Malam Tahun Baru Renggut Korban Jiwa


Sabtu, 02 Januari 2016 - 03:50:17 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Rahangnya hancur,” kata Garin seperti diku­tip AFP. “Pria itu tewas di rumah sakit.”

Delapan puluh persen penduduk Filipina beragama Katolik, tapi kepercayaan terhadap takhayul mengalir dalam dara rakyat negeri itu. Ada tradisi takhayul Filipina yang menyambut Tahun Baru dengan membuat kebisingan untuk menangkal nasib buruk. Orang-orang menyalakan petasan, atau menembakan senjata ke udara.

Departemen Kesehatan mengatakan 380 orang ce­dera akibat kembang api, dan empat orang terkena pe­luru nyasar. Ruang gawat darurat di seluruh rumah sakit Filipina dipenuhi korban petasan. Mereka datang dengan luka berdarah di tubuh, dan anggota badan lainnya.

Seorang anak usia delapan tahun di Propinsi Nueva Vizcaya, misalnya, kehilangan tiga jari akibat petasan meledak di tangan. Sembilan anak lainnya harus menjalani amputasi jari. Di permukiman gubuk kumuh Manila, petasan menciptakan negara api yang nyaris membakar seluruh permukiman.

Renato Marcial, juru bicara pemadam kebakaran, mengatakan api menghancurkan labirin sempit kayu lapis dan kardus pada Jumat (1/1) dini hari. Johny Yu, petugas bencana kota Manila, mengatakan 3.000 orang kehilangan tempat tinggal. Banyak warga Filipina menyimpan senjata berli­sensi, sebagai antisipasi kejahatan di malam Tahun Baru. Manila adalah kota dengan kejahatan cukup tinggi. (h/inl)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM