Resolusi Tahun Baru 2016


Rabu, 30 Desember 2015 - 02:44:30 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Menyambut tahun baru 2016, mayoritas orang ber­ha­rap mengalami berbagai peningkatan- dalam ke­hidupannya. Orang tidak ingin di tahun 2016 yang akan dijalaninya, sama saja capaiannya dengan apa yang telah dilaluinya di 2015 ataupun 2014. Agar keinginan itu dapat terwujud, tentu perlu dilakukan berbagai langkah atau resolusi yang terencana dan terukur dengan baik.

Dikutip dari Wikipedia Resolusi Tahun Baru adalah tradisi sekuler yang umumnya berlaku di dunia barat, tapi juga bisa ditemukan di seluruh dunia. Menurut tradisi ini, seseorang akan berjanji untuk melakukan tindakan perbaikan diri yang akan dimulai pada Hari Tahun Baru.

Asal resolusi, berawal dari Penduduk Babilonia kuno berjanji kepada para dewa yang mereka sembah setiap awal tahun bahwa mereka akan mengembalikan semua benda-benda yang telah mereka pinjam dan membayar utang mereka.

Lalu, Bangsa Romawi memulai awal tahun dengan berjanji kepada dewa Janus, yang namanya diabadikan menjadi nama bulan Januari. Pada abad pertengahan, para kesatria mengucapkan “sumpah merak” pada akhir musim Natal setiap tahunnya untuk menegaskan kembali komitmen mereka sebagai kesatria.

Tahun 2015 akan segera berlalu dan 2016 akan datang menyongsong. Pergantian tahun selalu dipe­ringati dengan berbagai cara. Namun secara umum, peringatan pergantian tahun baru mesehi, selalu  identik dengan kegembiraan dan bahkan cenderung hura-hura. Pesta kembang api, mercon, api unggun dan pesta spesial di diskotek serta di berbagai tempat hiburan lainnya. Begitulah rutinitas setiap tahun.

Di Sumatera Barat, pesta-pesta tahun baru seperti di atas, juga ramai digelar. Meskipun Majelis Ulama Indonesia (MUI), para ustadz dan sebagian pemerintah daerah dari jauh-jauh hari, memberikan peringatan dan larangan agar jangan memperingati tahun baru masehi dengan hura-hura, tapi tetap saja mayoritas masyarakat mengabaikan imbauan tersebut.

Kita tidak akan membahas soal pro-kontra cara memperingati Tahun Baru 2016. Yang ingin sedikit disentuh adalah pentingnya bagi masing-masing pribadi untuk melakukan refleksi dan evaluasi atas apa-apa yang telah dilaksanakan di tahun 2015. Sejauh mana capaian-capaian atas target atau rencana di tahun 2015. Tentulah ada yang berhasil dan ada pula yang gagal atau yang masih tertunggak.

Perlu tentunya mengetahui dan memahami di mana letak masalah dan apa penyebab kegagalan yang dihadapi di 2015. Jika telah diketahui dan dipahami penye­babnya, tentu hal itu akan menjadi pengalaman berharga. Sehingga bisa menjadi pelajaran dan petunjuk untuk  tidak gagal lagi di tahun 2016.

Tanpa kecuali, orang-orang pribadi perlu membuat perencanaan yang baik untuk dilaksanakan satu tahun mendatang. Tanpa target dan rencana yang baik dan terukur, sama saja halnya dengan kapal yang berlayar di lautan tanpa tujuan yang jelas. Kapal itu akan diombang-ambing gelombang dan akhirnya bisa pecah dan tenggelam ditelan ombak.

Bagi para pemimpin atau pejabat negara juga perlu mengevaluasi sejauh mana pengabdian yang diberikan terhadap negara. Para pemimpin dan pejabat itu, tak cukup hanya mengevaluasi capaian dari target dan rencana individunya saja. Tapi juga harus mengukur sejauh mana dia berbuat untuk kesejahteraan rakyat. Catatan buruk para pejabat dan pemimpin tahun 2015 mesti dijadikan pelajaran yang berharga. **



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM