Imunoterapi

Harapan Baru Pengobatan Kanker


Senin, 21 Desember 2015 - 01:25:08 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Harapan Baru Pengobatan Kanker Dr. Ang Peng Tiam sedang menyampaikan uraiannya untuk pengobatan kanker, dalam salah satu kunjungan ke Indonesia.

“Disetujuinya imu­note­ra­pi ini tentunya menjan­jikan harapan baru dalam penelitian dan pengobatan kanker,” ulas Dr. Ang Peng Tiam, Direktur Medis dan Konsultan Senior Onkologi Medis di Parkway Cancer Centre yang menjadi salah satu peraih penghargaan National Science and Tech­nology Awards (1996) atas kontribusinya yang sangat luar biasa dalam penelitian imunoterapi gen pada kanker ginekologi. 

“Metode pengobatan kan­ker telah berkembang selama bertahun-tahun ini. Pengobatan yang disetujui mencakup radioterapi, ke­moterapi, dan terapi tera­rah. Setiap metode mem­bawa harapan bagi pasien dalam pengobatan dan se­langkah lebih maju dalam perjuangan melawan kan­ker. Penambahan imuno­terapi ini menandai tonggak sejarah besar dalam on­kologi,” ungkap Dr. Ang menambahkan. 

Mengenal Imunoterapi

“Sel kanker memiliki kemampuan untuk ‘me­nya­markan’ diri sedemikian rupa, sehingga sistem ke­kebalan tubuh kita tidak dapat mendeteksi ‘sel jahat’ ini dan menghancurkannya. Melalui imunoterapi, sis­tem kekebalan tubuh dapat ditingkatkan untuk men­deteksi sel kanker dengan lebih efektif. Pengobatan ini dapat membantu meng­hen­tikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker, mencegah kanker menyebar ke bagian tubuh lain dan membantu sistem keke­ba­lan tubuh bekerja lebih baik dalam menghancurkan sel kanker,” jelas Dr. Ang. 

Orang yang terkena kan­ker mengalami kerusakan sistem kekebalan tubuh, yang menghambat per­ta­hanan dan kemampuan ala­mi tubuh untuk mengenali sel kanker dan meng­han­curkannya. Dengan imu­noterapi, sistem kekebalan tubuh dapat ‘diajari’ atau ‘dilatih’ untuk mengenali sel kanker melalui vaksin khusus dan metode lainnya. Imunoterapi meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melatihnya untuk menge­nali antigen tumor yang sebelumnya telah ‘meng­hindar dari’ deteksi. Ketika sel kanker ini terdeteksi, sistem kekebalan tubuh secara efektif meng­hilang­kan sel tersebut secara siste­matis di seluruh tubuh. 

Melalui metode bio­te­rapi ini, sistem kekebalan tubuh dilatih untuk me­ngenali dan menyerang sel kanker ini dari waktu ke waktu, sehingga membe­rikan perlindungan yang lebih berkelanjutan dan tahan lama serta dalam jangka waktu yang lebih lama.

Apa Yang Perlu Di­ketahui Oleh Pasien

Imunoterapi adalah bentuk pengobatan anti-kanker relatif baru yang telah memberikan hasil yang menjanjikan dalam tahun-tahun terakhir ini. Meskipun menjanjikan, me­tode pengobatan baru ini tidak menandakan akhir perjuangan manusia mela­wan kanker. 

“Penting diketahui oleh pasien bahwa, sama seperti semua pengobatan medis, ada batasan tertentu yang dapat dicapai imunoterapi,” Dr Ang mengingatkan. “Ada­lah tugas dan tanggung jawab kita untuk berbagi dan menghapus kesa­lah­paha­man yang melingkupi imu­noterapi.” 

Kesalahpahaman 1: Imunoterapi cocok untuk semua jenis kanker

Imunoterapi sebagai me­tode pengobatan baru telah menunjukkan prognosis menjanjikan teru­tama untuk pasien dengan kanker paru-paru dan me­lanoma. Mereka yang di­diagnosis dengan stadium awal kanker atau mereka yang merasakan perubahan baik dengan pengobatan lain sebaiknya melanjutkannya dan tidak beralih ke imu­noterapi.

Kesalahpahaman 2: Imunoterapi cocok untuk semua pasien kanker

Para peneliti dan klinisi masih baru mulai mem­pelajari cara terbaik untuk menerapkan imunoterapi dalam pengobatan kanker.  Untuk saat ini, meng­guna­kan sarana ini untuk kanker stadium awal bukanlah so­lusi yang tepat sama sekali. Bagi mereka yang terkena kanker stadium lanjut atau metastatik, terutama me­reka yang telah gagal dengan terapi konvensional, imu­noterapi menawarkan hara­pan baru.  Harapan ini terutama bagi mereka yang tumornya telah menun­juk­kan positif PD-L1.   

Kesalahpahaman 3: Imunoterapi tidak me­mi­liki efek samping atau waktu henti

Pengobatan dengan ke­moterapi dan radioterapi kadang-kadang dapat me­nyebabkan efek samping yang serius dalam jangka waktu pendek dan panjang. Secara umum, profil tok­sisitas imunoterapi secara signifikan lebih rendah dan jauh lebih aman. Karena tindakan utama imuno­te­rapi adalah “melepaskan rem” sistem kekebalan tu­buh, efek samping pengo­batan ini akan berupa ce­deranya jaringan normal oleh sistem kekebalan tubuh orang itu sendiri.  Efek samping ini meliputi pne­umonitis yang menye­bab­kan sesak napas, ruam kulit, turunnya tekanan darah sementara, dan gejala mirip flu. Kebalikan dari ke­mo­terapi dan bahan terarah standar, respons positif me­lalui imunoterapi kadang-kadang nampak jelas mes­kipun pengobatan telah dihentikan.   (h/rel)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM