Kembangkan Sayap Bisnis di Danau Kembar

Balairung Bakal Bangun Wisata Terpadu


Sabtu, 26 Desember 2015 - 03:02:19 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Balairung Bakal Bangun Wisata Terpadu GM Hotel Balairung Hendras Natanegara, PR Manager Hotel Balairung Rina Elfita silaturahmi dengan para wartawan di Padang, Rabu (23/12). (IST)

Hotel milik Pemprov Sumbar ini, membidik ka­wasan Danau Kembar, Ka­bupaten Solok dan me­nyu­lapnya sebagai lokasi ka­wasan wisata terpadu pi­lihan masyarakat.

Langkah awal dari ren­cana tersebut, dimulai de­ngan pertemuan Direktur PT Balairung Citrajaya de­ngan Pj Bupati Solok Devi Kurnia di Jakarta, beberapa waktu lalu. Kemudian Rabu (23/12), manajemen Hotel Balairung meninjau lang­sung lokasi yang bakal di­kem­bangkan.

“Kita sudah melihat lang­sung lokasi yang bakal dikembangkan di kawasan Danau Kembar. Potensinya sangat besar, apalagi di­dukung panorama alam yang mempesona dan tiada putusnya selama perjalanan dari Padang ke Solok,” kata GM Hotel Balairung Hen­dras Natanegara didampingi PR Manager Hotel Ba­lairung Rina Elfita pada wartawan Rabu (23/12), di Padang.

Tetapi untuk lebih me­narik minat pengunjung menginap di Danau Kem­bar, maka di sepanjang per­jalanan itu perlu dibenahi lagi beberapa titik lokasi sebagai penunjang wisata. Salah satunya menghidup­kan lagi Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta. Ka­wasan hutan itu bisa dija­dikan area camping ground lengkap dengan aneka ku­linernya.

“Kita optimis dengan rencana pengembangan bis­nis ini. Apalagi wisata Da­nau Kembar sudah dikenal luas masyarakat sejalan de­ngan iven Tour de Singkarak (TdS) yang digelar tiap tahun,” katanya.

Hotel Balairung Jakarta merupakan BUMD milik Pemprov Sumbar di ibu kota dengan konsep Muslim Friendly Hotel. Tidak ha­nya urang awak saja yang menginap di hotel ini. Te­tapi, hotel dengan ciri khas bagonjong tersebut, juga menjadi pilihan Pemda dan warga DKI Jakarta.

“Hampir 60 persen pe­ngunjung Hotel Balairung justru dari Pemda dan warga DKI Jakarta. Selain itu, Balairung juga diminati Pemda lainnya di In­do­nesia,” Hendras.

Hotel yang berada di Jalan Matraman Raya No19 Jakarta itu, juga menjadi pilihan bagi wisatawan man­canegara yang datang ke Jakarta. Pengunjung ho­tel banyak berasal dari dari Vietnam, Thailand, Ma­laysia, Singapura, Malaysia dan Australia.

Sebagai hotel ke­bang­gaan masyarakat Sumbar, Hotel Balairung Jakarta tetap komitmen menjaga identitas budaya Minang­kabau dan nilai-nilai Aga­ma Islam. Karena itu, hotel yang  menyediakan 92 ka­mar ini, selalu menam­pil­kan nuansa Minang dan Islami, dengan pelayanan antara lain, pelayanan sahur dan buka puasa bagi pe­ngunjung yang berpuasa Senin-Kamis.

“Kita juga punya mesjid yang besar, mampu me­nampung saalat berjamaah, saalat Jumat dan kegiatan pengajian,” lanjutnya.

Hotel ini, tambah Rina, tidak menyediakan ma­ka­nan dan minuman yang dila­rang Islam. Demi menjaga syariat Islam, pihak hotel juga melarang pasangan yang bukan muhrim me­nginap satu kamar dalam hotel.

“Hotel Balairung Ja­karta sangat kental nuansa Minangkabau. Mulai dari konsep desain ba­ngunan­nya, nuansa live musiknya, hingga kulinernya. Mulai dari rendang, jengkol, sam­bal lado tanak, lamang ta­pai, dan onde-onde,” katanya. (h/vie)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM