saya enggak mau bayarin’. Kita berusaha supaya masuk negeri,” tutur putra sulung Dono, Andika Aria Sena, di kawasan Lenteng Agung, Sabtu (2/1).

Namun, Andika me­nga­ku jika adiknya, Damar Canggih Wicaksono, punya keinginan yang berbeda dari ke­dua saudara bahkan ba­pak­nya. “Tapi, yang beda itu adik saya si Damar. Bapak itu lulusan UI, saya UI dan adik saya yang paling kecil itu UI. Tapi, Damar enggan masuk UI, dia milih UGM jurusan Teknik Nuklir. Se­lama kuliah di UGM, Da­mar tinggal dengan adiknya bapak yang kuliah di UGM. Keluarga bapak itu keluarga dosen,” jelasnya.

Damar memang terlihat lebih pintar dari kedua sau­dara­nya. “Semangatnya be­da. Saya kalau pagi mau sekolah, yang bangunin saya itu ya Damar. Dia udah siap baru bangunin saya. Pulang sekolah bareng, saya lang­sung main, Damar buat PR,” kenangnya.

“Dia dulu gemuk, dia kalau punya tekad itu keras. Baru kurus pas masuk UG­M, kalau ke UGM jalan kaki dari Sleman ke UGM. Sem­pat pingsan malah. Kalau main game, selalu tamat,” tambah sang kakak.

Meski sang ayah adalah seorang pesohor yang na­ma­nya abadi hingga kini, me­re­ka bertiga harus banting tulang untuk mengejar cita-citanya. Maklum, mereka ditinggalkan oleh kedua orangtuanya di usia yang masih sangat muda.

“Ibu saya meninggal ta­hun ’99, umur saya 19 ta­hun. Bapak itu meninggal tahun 2001, umur saya 21. Saya masih kuliah, adik saya Damar masih SMA dan Sa­trio SD. Setelah ibu saya meninggal, adik saya yang paling kecil itu sudah ting­gal dengan tantenya di Ci­nere,” ujarnya.

Berjuang dengan keras, mereka bertiga pun akhir­nya bisa memenuhi ke­ingi­nan mendiang kedua orang­tuanya terutama sang bapak. Andika bersyukur kedua orangtuanya memberikan nama sarat makna yang membawa doa bagi mereka semua.

“(Sukses) Ke­mung­ki­nan dari nama. Kalau saya Aria, artinya pemimpin dan Da­mar Canggih itu pe­ne­rang yang canggih, Satrio Tre­ng­ginas, trengginas, ke mana saja udah pernah. Doa dari nama itu bener,” tutupnya.

Walaupun tinggal ter­pisah, ketiganya masih terus berkomunikasi. Andika bertemu dengan Damar pa­da momen Tahun Baru ke­ma­rin. “Tahun baru ke­marin pulang, ketemu pak Indro. Masih ngumpul, tapi paling telepon,” tandasnya. (h/kpl)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM