Penyaluran Kredit UMKM Sumbar Capai Rp14,7 Triliun


Rabu, 30 Desember 2015 - 02:05:53 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Angka ini sedikit per­lam­batan dibandingkan tri­wulan II yang tumbuh 6,3 persen,” kata Kepala per­wakilan BI Sumbar Puji Atmoko di Padang, Selasa (29/12).

Ia menyampaikan hal itu dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Sumbar Triwulan III 2015 yang diterbitkan BI per­wakilan Sumbar.

Menurut dia penyebab terbesar turunnya per­tum­buhan UMKM terjadi pada kredit skala menengah yang terus mengalami per­lam­batan sejak setahun terakhir dan terjadi kontraksi minus 1,2 persen pada triwulan III.

Sementara itu per­tum­buhan kredit skala mikro mencapai 17,9 persen dan skala kecil 2,7 persen atau nisbi stabil, ujarnya.

Ia mengatakan ber­dasar­kan sektor ekonomi, per­lambatan kredit UMKM tersebut terjadi pada sektor ekonomi Perdagangan, Ho­tel dan Restoran (PHR) yang tumbuh melambat me­n­jadi 5,6 persen pada tri­wulan III dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 6,9 persen.

Sektor ekonomi per­dagangan, hotel dan res­to­ran sangat berpengaruh pa­da penyaluran kredit UM­KM karena porsi kreditnya yang sangat tinggi mencapai 62 persen dari total kredit UMKM, diikuti oleh sektor pertanian 14 persen, dan industri pengolahan 9 per­sen, paparnya.

Ia menyampaikan se­cara umum, kegiatan usaha ber­skala UMKM menjadi salah satu penopang pe­re­ko­no­mian di Sumbar ka­rena ju­mlah­nya yang besar dan kontribusi kredit yang cukup tinggi mencapai 33 persen dari total kredit bank umum.

Kemudian, per­lambatan per­tumbuhan kredit UM­KM diikuti dengan mem­buruknya kualitas pem­biayaan kredit UMKM. Pa­da triwulan III rasio Non Perfoming Loan (NPL) atau kredit bermasalah UMKM meningkat menjadi menjadi 6,7 persen dari sebelumnya 6,2 persen.

Puji mengingatkan rasio kredit bermasalah tersebut melampaui batas aman yang ditetapkan oleh BI sebesar lima persen, sehingga perlu menjadi perhatian per­ban­kan daerah untuk terus me­la­kukan pengawasan secara mendalam terhadap kinerja debitur UMKM, dan me­ning­katkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.

Sementara Kepala Kan­tor Otoritas Jasa Keuangan Sumbar Indra Yuheri men­yebutkan pertumbuhan kre­dit perbankan di Sumbar dalam tiga tahun terakhir tumbuh dari Rp34,31 trili­un menjadi Rp40,48 triliun.

Ia mengatakan ke depan pihaknya akan me­ngem­bangkan pengawasan te­rin­tegrasi terhadap perbankan berdasarkan risiko kepada bank secara individual mau­pun yang terintegrasi de­ngan layanan jasa keuangan lainnya.  (h/ans)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 21 Oktober 2016 - 01:34:00 WIB

    Penyaluran Dana KUR, Pemerintah dan Perbankan Dinilai Belum Bersinergi

    PADANG, HALUAN — Pakar Ekonomi Kerakyatan, Syafrizal Can, mengatakan pemerintah dan perbankan tidak bersinergi dalam penyaluran penyempurnaan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kedua pihak tersebut tidak bekerja sama dengan ba.
  • Rabu, 18 Mei 2016 - 03:31:46 WIB

    SIKP Mudahkan Penyaluran KUR untuk UMKM

    SIKP Mudahkan Penyaluran KUR untuk UMKM PARIAMAN, HALUAN — Pemerintah Kota Pariaman dan Kementerian Keuangan melalui Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Negara (Kanwil DJPBN) Provinsi Sumbar, menandatangani nota kesepahaman mengenai Sistem Informasi Kredit Progr.

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM