Irdinansyah Tarmizi

Eks Anggota DPRD 22 Tahun Pimpin Tanah Datar


Jumat, 18 Desember 2015 - 03:27:28 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Eks Anggota DPRD 22 Tahun  Pimpin Tanah Datar

Irdinansyah harus menempatkan pi­li­han­­nya saat Undang-undang tentang ne­tralitas PNS dan ke­luarnya PP Nomor 5 Jo PP Nomor 8 dan 12 tahun 1999 yang mengins­truk­sikannya mesti memilih satu di antara dua bidang yang ditekuni yaitu sebagai seorang dosen atau politisi. Setelah melalui diskusi de­ngan rekan-rekan dan se­nior­nya serta mendapatkan dukungan penuh dari ke­luarga besar, akhirnya Ir­dinansyah Tarmizi putra asli Tapi Selo Lintau kela­hiran 13 Maret 1957 ini memilih menekuni dunia politik.

Ia sempat menjadi ang­gota DPRD Kota Padang dari Partai Golkar tiga pe­riode (1992 - 2004). Setelah itu dia naik kelas ke DPRD Pro­vinsi Sumatera Barat Dapil 3, dua periode lang­­sung di­jabatnya. Bah­kan putra ketiga dari H Tarmizi Kadir (alm) dan Elni Halim (almh) ini berhasil terpilih dengan suara lima besar di Sumbar dan pada periode kedua berhasil menang de­ngan suara terbanyak di Sumbar. Hal itu diraihnya dengan modal yang sangat minim. Di sela-sela waktu itu antara tahun 1993 - 1997 ia sempat berwira swasta di bidang tour dan travel di Kota Padang dengan nama travelnya Andra Duta An­dalas, mungkin ia kurang memiliki bakat terhadap dunia usaha dan akhirnya tidak dilanjutkan.

Menjadi anggota DPRD dila­luinya selama 22 tahun, lalu pada saat Wakil Bupati Tanah Datar, Hendri Arnis terpilih sebagai Walikota Padang Panjang, ia diusul­kan Ketua DPD Golkar Sumbar, Hendra Irwan Rahim mendampingi Shadiq Pasadigoe dan hingga akhirnya dilantik pada 12 Mei 2014.

Ia mengenal dunia politik saat masih mahasiswa di IAIN Imam Bonjol, saat itu aktif dalam berbagai kegiatan kemaha­siswa­an dan olahraga yaitu bola voli, cikal bakal berorganisasi ter­sebut sebe­lumnya telah muncul sejak di PGA karena beliau sempat dipercaya menjadi Ketua OSIS.

Di IAIN Imam Bonjol Pa­dang, Irdinansyah yang merupa­kan BP/angkatan 1976 itu, juga dipercaya menjadi Ketua Senat Fakultas Tarbiyah. Hal itulah yang membuatnya sibuk di berba­gai organisasi kemahasiswaan termasuk organisasi kemasyara­katan karena ia juga menjadi pemuda pelopor Muhammadiah dan aktif di KNPI dan lembaga kemasyarakatan lainnya.

“Dengan hobi voli di samping mengikuti berbagai pertandingan saya banyak bergaul dengan ber­bagai lapisan masyarakat, olahra­ga voli inilah yang membentuk karakter berorganisasi. Porkas salah satu clup voli tahun 1970-an yang cukup ternama di Padang kala itu, di satu sisi hal itu menyita waktu saya, namun di sisi lain ini sebagai pembentukan karakter,” sebut Irdinansyah salah satu mahasiswa penerima beasiswa Supersemar di IAIN, atas prestasi yang diraihnya.

Masih sebagai seorang ma­hasiswa, pada tahun 1982 ia telah mulai mengajar di SMA Mu­hammadiyah 3 Padang sebagai guru pendidikan agama, dan bebe­rapa tahun kemudian ku­liahnya berhasil diselesaikan, Irdinansyah menjadi seorang guru kala itu hingga tahun 1986. Tahun itu ia mencoba ikut ujian masuk CPNS di Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Ko­per­tis), dan beliau berhasil lulus sebagai PNS untuk tenaga Dosen di Universitas Muham­madiyah, setahun setelah menjadi PNS Irdi­nansyah menikahi Darmiati Anwar.

Di dunia politik berawal pada pemilu legislatif tahun 1987 Irdinansyah diajak bergabung ke Partai Golkar sebagai Caleg oleh Walikota Padang, Syahrul Ujud waktu itu, namun belum berhasil, kemudian ia pindah tugas me­ngajar di Muhammadiah Bukit­tinggi, saat itu Irdinansyah ber­tekad meninggalkan dunia politik dan fokus sebagai dosen, karena sungguh-sungguh menjalani tugas saat itu sempat dipercaya menjadi pembantu Dekan 3, terlalu muda usianya untuk jabatan saat itu yaitu masih berumur 34 tahun.

Setelah beberapa tahun di Bukittinggi, kembali pindah mengajar di Universitas Muham­madiah Padang. Hal itu karena kantor pusat Muhammadiah pindah ke Padang, selain menja­bat sebagai Pembantu Dekan Fakultas Hukum UMSB, pada Pemilu 1992, tawaran kembali datang untuk mencaleg lagi, ia berhasil terpilih menjadi anggota DPRD Kota Padang.

Pada pemilu 9 Desember 2015, Irdinansyah mendapatkan amanah dari masyarakat Tanah Datar. Ayah dari Suci Yonari Syahdati dan Intan Febrina Syah­dati itu berhasil unggul telak, dari hasil rekapitulasi perhitungan suara di KPU Tanah Datar, Kamis 17 Desember 2015, Irdi­nan­syah Tarmizi yang berpasa­ngan dengan mantan Ketua DPRD Tanah Datar, Zuldafri Darma memeroleh suara 53.937 (37,66 %), disusul Edi Arman-Taufiq Idris 40.224 (28,09%), Syaherdam-Sultani 28.431 (19,85%) dan terakhir Nelson Darwis-Muzwar 20.605 (14,30 %).

Urutan hasil perolehan suara di Pilkada Tanah Datar memang sama dengan nomor urut empat pasangan calon itu, nomor urut satu peroleh terbanyak hingga berurutan sampai nomor urut empat. Menjelang dicalonkan sebagai bupati, 9 orang kakak dan sepupu Irdinansyah awalnya menolak dirinya untuk calon bupati dengan alasan banyaknya kepala daerah dan mantan kepala daerah yang akhirnya berurusan dengan hukum, beratnya beban tugas seorang kepala daerah dan faktor minimnya dukungan keter­sediaan dana. Namun akhirnya Irdinansyah mendapatkan restu dengan beberapa catatan, me­nonjolnya terjadi kasus-kasus asusila, bunuh diri dan narkoba dan unggul dari hasil survei bebe­rapa lembaga survei ter­percaya terhadap Irdinansyah menjadi alasan keluarga men­dukungnya.

Saat ini Irdinansyah juga banyak mendapatkan amanah di berbagai organisasi di antaranya, Ketua Umum PBVSI Sumbar, Ketua Umum Lembaga Pember­dayaan Masyarakat (LPM) Su­matera Barat, Ketua Forum Ikatan Alumni Muhammadiyah.

Dalam bekerja Irdinansyah bermotokan bekerja sepenuh hati, pengabdian tiada henti. “Sesuai dengan visi-misi kami, kita ingin ciptakan suasana yang aman dan damai, harmonis dan melibatkan semua orang untuk membangun daerah, baik PNS, petani wirausahawan, perantau dan semua komponen masya­rakat karena itu modal dasar yang sangat fundamental untuk mem­bangun Tanah Datar yang sumber daya alamnya masih terbatas,” sebut Irdinansyah. 

Dalam program prioritas pembangunan, pasangan Irama akan melakukan terhadap potensi utama Tanah Datar yaitu pariwisata, kuliner, pelayanan prima pada masyarakat dan membangun Tanah Datar dari nagari-nagari. **

 

Laporan:
FERY MAULANA



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 22 Juni 2018 - 01:13:18 WIB
    Selembar Uang Pemanggil Jamaah

    Kisah Bang Dul, Pakar Seksologi yang Memilih Jalan Sebagai Pengurus Masjid

    Kisah Bang Dul, Pakar Seksologi yang Memilih Jalan Sebagai Pengurus Masjid Kegusaran Bang Dul bukan karena iri atau tidak bahagia dengan dibangunnya masjid yang megah di sskitar pemukimannya, hanya saja ia takut masjid yang sudah lama dihidupkannya akan kehilangan jamaah dan menjadi bangunan tua yan.
  • Jumat, 26 Agustus 2016 - 04:03:56 WIB

    Indeks Demokrasi Indonesia dan Tantangannya

    Indeks Demokrasi Indonesia dan Tantangannya Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini (3 Agustus 2016) merilis tingkat kemajuan demokrasi di Indonesia. Dalam laporannya, perkembangan demokrasi Indonesia selama 2015 menurun ketimbang tahun sebelumnya meskipun masih berg.
  • Sabtu, 02 Juli 2016 - 05:21:49 WIB
    Dari Tatap Muka, Kartu Lebaran, Hingga Interaksi Virtual

    Ekspresi Lebaran Ikuti Tren Zaman

    Ekspresi Lebaran Ikuti Tren Zaman Minal aidin wal faizin. Uca­p­an ini sering diterima saat merayakan ha­ri Raya Idul Fitri. Baik itu dari anak kepada orang tua, istri kepada suami, murid ke­pada guru, teman kepada te­man, maupun kepada yang lebih kecil..
  • Senin, 20 Juni 2016 - 02:29:53 WIB

    Indeks Kapitalisme dan Wajah Demokrasi Kita

    Indeks Kapitalisme dan Wajah Demokrasi Kita Majalah Economist baru-baru ini merilis Indeks Kapitalisme Global. Menurut data tersebut, Indonesia menempati urutan ketujuh dalam kategori indeks Kapitalisme Kroni 2016, naik satu peringkat dibandingkan dengan posisi tahun s.
  • Sabtu, 11 Juni 2016 - 01:23:52 WIB
    Serasa Di Kampung Halaman

    Lapau Tetap Eksis di Perantauan

    Lapau Tetap Eksis di Perantauan Lapau atau warung bagi urang awak adalah tempat mao­ta atau bercerita, berdiskusi sambil mereguk secangkir kopi dan makan sebuah pisang goreng. Lazim terlihat sebelum be­rangkat kerja ke sawah atau ke ladang bahkan ke kanto.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM