Mahasiswi IPB Asal Pekanbaru Jatuh dari Gedung Lantai II


Sabtu, 26 Desember 2015 - 03:21:00 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Sejak peristiwa terjadi Fuza telah dinyatakan kritis dan dirawat di Rumah Sakit Per­tamedika Sentul, tin­dakan operasi sudah dila­kukan dengan me­nge­luar­kan darah di otak sebagai upa­ya menghentikan pen­darahan yang terjadi. Bah­kan saat itu juga dokter me­mutuskan untuk me­ngang­kat tulang tengkorak Fuza sebagian dan disimpan di­perut, akan dipasang ke­m­bali bila keadaan dan kon­disi memungkinkan.

Menurut dokter yang me­rawat kondisi Fuza me­nun­jukkan telah terjadi ke­ru­sakan otak parah, me­nga­kibatkan dirinya kritis sejak operasi hingga (14/12), ke­marin, dan selama itu pula Ia dirawat intensif di ICCU. Kerusakan otak tersebut mengakibatkan  Fuza harus mengalami kelumpuhan se­bagian badannya, dan bu­tuh­kan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit, sedangkan Fuza berasal dari keluarga ku­rang mampu secara ekonomi.

“Alhamdulillah sejak dirawat kondisi anak saya sudah mulai membaik, Fuza sekarang sedang rawat jalan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, sekali seminggu dilakukan pengecekan kon­disi kesehatannya. Se­be­lumnya Fuza sudah di­ope­rasi diRumah Sakit Per­tamedika Sentul, di­rawat se­lama 23 hari, biaya ditang­gung oleh pihak IPB, karena ketergantungan biaya itulah anak saya sekarang di­pin­dahkan ke RSAPD. Jujur kami sangat membutuhkan bantuan dari pihak donatur, demi kesembuhan anak sa­ya,” kata Amril, orang tua Fuza, saat dihubungi, Ju­mat,(25/12).

Selama proses rawat ja­lan anaknya, untuk se­men­tara Amril bertempat tinggal di Mess Dinas Per­hu­bu­ngan, seraya menungu ke­ajaiban dari Allah untuk ke­sem­bu­han Fuza. Setelah kondisi Fuza benar- benar membaik, barulah keluarga Amril akan kembali Kota Pekan­baru. Fuza adalah anak per­ta­ma dari empat ber­saudara yang keseluruhanya pe­rem­puan. Istrinya sudah me­ninggal dunia sejak Fuza masih duduk di SMA, Amril saat ini juga harus meng­hidupi tiga orang adik Fuza yang masih kecil-kecil. S­e­mentara untuk memenuhi kebutuhan hidup, dirinya hanya seorang pedagang jilbab di Pasar Ramayana, Pekanbaru, dengan peng­hasilan yang pas- pasan. Mirisnya kios yang biasa ditempati untuk Amril ber­dagang, sama diketahui su­dah terbakar akibat per­is­tiwa yang terjadi belum lama ini.

Fuza adalah mah­a­siswa alih jenjang pada Jurusan Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Angkatan 51, sebagai ma­hasiswa semester 3. Me­nga­lami kecelakaan dan nyaris merenggut nyawa saat me­nyiap­kan event mahasiswa di gedung Graha Widya Wi­suda (GWW) IPB. Sejauh ini untuk biaya pengobatan ditanggung dari pihak IPB dan selebihnya dari Ikatan Alumni IPB, Himpunan Alumni IPB, Keluarga BEM FEMA IPB, dan Ke­luarga Besar GM FEMA, yang dikumpulkan dengan cara penggalangan dana.

“ Mengingat masih pan­jangnya waktu dan biaya yang ditanggung dalam masa pemulihan, dengan segala ke­r­endahan hati, kami me­mohon keikhlasan Bapak dan Ibu untuk menyisihkan sebagai rezeki bagi pe­nutu­pan sisa biaya rumah sakit dan biaya-biaya lainnya.  Berapapun besarnya donasi yang diberikan akan sangat besar bagi kelangsungan perawatan dan pengobatan anak saya,” harap Amril.

Kondisi Fuza kata Amril saat ini sudah siuman dan juga sudah sedikit me­nge­tahui kondisi sekitar, hanya saja nanti masih akan di­lakukan pemasangan ba­tok kepala yang kemarin di­ke­luar­kan disimpan didalam perut. Selang tiga- empat bulan sesuai dengan kondisi kesehatan Fuza akan di­lakukan pemasangan.

Untuk konfirmasi dan in­f­ormasi dapat meng­hu­bu­ngi Amril dinomor 08129477008,  kiranya All­ah ­melapangkan jalan bagi usaha ini dan semoga Allah membalas setiap ke­baikan Bapak/Ibu sekalian dengan sebaik-baiknya balasan. (hr)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM