Dinilai Main Hakim Sendiri

Hakim Perintahkan PT KAI Bongkar Palang Besi di Pintu Mall Basko


Rabu, 23 Desember 2015 - 03:26:15 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Hakim Perintahkan PT KAI Bongkar Palang Besi di Pintu Mall Basko PIHAK PT KAI Divre Sumbar melakukan pemagaran terhadap akses jalan masuk lokasi parkir hotel dan mall Basko, pada Sabtu (6/6) lalu.

Demikian putusan pro­visi majelis hakim Penga­dilan Negeri Padang dalam perkara PT Basko Minang Plaza (BMP) melawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumbar yang dite­rima Kuasa Hukum BMP, H. M. Haris, SH,MH, Selasa (22/12).

“Putusan provisi ini di­ba­cakan majelis hakim pada Selasa, 15 Desember lalu. Salinan putusan tertulisnya baru kami terima siang tadi (kemarin—red). Alham­dulillah, dalam putusan ini BMP menang, tuntutan pro­vi­sional kami dikabulkan,” kata M Haris kepada wartawan di Basko Hotel, Rabu (22/12).

Didampi ngi tim kuasa hu­kum Aldy Sokla Desfito,SH  dan GM Mall dan Hotel Basko Rob­by Wiryawan, M Haris menje­laskan, gugatan kepada PT KAI Divre II Sumbar diajukan ke Pengadilan Negeri Padang tanggal 7 Juli 2015, satu bulan setelah tindakan pengrusakan dan pema­sa­ngan palang besi yang dilaku­kan karyawan PT KAI Divre Sumbar secara bersama-sama di bawah pimpinan Ari Soepriadi selaku Vice Presiden Divre II Sumbar kala itu, di depan akses jalan masuk Mall dan Hotel Basko di Jalan Prof Hamka, Padang.

H Basrizal Koto selaku pe­milik Mall dan Hotel Basko merasa dirugikan dengan tinda­kan PT KAI tersebut dan melalui kuasa hukumnya menempuh jalur hukum melalui PN Padang. Perkara yang tercatat bernomor 110/Pdt.G/2015/PNPdg itu disi­dangkan majelis hakim Dinaha­yati Syofyan, SG,MH (ketua) dan Sri Hartati, SH,MH dan Siswat­mono Radiantoro,SH (anggota) dengan Panitera Pengganti Sri Hartini,S.Sos.   

Gugatan yang diajukan ada­lah bahwa PT KAI melakukan per­buatan melawan hukum ka­rena menghakimi sepihak, yakni dengan memagar pintu masuk ke parkir Basko Hotel. “Pengadilan memu­tuskan bahwa pagar itu harus dibongkar oleh PT KAI dalam waktu 14 hari, terhitung sejak putusan pengadilan,” kata Haris.

Saat ditanya wartawan tentang apa yang akan dilakukan oleh PT BMP jika selama 14 hari pagar itu tidak dibongkar oleh PT KAI, Haris mengatakan, pihaknya akan mengajukan permohonan kepada pengadilan agar penga­dilan mem­bongkar pagar itu.  “Dalam waktu 14 hari ini, kami ingin melihat apakah PT KAI patuh atau tidak kepada hukum,” sebutnya.

Pelajaran yang dapat diambil dari keputusan pengadilan itu, menurut Haris, bahwa setiap perbuatan main hakim sendiri tidak dibenarkan oleh hukum. “Kalau ada masalah yang muncul itu wajar. Mari kita selesaikan melalui proses hukum, bukan main hakim sendiri,” katanya.

Menangnya PT BMP dalam gugatan itu, tak hanya habis sampai di situ. Haris menga­takan, kliennya meminta PT KAI untuk membayar ganti rugi ka­rena selama pagar itu dipasang, Basko Grand Mall mengalami kerugian. Tidak tanggung-tang­gung, kerugian tersebut menca­pai Rp8.978.358.160. Angka itu berdasarkan banyaknya penyewa toko yang memperpendek kon­traknya di Basko Grand Mall, karena takut akan ada sengketa dan kerusuhan di mall tersebut.

GM Basko Hotel, Robby Wiryawan mengatakan, keme­nangan PT BMP adalah keme­nangan bersama. Masyarakat juga diuntungkan karena kemenangan ini sebab tidak ada lagi kema­cetan di Jalan Dr. Hamka, seperti yang terjadi selama ini akibat pintu masuk ke Basko Hotel dan Mall melalui satu pintu. 

“Sebenarnya pintu masuk ke hotel dan mall itu dari depan, bukan dari belakang. Namun karena masuk dari depan me­nimbulkan kemacetan, kami mengalah sehingga pintu masuk dibuka di belakang. Pada tahun 2010, Pemko Padang dan Sat Lantas Polresta Padang mengajak kami berdiskusi soal kemacetan ini. Kami mau mengalah agar kemacetan tidak terjadi,” tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum PT KAI Divre II Sumbar, Miko Kamal akan menyatakan banding terhadap putusan pengadilan tersebut. Pihaknya akan nya­takan banding pada 23 Desember 2015.

Terkait putusan tersebut, me­nurut Miko, adalah putusan yang aneh. Ia menjelaskan, menurut Mahkamah Agung surat edaran meminta majelis hakim untuk berhati-hati mengeluarkan putu­san provisi. Aplikasi surat edaran itu, bahwa majelis hakim yang mengeluarkan putusan provisi mesti melihat pokok perkara. Perihal putusan provisi Pe­ngadilan Negeri Padang Klas IA yang memenangkan gugatan PT BMP, menurut Miko, dalam putusan itu bukti-bukti belum sampai ke pengadilan dan saksi belum diperiksa. Ia menyim­pulkan, keputusan itu sangat berisiko dikeluarkan.

Dua Laporan Polisi

Selain memunculkan gugatan perdata yang putusan provisinya dimenangkan PT BMP, buntut dari perbuatan pimpinan dan karyawan PT KAI Divre II Sum­bar yang menurut hakim PN Padang merupakan tindakan main hakim sendiri, PT BMP juga membuat dua laporan polisi dalam dugaan pengrusakan seca­ra bersama-sama dan penghinaan yang dilakukan Ari Soepriadi terhadap pemilik BMP, H Bas­rizal Koto.

Dalam peristiwa 6 Juni 2015 itu, Ari selaku Vice President PT KAI Divre II Sumbar kala itu, sempat melontarkan pernyataan dalam perdebatan dengan pihak BMP bahwa pemilik BMP yakni Basrizal Koto adalah pengusaha mafia.

“Dua laporan itu sekarang sedang diproses di Polresta Pa­dang. Dengan keluarnya putusan provisi ini, kami meminta polisi juga mempertimbangkan untuk menuntaskan laporan pidana tersebut,” kata M Haris. (h/dib)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 08 Juni 2016 - 03:23:04 WIB

    Hakim Menangkan Polisi di Gugatan Praperadilan

    PADANG, HALUAN — Tersangka pen­cabulan terhadap dua orang bocah berinisial I (5,5) dan N (6), R (46) warga Gang Bandes RT 02 RW 04 Kelurahan Rawang Barat, Kecamatan Padang Selatan kalah dalam sidang praperadilan yang dilay.
  • Rabu, 08 Juni 2016 - 03:22:43 WIB

    Hakim Kabulkan Gugatan Direktur PT MSM

    PADANG, HALUAN — Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Padang mengabulkan gugatan Budi Satriadi, Direktur PT Mi­neral Sukses Makmur (MSM) terhadap seorang pengusaha di Padang, Budiman. Hal tersebut dikatakan majelis hakim y.
  • Rabu, 23 Maret 2016 - 03:49:08 WIB
    Dugaan Penganiayaan Wisatawan Perancis

    Hakim Perintahkan Perkara Dilanjutkan ke Kejaksaan

    Hakim Perintahkan Perkara Dilanjutkan ke Kejaksaan PADANG, HALUAN — Ka­sus dugaan penganiayaan yang dilakukan Jordan Heuer, Mar­­­­­keting Kandui Villas di­pe­rintahkan hakim tunggal agar penyidik Polres Mentawai segera melimpahkan ber­kas­nya ke kejaksaan dan di.
  • Jumat, 08 Januari 2016 - 03:16:04 WIB

    Hakim Vonis Direktur PT MSM Tak Bersalah

    PADANG, HALUAN —Majelis hakim memvonis Direktur PT Mineral Sukses Makmur (MSM), Budi Sa­tria­di tak bersalah dalam perkara penggelapan di Pe­nga­dilan Negeri (PN) Pa­dang, Kamis (7/1)..
  • Selasa, 24 November 2015 - 19:13:49 WIB

    Penasihat Hukum Minta Hakim Bebaskan Kliennya

    PEMBELAAN DIREKTUR PT MSM

    PADANG, HALUAN — De­fika Yufiandra, Penasihat Hukum Direktur PT Mine­ral Sukses Makmur (MSM), Budi Satriadi meminta ma­jelis hakim membebaskan klienn.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM