Maskot Asian Games Dikritik

Masyarakat Gelar Sayembara Independen


Sabtu, 02 Januari 2016 - 03:36:35 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Masyarakat Gelar Sayembara Independen

Maskot Asian Games, Drawa, memang terus di­ban­jiri kritik. Desainnya yang kaku dan jadul disebut-sebut jauh dari rupa cende­ra­wasih, tapi dinilai lebih mirip ayam.Kurator seni dan desainer tanah air me­minta agar maskot di­per­baiki. Pemerintah me­n­yambut dengan baik dengan ber­­lapang dada untuk me­l­a­ku­kan per­bai­kan maskot dengan menggandeng pi­­hak pro­fesional.

Hellomotion ya­ng mem­puny­ai pe­nga­laman panjang me­ng­garap logo dan desain me­ra­maikan dengan membuat sayembara independen yang diumumkan lewat Hel­lo­mo­tion.com. Ada hadiah yang ditawarkannya. Adit sapaan karib Wahyu Aditya menyebut langkah itu di­ambil se­bagai ben­tuk kon­tri­busi ter­hadap pe­nyel­eng­ga­raan Asian Games.

“Dari­pa­da kami cuma me­ng­hujat at­au men­cela, kami juga memberi ruang untuk masyarakat gu­na berkontribusi. Ini bu­kan mengkritik tapi alter­natif solusi. Ini bentuk kon­tri­busi kami sebagai rakyat In­do­nesia. Minimal me­ramai­kan,” kata Adit Jumat (1/1).

“Keputusan pemerintah untuk tidak membuat sa­yem­bara tapi menggandeng komunitas kreatif tak ma­salah. Kami menyambut baik karena cara itu yang lebih cepat. Mereka pasti mempunyai deadline, ada timetable yang sudah fix. Kami sebagai publik yang tidak tahu timetable mereka turut merayakan. Ini bentuk ekspresi publik. Hadiahnya juga enggak se­be­ra­pa. ”ung­kapnya.

“Dari hellomotion me­mang selalu memberi ruang untuk berkreasi. Ini bukan sayembara formal, tidak berharap banyak ribuan yang ikut. Kami memberi ruang saja karena kami menyadari saat ini masya­rakat sudah melek tek­no­logi, sudah banyak pro­sumer fenomena yang ora­ng-orang punya hobi ber­visual, tapi bukan pro­fe­sional.”imbuhnya.

­“Sejak awal kami men­yebut kalau ini tidak ada hubungannya dengan pa­nitia Asian Games atapun pe­me­rintah.  Hasil dari sa­yem­bara ini setidaknya bisa membuat pemerintah dan panitia Asian Games punya banyak pilihan, tidak satu atau cuma dua. Biasa kan muncul kejutan-kejutan dari sayembara seperti ini. Ter­buka. Tidak hanya Jakarta sentris,” jelas dia. (h/dtc)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM