Merawat Mesin Injeksi Sendiri


Sabtu, 02 Januari 2016 - 01:53:23 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Tentu jika tahu caranya. Nah, buat mesin injeksi, tak perlu melakukan penye­telan sendiri yang ribet dan butuh alat khusus. Bisa pakai alat sederhana dan dilakukan sendiri di garasi rumah.

Meski dirancang hampir minim perawatan dan pe­nyetelan, mesin injeksi ben­sin perlu juga diperhatikan. Utamanya proses pem­ber­sihan di komponen-kom­ponen kontrol utama yang mengatur kerja mesin. Usia pakai, udara kotor dan iklim lembab membuat perawatan mesin injeksi sebaiknya dilakukan secara rutin.

Buat mobil yang di­pakai hampir setiap hari, sebaiknya lakukan servis mandiri setiap 5.000 km atau sekitar 3 bulan sekah.

Throttle Body

Komponen ini tak perlu penyetelan namun harus sering dibersihkan. Fung­sinya untuk mengatur udara yang masuk ke dalam mesin. Filter udara yang jarang dibersihkan ditambah ling­kungan yang berdebu me­nimbulkan gum (jelaga hi­tam yang lengket) di dalam throttle body. Jika terus dibiarkan, gum ini akan mengacaukan kerja sensor throttle (Throttle Position vnsot/TPS) hingga paling parah membuat putaran mesin pincang.

Gum ini lengket dan agak sulit dibersihkan, na­mun di pasaran ada cairan khusus yang memang dibuat untuk mengikis kotoran membandel tersebut. se­baiknya pilih yang memang dirancang khusus untuk mesin injeksi (injection cleaner), jangan carburettor cleaner karena sifat kimia bahan pembersihnya rentan merusak servo idle speed.

Cara membersihkan bisa dilakukan dengan pe­nyem­protan langsung ke throttle saat mesin hidup sambil dijaga agar mesin tidak sam­pai mati. Skep kabel gas bisa ditahan pakai tangan sem­bari cairan pembersih di­sem­protkan ke mulut throt­tle. Jika dirasa sudah bersih, segera matikan mesin. Se­telah sekitar 15 menit ke­mudian, start kembali me­sin dan ‘mainkan’ pedal gas hingga 5.000-6.000 rpm.

Maksudnya agar sisa kerak yang terkikis mampu terbuang tuntas melalui gas buang.

Sensor

Ada lebih dari sepuluh sensor di mesin injeksi, mulai dari sensor pengapian, nosel injektor, throttle po­sition, idle, suhu air pen­dingin, dan lainnya. Cara mengetahui komponen ini cukup mudah. Hampir semua memiliki kabel yang terhubung ke ECU.

Solusinya simpel saja, konektor yang kotor tadi dibersihkan. Biar hasilnya maksimal, manfaatkan contactcleaner yang memang khusus dibuat untuk membersihkan konektor kelistrikan. Tak harus memakai contact clener yang khusus buat otomotif, produk pendukung elektronik juga bisa digunakan. Intinya, cairan kimia tersebut mampu mengikis kerak dan kotoran hingga aliran tegangan listrik lancar kembali.

Sebagian sensor cukup dengan men¬cabut konektornya saja setelah menekan klip pengunci. Namun di beberapa sensor telah dilengkapi klip pengunci berbentuk kawat. Buat model seperti ini, cungkil klip lebih dulu sebelum menarik konektor lepas dari dudukannya. Pasang kembali klip kawat sebelum mencolokkan konektor kembali. Semprot poin kontak di tengah konektor hingga bersih.

Letak konektor di tiap mobil berbeda, namun pastikan seluruh konektor sensor mulai nosel injektor, airflow (mass sensor), throttle position, oksigen, hingga distributor (crank angle) bebas dari kerak atau kotoran.

Filter Bensin dan Udara

Suplai bensin yang tersendat bisa diakibatkan filter bensin yang mampat akibat kotoran. Meski usia pakai filter bensin mesin injeksi lebih lama dari karburator, jika sudah kotor wajib pula diganti atau dibersihkan. Pembersihan sebaiknya tiap 20.000 km dan diganti tiap 40.000 km. Kondisi tangki bensin yang jarang terisi penuh akan mempercepat kotoran menyumbat saringan.

Proses pembersihannya harus melepas filter dari dudukan. Pada mobil Jepang terletak di dekat firewall. Lepas slang bensin masuk dan keluar lebih dulu sebelum melepasnya dari dudukannya. Tiup dari arah bensin masuk (umumnya tertera di bodi filter saluran masuk dan keluar bensin) hingga kotoran beserta sisa bensin terdorong keluar. Ulangi beberapa kali dengan memasukkan bensin ke dalamnya sambil dikocok-kocok sampai bensin yang keluar bersih.

Terminal Aki

Nyawa mesin injeksi bertumpu pads pasokan listrik yang stabil. Nah, selain alternator, kondisi aki juga wajib dijaga agar suplai tegangan ke ECU dan sensor berlangsung normal saat pertama kali mesin distart. tak hanya mameriksa volume air aki, terminalnya juga harus bebas dari kotoran atau kerak. Suplai tegangan yang tersendat membuat kinerja ECU dan mesin berputar abnormal saat distart.

Busi

Seperti juga mesin ben­sin lain, busi di mesin in­jeksi perlu dibersihkan. Utamanya dari tumpukan kerak di ujung elek­trodenya. Tak perlu ganti bila elektrode masih tebal, cukup kikis kerak dengan sikat kawat. Sebaiknya tak mengganti busi dengan spe­sifikasi di luar rekomendasi pabrikan. Jika hal ini dilanggar, risiko ECU rusak akibat resistensi busi yang tak cocok sangat mungkin terjadi. (**)

 

Laporan:
HELDI SATRIA



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 25 Juni 2016 - 02:33:50 WIB

    Merawat Rambut Wanita Berhijab

    Merawat Rambut Wanita Berhijab Rambut yang ditutup sebetulnya jauh lebih sehat, bila kemudian perawatan rambut sehari-hari yang dilakukan baik dan benar, maka rambut tertutup ini akan semakin sehat dan bagus..
  • Sabtu, 09 April 2016 - 01:40:22 WIB
    Usaha Tenun Ibu Yumidra

    Merawat Tradisi dan Meraup Rupiah

    Merawat Tradisi dan Meraup Rupiah Kerajinan tenun songket merupakan salah satu produk tekstil tradisional yang dapat ditemukan di banyak daerah di Indonesia. Masing-masing daerah memiliki ciri dalam teknik pembuatan dan motif. Ciri ini menjadi identitas buday.
  • Sabtu, 26 Desember 2015 - 01:21:08 WIB

    Merawat Interior Mobil Demi Kenyamanan Berkendara

    Merawat Interior Mobil Demi Kenyamanan Berkendara Selain kenyamanan berkendaraan bergantung pada performa mesin mobil yang stabil, bagian dalam (interior) juga menjadi alasan pengendara untuk betah berlama-lama saat mengemudi. Untuk itu, sangat penting rasanya menjadikan int.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM