Diduga Terima Suap

Oknum Jaksa Dilaporkan ke KPK dan Kejagung


Sabtu, 02 Januari 2016 - 05:47:16 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Oknum Jaksa tersebut diduga menerima suap dalam penanganan kasus dugaan pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) atas Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah seluas 382 meter persegi di Jalan Rajawali Sakti RT 01 RW 01 Kelurahan Simpang Baru Keca­matan Tampan.

Tudingan Marizon tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, Mar­diana dan Puji Sunanto, tidak dilakukan penahanan oleh pihak Jaksa. Padahal, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Nege­ri Pekanbaru sudah mengeluarkan berita acara perintah penahanan/penahanan lanjutan terhadap kedua tersangka tersebut.

Laporan ke dua institusi penegak hukum tersebut diserahkannya langsung pada 28 dan 29 Desember 2015 kemarin. Marizon melapor­kan tindakan sewenang-wenang dan intervensi terhadap perkara yang dilakukan oleh oknum Kejati Riau. Selain itu, Marizon mewakili istri­nya, Nurbaini, juga meminta pene­gak hukum untuk melakukan pena­hanan lanjutan terhadap kedua tersangka.

“Namun sampai sekarang yang bersangkutan belum juga ditahan. Ini ada apa,” tanya Marizon, Kamis (31/12). Menurutnya, penahanan terha­dap kedua tersangka ini pen­ting dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti melarikan diri, merusak barang bukti atau mengulangi tindak pi­dana.

Lebih lanjut, Marizon menyebut kalau pada Jumat (18/12) lalu, telah dilakukan penyerahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti atau tahap ke II kepada JPU, guna proses penuntutan di pengadilan terhadap Puji Sunanto dan Mar­diana yang disangka melanggar Pasal 264 ayat (2) dan atau Pasal 263 ayat (2) KUHPidana.

“Kami menduga salah seorang oknum JPU di Kejati Riau telah menerima sejumlah uang dari Mar­diana agar perkara kami ini diper­sulit,” tuding Marizon.

Dugaan tersebut, diperkuat dengan adanya tindakan salah satu oknum Jaksa di Kejati Riau yang mengembalikan berkas penyidikan ke Polda Riau sebanyak tiga kali. Bahkan menurut Marizon. Merasa ada yang janggal, pihak korban kemudian menanyakan kepada ok­num Jaksa tersebut terkait alasan pengembalian berkas kasus tersebut.

“Saat saya tanya alasan pe­ngem­balian berkas penyidikan tersebut, dia (oknum Jaksa,red) selalu bilang ke saya, itu atas perintah pimpi­nannya,” terang Marizon.

Kekesalannya semakin memun­cak saat oknum Jaksa ini menga­takan akan mengembalikan uang yang pernah diberikan kepada dirinya. Marizon mengaku bebe­rapa waktu lalu memang sempat menyerahkan sejumlah uang kepada oknum Jaksa ini untuk memu­luskan perjalanan kasusnya.

“Kami menduga, oknum Jaksa ini sudah menerima uang dari Mardiana yang jumlahnya lebih besar dari yang kami berikan. Makanya kami selalu dipersulit,” lanjutnya.

Untuk diketahui, Notaris Puji Sunanto diiduga memalsukan Akta Jual Beli (AJB) Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah seluas 382 meter persegi di Jalan Rajawali Sakti RT 01 RW 01 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan milik Nurbaini.

Kasus dugaan pemalsuan ini bermula saat Nurbaini dan Mar­diana menjalin kerjasama dalam proyek tanah timbun. Perjanjian diantara mereka dalam bentuk peminjaman uang sebesar Rp600 juta pada Nurbaini oleh Mardiana dengan jaminan sertifikat tanah.

Di tengah perjalanannya, mun­cul AJB atas tanah yang dijamin­kan. Temuan ini terang saja membuat pihak Nurbaini heran. Sebab diri­nya me­rasa tidak pernah menjual tanahnya. Kecurigaan atas AJB ini kemudian dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Riau. Hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) Medan tanda­tangan pada AJB itu diduga palsu. Mardiana sudah pernah diperiksa status tersangka namun hingga saat ini belum dita­han. (hr/dod)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 28 November 2016 - 00:43:39 WIB

    Oknum PNS Diskes Pelalawan Ditangkap Polisi

    PANGKALAN KERINCI, HALUAN — Ok­num Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabu­paten Pelalawan kembali ditangkap polisi, Jumat (25/11) pekan lalu. Bahkan langsung dijebloskan ke penjara untuk memper­tanggungjawabkan perbuatannya..
  • Jumat, 14 Oktober 2016 - 01:12:20 WIB

    Oknum Diduga TNI dan Lima Wanita Terjaring Razia

    Oknum Diduga TNI dan Lima Wanita Terjaring Razia PEKANBARU, HALUAN — Oknum diduga TNI terjaring razia yang digelar Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, Satpol PP Riau dan Polisi Militer (POM) di salah satu kos kawasan Jondul, Kota Pekan­baru, Riau.
  • Kamis, 06 Oktober 2016 - 02:01:36 WIB

    29 Oknum Polisi Riau Dipecat

    PEKANBARU, HALUAN — Kepolisian Daerah (Polda) Riau telah memecat 29 oknum polisi sejak Januari hingga September 2016. Hal tersebut dilakukan untuk membersihkan penyakit yang ada di tubuh kepolisian..
  • Rabu, 28 September 2016 - 02:00:20 WIB

    Oknum cleaning service Bakar Sisa Sampah

    DURI, HALUAN – Menjelang azan Asyar, sekitar pukul 15.00 WIB, terlihat asap hitam me­nge­pul tinggi tepat di belakang ruko Bank BNI, Jalan Jendral Sudirman, Duri, Selasa (27/9)..
  • Jumat, 09 September 2016 - 01:39:59 WIB
    DIDUGA TAK KANTONGI IZIN

    Hutan Bukit Kartini Dibabat Oknum Perusahaan

    BATAM, HALUAN — Hutan lindung bukit di Bengkong Kartini, Kecamatan Bengkong, hampir gundul dibabat oleh oknum perusa­haan, yang diduga tidak mengantongi izin. Selain itu, tanah hutan itu dipakai untuk menimbun reklamasi di.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM