Syafriani

Nikmat Jadi Guru Sudah Saya Rasakan


Sabtu, 19 Desember 2015 - 01:43:07 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Nikmat Jadi Guru Sudah Saya Rasakan

Syafriani tidak bisa me­lu­pakan pengalamannya mengajar siswa kelas VI SD, yang berumur 17 tahun saat ia menjadi guru di salah satu SD negeri di Teluk Bayur tahun 1995 silam.

“Dulu dengan sekarang jauh berbeda. Teluk Bayur dulu dikenal dengan banyak aksi preman. Termasuk juga siswa. Saya pernah ditawari rokok dan bir sama siswa. Waktu itu siswa malah ada yang mau mengajak saya pacaran. Padahal saya sudah punya suami dan dua orang an­ak,” kisahnya.

Berada di li­ng­kungan sepeti ini, tidak mem­buat Syafriani gentar. Sya­f­ria­ni pun ber­pi­kir, per­ju­ang­an seorang gu­ru sangat te­rasa ketika sis­wa yang di­didiknya dari yang tidak ta­hu apa-apa menjadi ta­hu dan siswa yang nakal menjadi or­ang yang sangat santun.

“Saya datangi siswa yang bandel ini, dan saya tanya apa maunya. Besoknya saya bawa anak ke sekolah. Se­tiap hari saya datangi dan nasehati terus. Tidak de­ng­an dimarahi,” jelasnya.

Sekarang, siswanya di Teluk Bayur dulu, sudah menjadi tentara, perawat, dan lainnya. Sikapnya pun sangat sopan.

“Saya bangga sekali. Ke­nik­matan menjadi guru itu disana,” kata perempuan kelahiran Padang, 1966 ini.

Sebelum berada di Teluk Bayur, Syafriani menjalani masa tugasnya sebagai se­orang guru di Kabupaten Solok. Kemudian dirinya pun menjadi kepala sekolah sewaktu berada di SD Ada­biyah IV Padang.

Ketika berada di Ada­biyah ini, Syafriani me­miliki pengalaman yang berbeda lagi. Jika se­belum­nya, ia harus menghadapi siswa yang berada di ka­wasan pingir pantai, ka­lang­an menengah ke bawah, di Adabiyah dirinya menemui siswa yang berasal dari kalangan menengah ke atas.

“Jika berada di Ada­biyah, saya tidak terlalu memberi pemahaman ke­pada orang tua agar turut membantu anaknya belajar di rumah. Jika di sekolah sebelumnya, pemahaman inilah yang perlu diberikan kepada orang tua. Mengajar orang tua agar tidak cuek terhadap pendidikan anak. Ya, tidak hanya siswa yang belajar, orang tua pun ikutan belajar,” imbuhnya.

Saat ini, Syafriani pun menjalani masa tugasnya di SDN 16 Simpang Haru Pa­dang sebagai kepala sekolah. Syafriani kembali meng­hadapi lingkungan yang cukup sulit.  Keberadaan lingkungan sekolah yang berada di tepi jalan, dekat dengan pasar, dan berada dalam satu komplek dengan sekolah lainnya, membuat Syafriani harus berusaha keras. Lalu apa yang di­la­kukan Syafriani? ***

Ajak Siswa Termotivasi Belajar

Pertama kalinya Sya­f­riani berada di sekolah ini, kondisi sarana cukup mem­prihatinkan. Akibat gempa yang melanda 2009 lalu, sebagian besar ruang belajar harus diperbaiki. Kondisi lantai pun berlubang dan harus disiram setiap pagi, agar tidak ada debu ber­te­bangan. Tidak hanya itu, siswa pun harus pergi ke kali yang berada di luar sekolah untuk buang air. Tetapi apa yang dilaluinya itu se­mua­nya terasa menyenangkan.

“Sekarang lantai sudah diberi keramik. Di dalam lingkungan sekolah sudah ada kamar mandi,” ujarnya.

Secara bertahap, Sya­fria­ni mulai menata kem­bali sekolah ini. Jika sarana sudah mulai diperbaiki, Syafriani saat ini tengah berusaha unntuk me­ning­katkan se­mangat siswa belajar.

“Itulah harapan saya saat ini. siswa memiliki motivasi untuk belajar,” harap, ibu tiga orang anak ini.

Saat ini Syafriani ber­sama rekan lainnya, pun mulai merancang program untuk hal tersebut. Saat ini yang sudah berjalan adalah memberikan latihan mem­buat soal kepada siswa. Syafriani menjelaskan, se­belum pulang sekolah, siswa diminta membuat lima bu­ah soal, tentang apa yang sudah dipelajari. Siswa ber­sangkutan juga menyiapkan kunci jawaban. Kemudian soal dimasukkan ke dalam kotak.

Keesokan harinya, siswa yang datang lebih awal ber­kesempatan memilih soal yang disediakan oleh te­man­nya dan menjawab soal. Hal ini pun berlangsung sampai pukul 07.30 WIB.

Tujuan dilakukan ini adalah, siswa termotivasi untuk belajar dan mem­bantu siswa untuk disiplin terhadap waktu.

“Di atas kotak soal itu tersedia jam. Setiap siswa yang datang dan mengambil soal, akan memutar arah jarum jam sesuai ke­da­tang­an mereka. Bagi yang ter­lambat tentu tidak bisa melakukan ini lagi. Jadi siswa diajar untuk tidak datang terlambat. Hal ini pun akan dievaluasi setiap minggu,” tutur Syafriani.

Ini merupakan salah sa­tu hal yang dilakukan Sya­fria­ni dan kawan-kawan. Hal lainnya adalah me­nga­jak siswa untuk berolahraga setiap bulan. Hal dilakukan untuk mengajak siswa be­lajar sambil bermain dan menyehatkan tubuh. Inilah beberapa yang sudah di­la­kukan Syafriani. Me­nurut­nya, masih banyak lagi ide-ide kreatif yang ada di­pi­kirannya untuk diwujudkan. ***

 

Laporan:
RAHMADHANI
 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 14 Mei 2016 - 01:32:20 WIB
    Puri One Garina

    Nikmati Akhir Pekan dengan 'Warna' Hijau

    Nikmati Akhir Pekan dengan 'Warna' Hijau Jika anda merasa gerah tinggal di Kota Padang yang cuacanya cenderung panas dan merasa terganggu dengan hiruk pikuk kehidupan kota, Puri One Garina menghadirkan perumahan di lokasi yang berhawa sejuk dan jauh dari kebisingan .
  • Sabtu, 27 Februari 2016 - 00:33:50 WIB

    Menikmati Indahnya Rimbo Panti

    Menikmati Indahnya Rimbo Panti BERDIRI di hutan nan rindang, sejuk dan sesekali mendengar nyanyian burung di atas ranting pohon, dapat membawa kita ke suasana damai dan sejuk. Pikiran pun kembali segar, karena menghirup oksigen bersih dari celah-celah poho.
  • Sabtu, 27 Februari 2016 - 00:25:51 WIB
    Dekorasi Serba Kaca ‘Silaing Glass’

    Nikmati Bias Warna-warni

    Nikmati Bias Warna-warni SENI adalah inspirasi. Bagaimana menjadikan sesuatu itu bernilai dan indah kala mata memandangnya. Bahan baku untuk keindahan itu bisa beragam, seperti kayu, besi bahkan benda bekas bisa dijadikan hiasan. Termasuk kaca, bila .
  • Sabtu, 06 Februari 2016 - 00:45:12 WIB
    Rumah Makan ‘Pak Martin’

    Nikmatnya Makan di Tengah Sawah

    Nikmatnya Makan di Tengah Sawah KETIKA berkunjung ke Padangpanjang, jangan lupa mencicipi kulinernya. Begitu pesan yang banyak mampir diteilinga ketika melewati kota sejuk itu. Pasalnya, cukup banyak pilihan untuk memanjakan selera yang dita­warkan, termas.
  • Sabtu, 30 Januari 2016 - 00:50:09 WIB
    Tahu Sumedang ‘Palanta Popoko’

    Bersantai Sambil Nikmati Gorengan

    Bersantai Sambil Nikmati Gorengan Warga Kota Padang yang ingin melepas penat sepulang bekerja sambil menikmati aneka gorengan lezat, tak perlu pusing. Palanta Popoko sepertinya adalah pilihan yang tepat. .

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM