Kasus Narkoba Meningkat Tajam di Kota Padang


Senin, 04 Januari 2016 - 03:25:13 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Kita sudah pada tahap darurat narkoba, karena banyak yang beredar dalam satu minggu. Saya senang dengan kinerja Sat Narkoba, tapi saya masih belum puas karena kita baru me­nang­kap jumlah kecil belum ada tangkapan dalam jumlah besar,” jelasnya.

Menurutnya, para pe­ma­sok cukup lihai sehingga polisi agak kesulitan me­nang­kap dalam jumlah be­sar. Sabu tersebut, te­rang­nya, datang dari negara te­tang­g­a Malaysia melalui Pekanbaru dan langsung dipecah kemudian dikirim ke Bukittinggi.

“Sesampainya di Bukit­tinggi, kembali dipecah ba­ru disebar ke beberapa da­erah.  Bahkan, dari Medan ke­mu­dian barang diambil di Bu­kit­tinggi. Jadi walau sudah ada beberapa bandar yang tertangkap, tetap tidak ada Barang Bukti (BB) da­lam jumlah besar,” ungkapnya.

Sedangkan dari pihak aparat sendiri, Polresta Pa­dang telah menangkap 40 orang tersangka pemakai narkoba, dimana tiga orang di antaranya telah dipecat sebagai anggota polisi.

“Kita tidak main-main dalam menghadapi anggota yang terlibat narkoba. Selain sanksi penundaan kenaikan pangkat, kita juga akan me­me­cat dengan tidak hormat kalau masih kedapatan ter­libat narkoba,” jelasnya.

Pengungkapan terakhir yang dilakukan jajaran Sat Resnarkoba Padang adalah pada Minggu (3/1) ini.  Ter­sang­kanya adalah “SMP” (23), warga Sawahan, Ke­ca­matan Padang Timur yang ditangkap petugas, sekitar pukul 19.00 WIB. Ia di­tang­kap saat hendak ber­tran­saksi sabu di rumah kon­trakan di Jalan Dr. Wahidin RT 03 RW 07, Kelurahan Ganting Parak Gadang Ke­ca­matan Padang Timur.

Kasat Res Narkoba Pol­resta Padang, Komisaris Polisi (Kompol) Daeng Ra­­h­­man mengatakan,  pe­nang­kapan tersangka be­ra­wal dari laporan masya­rakat yang mengatakan bahwa pe­laku sering bertransaksi nar­koba di kawasan tersebut.

“Melalui sistem ‘un­der­cover buy’, kami ber­hasil meringkus tersangka se­telah hendak menjual ba­rang haram tersebut. Un­tuk diketahui, Barang Bukti (BB) yang disita dari tangan tersangka cukup banyak,” ungkapnya.

Memang Barang Bukti (BB) yang berhasil disita petugas oleh pria muda ter­se­but cukup banyak, diantara­nya satu paket kecil sabu-sabu seharga Rp. 300 ribu, satu set alat hisap sabu-sabu yang terpasang pirex kaca dimana di dalamnya masih berisikan sabu-sabu, lima unit korek api mencis, lima unit sendok sabu-sabu yang terbuat dari pipet, sembilan unit mi­numan sebagai alat hisap sabu-sabu, satu unit telepon genggam Jenis Hammer, satu unit gunting, enam unit pla­stik bekas sabu-sabu, dan satu bungkus plastik kemas sabu-sabu.

Kasus lain

Sementara, kejadian me­non­jol lainnya pada tahun 2015 adalah meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas serta Pencurian dengan Pe­m­beratan (Curat).

­Jika dirunut ke be­la­kang, selama tahun 2015 Polresta Padang telah men­ye­lesaikan jumlah kasus tindak pidana 1.488 kasus dari 4.600 kasus yang ada di Kota Padang, atau jika di­per­sentasekan hanya mencapai 32,35% penyelesaian per­kara tindak pidana kriminal.

Dari 4.600 kasus, Pen­curian Kendaraan bermotor (Curanmor) menempati posisi tertinggi dengan jum­lah kasus mencapai 1.440 kasus, diikuti oleh Pen­curian Berat (Curat) dengan 1.395 kasus, Penipuan de­ng­an 644 kasus, Penggelapan 440 kasus, Pencurian deng­an Kekerasan (Curas) 325 kasus, Pengrusakan ter­hadap Fasilitas Umum (Fa­sum) 173 kasus, Pe­nga­niaya­an Berat (Anirat), Judi dengan 41 kasus, Perkosaan 18 kasus, dan Kasus Pem­bunuhan menempati pe­ringkat terendah dengan dua kasus.

Meningkatnya beberapa kasus di Kota Padang tentu­nya menjadi pekerjaan ru­mah bagi Polresta Padang selaku institusi kepolisian tertinggi di Kota ‘Bing­ku­ang’ ini untuk menekan angka kriminalitas dan Ke­ce­lakaan Lalu Lintas (Laka Lantas)

Wisnu sendiri mengakui bahwa masih banyak hal yang harus dibenahi di tubuh jajarannya. ”Pekerjaan po­lisi ke depan akan semakin berat karena masih banyak kasus yang masih belum terselesaikan hingga saat ini, baik itu melibatkan oknum Polri maupun masyarakat umum,” akuinya.

Sementara itu, Kasus Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) di Kota Pa­dang mengalami kenaikan. Jika pada Tahun 2014 jum­lah kasus Laka Lantas “ha­nya” 409 dengan rincian korban tewas 60 orang, Luka Berat (LB) 273 orang, Luka Ringan (LR) 454 ora­ng deng­an total kerugian mencapai Rp. 786.070.000 maka di tahun 2015 men­capai 491 kasus, dengan rincian korban tewas 69 orang, Luka Berat (LB) 269 orang, Luka Ringan (LR) 531 orang dengan total ke­ru­gian mencapai Rp. 772,400 juta.

“Meskipun dari no­mi­nal kerugian menurun, na­mun dari jumlah angka ke­ce­lakaan dan korban me­nga­lami peningkatan. Me­nurut saya, kecelakaan ini karena masih kurangnya kesadaran masyarakat da­lam berkendara. Untuk itu, saya menghimbau agar ma­sya­rakat selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan menjaga keselamatan diri dalam berkendara, se­perti menggunakan helm,” tutupnya. (h/mg-adl)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 26 September 2018 - 16:53:42 WIB

    Hingga Juni, Ada 28 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Padang

    Hingga Juni, Ada 28 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Sampai dengan semester satu, tercatat 28 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Padang. Terus terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak disebabkan keengganan dari korban u.
  • Jumat, 02 Februari 2018 - 09:44:26 WIB

    Wakil Rakyat Kaji Kasus Tanah Maboet

    Wakil Rakyat Kaji Kasus Tanah Maboet PADANG, HARIANHALUAN.COM – Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengadakan pertemuan dengan perwakilan masyarakat Forum Nagari Tigo Sandiang di Aula Universitas Baitturahmah, Kamis (1/2). Kedatangan politisi Gerindra itu untuk menden.
  • Selasa, 02 Januari 2018 - 10:22:30 WIB

    Persentase Penyelesaian Kasus 2017 Lebih Rendah

    Persentase Penyelesaian Kasus 2017 Lebih Rendah PADANG, HARIANHALUAN.COM – Angka kejahatan di Padang sepanjang tahun 2017 menurun dibanding tahun sebelumnya. Hanya saja tingkat penyelesaian perkara yang masuk ke jajaran Polresta Padang justru lebih rendah dibanding tahun.
  • Kamis, 06 April 2017 - 11:01:06 WIB

    Maret, Kasus DBD Turun 70 Persen

    PADANG, HALUAN--Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang, mencatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang Maret 2017 mengalami penurunan sekitar 70 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2016. .
  • Kamis, 23 Februari 2017 - 10:15:16 WIB

    Disnakerin Tangani 17 Kasus PHK

    Disnakerin Tangani 17 Kasus PHK PADANG,HALUAN— Pada tahun 2016, jumlah kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) yang tercatat di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang tercatat sebanyak 134 kasus. .

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM