Tidak Ada Tanggap Darurat Paraman Dareh


Jumat, 18 Desember 2015 - 02:48:15 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Ka­bu­paten Pasaman A. Syafei, Kamis, kemarin. “Tidak ada masa tanggap darurat, ka­rena semua persoalan di lapangan sudah diselesaikan oleh masing-masing SKPD,” ujar A Syafei.

Alasannya, kata Syafei, semua kerusakan akibat bencana tersebut sudah ter­cover dengan baik melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masing-masing.  Untuk sejumlah kerusakan akibat bencana, kata Syafei, akan diperbaiki setelah pasca bencana. Ter­kait bantuan dana, Syafei, belum dapat memastikan berapa besaran dana yang dibutuhkan untuk mem­perbaiki kerusakan, seperti belasan rumah warga, air bersih dan tempat ibadah.

Meski demikian, Peme­rintah Pasaman telah me­nurunkan tenaga medis seba­nyak 4 orang dokter, 67 perawat, 30 orang BPBD, 20 orang Satpol PP, dan di­bantu oleh unsur TNI 70 orang. Tidak hanya itu, satu unit ekskavator jenis ba­ckhoe untuk membersihkan arus sungai dan kayu-kayu besar yang berserakan dise­panjang alur yang ditempuh banjir bandang.

Di lokasi telah didirikan posko kesehatan, dan pe­nyimpanan logistik bantuan banjir bandang serta didiri­kannya dapur umum di di­nas sosial yang berjarak sekitar 1 km dari TKP. Pasca kejadian, telah tercatat se­ba­nyak 26 korban yang me­ngalami sakit, diantaranya adalah penyakit kulit dan diare, yaitu 10 orang balita, 1 ibu hamil dan 15 orang masyarakat umum.

Data sementara, ter­dapat enam unit rumah ru­sak berat, lima unit rumah rusak sedang dan 12 unit lagi rusak ringan. Pantauan me­dia ini, jalan yang sempat terhambat telah bisa dilalui dengan lancar. Deras air masih seperti sehari pasca banjir bandang, mengge­nangi rumah warga. Apalagi kondisi cuaca di Pasaman, khususnya di perbukitan dekat Kampung Padang Paramandareh masih sering diguyur hujan.

Pj Bupati Pasaman Syof­yan menyebutkan, kondisi saat ini di Kp. Padang Para­mandareh, tidak bisa ditu­tup mata lagi. Banyak kayu-kayu besar bekas tebangan beberapa tahun lalu, yang terseret arus sungai ke pe­mukiman warga.

“Informasi yang saya terima dari warga juga, di Kampung Padang Paraman­dareh itu belum pernah terjadi banjir bandang, na­mun ulah tangan manusia juga, yang merasakan da­m­pak­nya juga masyarakat,” katanya.

Namun sangat disayang­kan, pembalakan liar dan ilegal logging hanyalah ke­un­tungan segelintir orang, dan yang merasakan aki­batnya adalah totalitas mas­yarakat setempat. Lagi pula, kata Pj Bupati Syofyan, perbuatan ilegal logging itu adalah tindakan melawan hukum.

 “Saya mengajak kepa­da masyarakat, jadikanlah bencana itu sebagai bahan intropeksi diri. Duduklah kembali pemangku kepen­tingan, untuk bersama-sama menjaga hutan. Jagalah hu­tan itu, jangan ditebangi lagi. Biarkan hutan tetap lestari untuk menyerap air dan sebagai penyimpan ca­da­ngan air,” sebutnya. (h/col)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM