Sekitar 1.085 WNI Terindikasi ISIS


Rabu, 30 Desember 2015 - 03:00:56 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Sekitar 1.085 WNI Terindikasi ISIS KAPOLRI Jenderal Pol Badrodin Haiti (kanan) didampingi oleh Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan (kiri) memberikan paparan tentang kinerja Polri pada tahun 2015 di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (29/12). (ANTARA)

Sementara yang sudah ber­gabung dengan ISIS selama 2015 berjumlah 408 orang.

Badrodin menyampaikan itu dalam acara Refleksi Akhir Tahun Kinerja Polri di aula Rupatama Mabes Polri, Ke­ba­yoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (29/12/2015). Seluruh petinggi Polri seperti Wakapolri Komjen Budi Gunawan, Irwa­sum Komjen Dwi Priyatno tam­pak hadir dalam acara itu.

Badrodin menambahkan, se­banyak 47 WNI yang be­rang­kat ke Suriah untuk mendukung ISIS berhasil kembali ke Indo­nesia. Namun, sebanyak 45 WNI yang turut bertempur mem­per­juang­kan ISIS diduga tewas di Suriah.

“Sementara ada sekitar 1.085 orang di Indonesia yang terin­dikasi pendukung dan simpati­san ISIS. Ini sedang kami pantau pergerakannya,” ujar Badrodin.

Badrodin mengungkapkan sejumlah alasan para WNI itu bergabung ke Suriah. Di antara­nya karena keyakinan dan dijanji­kan mendapat kehidupan yang lebih baik dibanding di Indonesia.

“Sebagian besar karena ke­ya­kinan. Tetapi ada juga yang kita temukan, orang tersebut telah kembali ke Indonesia. Dia me­rasa hidup di sana (Suriah) tidak benar, dijanjikan mendapatkan sesuatu, tetapi selama dia tinggal di sana tidak mendapat apa-apa,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan men­ga­­takan, kelompok teroris Indo­nesia sudah mempunyai hu­bung­an lang­sung dengan kelompok teroris ISIS di Suriah.

Markas Besar Kepolisian Re­pub­lik Indonesia menyebut ISIS diindi­kasi­kan akan membuat Indo­nesia sebagai mar­kas perlawanan ISIS wilayah Asia. Anton Charli­yan men­jelas­kan penangkapan terduga teroris ini­sial AL asal Uighur China di Bekasi beberapa waktu lalu, menguatkan indikasi itu. 

“Bahwa ISIS ini merupakan jaringan internasional. Dan Indo­nesia ini akan dijadikan salah satu base camp di Asia Tenggara atau mungkin saja di Asia. Se­hingga ada hubungan antara satu negara dengan negara lain. Ini baru dari China, bisa juga belum kita temukan dari negara lain,” kata Inspektur Jenderal Anton Charlatan.

Kepala Badan Nasional Pe­nang­gulangan Terorisme (BNPT) Saut Usman Nasution menga­takan, untuk saat ini baru dari kelompok Uighur yang masuk ke Indonesia dan sudah bergabung dengan Santoso.  (dtc/voa/met)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 20 April 2016 - 03:01:35 WIB
    Cegah Aksi Pembajakan

    Kapal Indonesia di Sekitar Perairan Filipina Dikawal

    JAKARTA, HALUAN — Aksi penyenderaan 14 WNI oleh kelompok militan Abu Sayyaf membuat Indonesia lebih waspada. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan untuk melakukan pengawalan terhadap kapal-kapal Indonesia yang bera.

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM