Dituding Ngemis Jabatan

PAN Jadi Bulanan Pendukung Pemerintah


Kamis, 31 Desember 2015 - 04:22:10 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Ketua DPP PAN, Azis Subekti menjawab tudingan beberapa partai politik yang menyatakan dia sedang me­nge­mis jatah menteri. Dia mengaku hanya menyam­pai­kan wacana analisis dan menyangka banyak orang melihat posisinya terlalu lemah untuk meng­inter­vensi presiden.

“Itu di luar konteks. Dia enggak memahami esensi berita. Tak pernah saya bi­lang minta jatah menteri. Kalau dia mempersepsikan bahwa saya orang yang bisa mendikte (presiden) dan kemudian mengintervensi perombakan kabinet, ya saya senang sekali, hebat dong saya,” kata Azis, seper­ti dilansir merdeka.com, Rabu (30/12).

Azis mengakui, bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif presiden. Hanya Jokowi yang bisa memu­tuskan, sedangkan pihak lain bisa menyampaikan pandangannya, bukan ma­lah bungkam.

“Itu lebih pada istilah­nya, dia seolah-olah mau membela presiden, tapi me­nu­rut saya tidak tepat. Ter­lalu paranoid, ketakutan dengan keadaan. Padahal ini kan wacana biasa, kalau­pun saya tidak menyam­paikan ada orang lain yang akan menyampaikan hal itu. Presiden tentu lebih tahu kapan mengumumkan itu,” jelasnya.

Menurut analisisnya, reshuffle itu kan kebutuhan publik. Hal tersebut bisa dilihat dari kondisi negara yang dipengaruhi kinerja menteri. “Mestinya, ya me­mang segera kalau reshuffle. Ini bukan mendesak, hanya pandangan saya pribadi. Karena reshuffle itu bagian dari momentum untuk ada pergerakan baru di dalam tim untuk mendukung pen­capaian kinerja presiden,” tuturnya.

Sebagai orang biasa, Azis menyampaikan, bahwa membahas isu reshuffle sebenarnya tak masalah, bukan sesuatu yang sakral. Menurutnya, Jokowi sendiri juga butuh wacana dari publik.

“Kalau orang kecil se­per­ti saya bicara reshuffle tak masalah, itu bagus se­be­­narnya. Itu wujud bahwa soal reshuffle, walaupun hak prerogatif presiden, itu ada­lah bukan hal yang sakral. Desakralisasi terha­dap isu reshuffle itu baik. Karena ya semua pejabat publik itu akan membuat negara ini makin sehat,” ujarnya.

Azis juga menjelaskan, bahwa tak ada upaya men­desak dari dirinya. Jaba­tannya tak akan mem­beri­kan tekanan agar Jokowi segera memberi ke­putu­san. “Mengintervensi itu, kalau ada seseorang duduk bersa­ma presiden, lalu pre­siden ditekan, itu baru mendikte. Kalau orang kayak saya ini ya ber­wa­cana namanya,” pung­kas­nya. (h/nas)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM