Joniwar

Nelayan Pemberdaya Nelayan


Sabtu, 26 Desember 2015 - 01:19:50 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Nelayan Pemberdaya Nelayan

Selain ia punya usaha melaut, nelayan ini juga punya keramba jaring apung yang dijadikannya sebagai  laboratorium dan tempat belajar bagi masyarakat nelayan sekitarnya.

Sementara penghargaan yang diserahkan Menteri Perikanan RI Susi Pu­djias­tuti 11 Desember 2015 di Ja­karta adalah sebagai ben­tuk perhatian pemerintah ter­hadap aktivitas pe­nang­kapan ikan dan fungsi pe­nyuluh dan pemberdayaan masyarakat nelayan yang melekat padanya. Ada nilai lebih yang dimiliki Joniwar sebagai nelayan yang saban hari hanya menggunakan sampan motor longtail atau sampan mesin robin dengan alat tangkap gillnet.

"Sembari saya tetap be­kerja untuk menghidupi keluarga sebagai nelayan, ma­ka juga melakukan pem­berdayaan nelayan terhadap nelayan lain. Salah satunya untuk meningkatkan pen­dapatan para nelayan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan," katanya.

Berprofesi sebagai ne­layan, penghasilan memang tidak bisa ditebak, namun tentu harus ada langkah lain untuk menambah peng­ha­silan. Salah satunya adalah usaha budidaya ikan di Te­luk Sungai Nipah. Dari sini ia belajar pemeliharaan ikan dan dari sini pula ia men­transformasikan ilmu­nya.

"Ilmu yang diberikan pada nelayan lain tidaklah membuat usaha jadi sempit namun sebaliknya. Alham­du­lillah kehidupan keluarga kami cukup baik. Dan saya bisa memberikan pen­di­dikan kepada empat orang anak masing-masing Yepis (23), Yela (21), Yesti (17), Yeges (12)," katanya.

Dan untuk kebutuhan papan, rumah layak huni ju­ga telah didirikannya persis di pinggir jalan nasional Painan-Batang Kapas di Su­ngai Nipah. "Ya, intinya se­suatu yang dikerjakan pe­nuh perhitungan matang insya­allah akan men­datang­kan hasil yang baik," ka­tanya.

Joniwar memiliki usaha keramba kerapu dengan penghasilan setiap kali pa­nen Rp38 juta. Ia mengatur masa pemeliharaan dan masa panen sehingga pen­dapatan juga teratur.

"Pola seperti ini yang saya coba tularkan kepada 14 kelompok keramba ja­ring apung di Sungai Nipah. Jadi bila panen serentak maka produksi seluruhnya sekitar 7 ton kerapu," katanya.

Menurutnya, mungkin ini salah satu yang dinilai pemerintah.

"Saya memang mela­kukan pemberdayaan kepa­da nelayan di Sungai Nipah Painan Selatan dan seki­tar­nya. Lalu penghargaan se­bagai nelayan teladan di­harapkan dapat memotivasi nelayan lain untuk berbuat dan bekerja lebih baik," katanya.

Ia mengaku sangat ter­motivasi untuk bekerja le­bih baik dengan di­terima­nya penghargaan Adibakti Mina Bahari tahun 2015.

"Kunci keberhasilan ini sebetulnya adalah ikhlas. Saya bekerja sebagai nelayan sembari memberikan pem­binaan kepada 70 KK ne­layan lainnya di Sungai Nipah," katanya.

Menurut suami Sas­ma­wirda Hayati ini, ia kini juga menjadi pembina ke­lom­pok budidaya ikan ke­rapu di Teluk Sungai Nipah. Per­lahan, kegiatan ini telah mem­berikan ke­untungan bagi nelayan sekitar.

"Nelayan selain telah terampil melakukan bu­didaya ikan, juga telah mem­peroleh keuntungan dari usaha tersebut. Seluruh ke­ramba jaring apung yang ada disini telah mampu memproduksi ikan sebe­sar 14 ton setiap kali panen. Artinya, sudah mampu me­ning­kat­kan kesejahteraan pe­­tani,” ucapnya me­­nga­khiri. ***

 

Laporan :
HARIDMAN KAMBANG



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM