Peringatan Kelahiran 2 Tokoh Terhebat di Dunia, Aman


Sabtu, 26 Desember 2015 - 03:17:59 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2015 ini memang nyaris bertepatan dengan peringatan hari kelahiran Nabi Isa AS yang disebut sebagai Yesus. Hanya berbeda satu hari.

H.A Helyer pengamat dari Rafik Hariri Center for Mid­­dle East di Atlantic Council, DC dalam artikelnya di Al-Arabiya mengatakan, berdasarkan kalender Gre­go­rian umat Kristen menyambut perayaan Natal pada 24 De­sember. Waktu tersebut bertepatan dengan kela­hi­ran Na­bi Muhammad SAW yang menurut banyak seja­ra­wan me­yakini Rasul lahir pada 12 Rabiul Awal. Pera­ya­an wak­tu bersamaan ini memang jarang terjadi. Ter­akhir kali, Mau­lid Nabi bersamaan dengan perayaan Na­tal pada 1852. Mo­men yang sama tersebut terjadi sa­tu kali dalam 163 ta­hun. Seorang penulis berkebangsaan Amerika Serikat, Michael H Hart menulis 100 tokoh paling berpengaruh di dunia sepanjang massa. Buku tersebut dicetak pertama kali tahun 1978 dan berikutnya dicetak kembali tahun 1992. Buku yang kontraversial tersebut menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai tokoh pada urutan pertama berpengaruh di dunia. Nabi Muhammad adalah nabi yang kepadanya diturunkan ajaran Islam oleh Allah SWT.

Sedangkan pada urutan kedua orang berpengaruh di dunia menurutnya adalah Isaac Newton Fisikawan,  pencetus teori gravitasi umum, hukum gerak. Pada urutan ketiga adalah Nabi Isa AS (Yesus) yang disebut sebagai pembawa ajaran nasrani. Di peringkat keempat menurut Michael H Hart adalah Siddhartha Gautama (Buddha), pendiri agama Buddha. Di urutan kelima adalah    Kong Hu Cu yang mendirikan Pendiri agama Kong Hu Cu. Pada urutan keenam Santo Paulus (penyebar ajaran Kristen), ketujuh Ts’ai Lun penemu kertas, kedelapan Johann Gutenberg tokoh yang mengembangkan mesin cetak, kesembilan Christopher Columbus (penjelajah dunia) dan yang kesepuluh Albert Einstein sang Fisikawan, penemu teori relativitas.

Selanjutnya pada kesempatan ini tidak akan dibahas atau disebut nama-nama tokoh berpengaruh di dunia ter­sebut hingga urutan 100. Yang akan disinggung adalah ke­lancaran, rasa aman dan kedamaian yang berlangsung  se­lama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pe­ringatan atau perayaan Natal. Nyaris tidak terjadi sing­gu­ngan-singgungan yang dapat menyebabkan gangguan ke­amanan dan kenyamanan dalam menjalani ibadah umat agam Islam dan Kristen. Lebih jauh lagi, ke­ga­duhan bisa mencoret nama Indonesia di pentas per­gau­lan internasional. Kedamaian yang terpancar pada pe­ringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Perayaan Na­tal  hendaklah menjadi catatan sejarah yang kian hebat da­ri NKRI. Islam dan Kristen serta umat agama lainnya da­pat saling menghargai dan menghomati serta dapat hi­dup saling berdampingan antara satu dengan lainnya.

Untuk diketahui Maulid Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: mawlid an-nabî), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh Raja Irbil (wilayah Irak sekarang), bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 Hijriyah.

Sedangkan Natal (dari bahasa Portugis yang berarti ‘kelahiran’) adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember. Beberapa gereja Ortodoks merayakan Natal pada tanggal 6 Januari (lihat pula Epifani).

Perayaan Natal baru dimulai pada sekitar tahun 200 M di Aleksandria (Mesir). Para teolog Mesir menunjuk tang­­gal 20 Mei tetapi ada pula pada 19 atau 20 April. Di tempat-tempat lain perayaan dilakukan pada tangal 5 atau 6 Januari; ada pula pada bulan Desember. Pe­ra­ya­­an pada tanggal 25 Desember dimulai pada tahun 221 oleh Sextus Julius Africanus, dan baru diterima se­­cara luas pada abad ke-5. Ada berbagai perayaan ke­aga­­maan dalam masya­rakat non-Kristen pada bulan De­sem­­ber. Dewasa ini umum diterima bahwa perayaan Na­­tal pada tanggal 25 Desember adalah penerimaan ke da­­lam gereja tradisi perayaan non-Kristen terhadap (de­wa) matahari. **



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 07 Februari 2018 - 09:59:39 WIB

    Minangkabau Summit: Peringatan HPN untuk Siapa?

    Minangkabau Summit: Peringatan HPN untuk Siapa? Menjelang akhir Januari yang lalu, Karni Ilyas kena rundung (bully) karena cuitannya di Twitter tentang kebiasaan buruk pemakaian bahasa Inggris di ruang publik..

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM