Rumah Makan ‘Salero Bundo’

Dendeang Masiak Menu Andalan


Sabtu, 19 Desember 2015 - 01:38:47 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Dendeang Masiak Menu Andalan KARYAWAN Rumah Makan Salero Bundo sedang membungkus pesanan pelanggan.

Salah satunya adalah rumah makan. Padang Pan­jang memiliki sejumlah rumah makan dengan aneka menu yang menggugah se­lera. Dan diantara menu itu, terdapat menu unggulan yang membuat pengunjung ketagihan.

Rumah Makan ‘Salero Bundo’ misalnya. Tempat makan ini berada pada lo­kasi strategis di pusat Kota Padang Panjang. Persisnya di samping Kantor Pos, Jalan  M Yamin SH atau di depan Hotel Aulia. Tentang hotel ini, juga menjadi ba­gian yang tak terpisahkan dari ke­pe­milikan Rumah Makan Sa­lero Bundo. Ka­rena Hotel Aulia dan RM Salero Bundo adalah grup usaha yang dimiliki pribumi setempat.

Rumah Makan Salero Bundo, menurut Jumra, pengelolanya, hadir di Kota Padang Panjang sejak tahun 2008. Hingga kini tetap eksis dengan rasa yang tidak pernah berubah karena tu­kang masaknya tidak pernah diganti-ganti.

Salah satu masakan khas rumah makan ini adalah dendeng batokok dan den­deng masiak.  Disamping itu, ada menu lain yang juga tak kalah lezatnya seperti ayam bakar,  sup, ga­jeboh Minang, gulai cincang kam­bing dan beragam masakan ikan. Lalu ada menu is­timewa yaitu sam­balado ta­nak, karena tidak leng­kap makan rasanya bila tak di­barengi de­ngan sam­ba­lado tanak.

“Selain masakan lauk pauk, Rumah Ma­kan Salero Bundo juga me­nye­diakan aneka mi­numan ha­ngat dan dingin, termasuk jus buah,” terang Jumra yang juga adik dari pemilik rumah makan, dr. Lisnur.

Dalam sehari, tambah Jumra, rata rata pihaknya menghabiskan beras antara 70 liter hingga 100 liter. Rumah makan itu telah mulai buka sejak pukul 07.00 WIB hingga malam pukul 20.00 WIB. Kon­sumennya tak hanya ma­syarakat sekitar, tetapi juga berdatangan dari berbagai kota, terutama warga Kota Padang yang dalam per­jalanan ke Bukittinggi atau Payakumbuh.

Dendengnyo masiak, supnyo lamak. Apo lai uda­ro Padang Panjang dingin manambah salero makan awak,” ujar Yon Erizon, salah seorang pelanggan yang juga seorang pimpinan di Harian Haluan saat sing­gah di Rumah Makan Sa­lero Bundo.

Menurut Jumra, selain menerima tamu makan di rumah makannya, Salero Bundo juga banyak me­nerima pesanan nasi kotak dan nasi bungkus terutama dari kegiatan-kegiatan yang digelar di sekolah, ins­tansi pemerintah ma­upun ke­lompok lain­nya. Untuk nasi bung­kus, dia mematok har­ga Rp19.000/bungkus dan nasi kotak Rp­27.000/kotak.

Sementara soal pe­nge­lolaan Rumah Ma­kan Sa­lero Bundo, kata Jumra, dilakukan de­ngan sistim kebersa­maan. Pa­salnya, kar­ya­wan tidak di­gaji na­mun menerima hasil ke­untungan usaha de­ngan sis­tim ‘mato’, artinya bagi ha­sil.

“Untuk menghitung ke­un­tungan itu, dilakukan 6 bulan sekali. Sedangkan untuk menutupi biaya kar­yawan sehari-hari diberikan pinjaman. Saat berhitung, pinjaman itu dipotong kem­bali,” ujar Jumra.

Meski di Kota Padang Panjang banyak terdapat rumah makan, akan tetapi yang namanya rezeki da­tangnya dari Yang Maha Kuasa.  Manusia sebagai khalifah di muka bumi ha­nya diwajibkan berusaha, rezeki Allah yang me­nen­tukan

Bak ibarat orang me­mancing, lanjut Jumra, du­duk dibatu yang sama, pan­cing sama, umpan sama, tetapi belum tentu sama pula mendapatkan ikan. Justru itu, kawan-kawan sesama pe­ngu­saha rumah makan bukanlah saingan, tetapi sebagai mitra dalam sebuah bisnis.

“Makanya, sekali-kali saya tetap duduk dan makan juga di rumah makan lain untuk menjalin silaturahmi antara sesama pengusaha rumah makan. Dan kita se­kaligus tahu akan ke­lemahan kita untuk bisa diperbaiki dalam pelayanan rasa dan harga,” sebut Jum­ra. (***)

 

Oleh:
IWAN DN
 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM