DWP Padang Gelar Lomba Kreasi Puding


Jumat, 18 Desember 2015 - 02:34:40 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Lomba diikuti puluhan peserta, dari berbagai unit pelaksana DWP Kota Pa­dang. Para peserta melom­bakan kemampuannya ber­gaya dengan memakai bu­sana batik untuk acara pesta resmi, memperebutkan ju­ara I sampai harapan III.

Kabid Hubungan In­dustrial dan Persyaratan kerja Dinsosnaker Maiha­endrizon mewakili walikota menyampaikan, DWP harus mampu meningkatkan hal-hal yang belum maksimal menjadi lebih baik lagi. Organisasi ini harus bisa memberi manfaat yang nya­ta bagi para anggotanya, dan masyarakat. “Tingkatkan peran yang lebih konstruktif para anggotanya,” ta­ndasnya.

Maihendrizon me­ngata­kan, organisasi Dharma Wanita merupakan ujung tombak untuk menghimpun partisipasi masyarakat da­lam menunjang pemba­ngu­nan daerah.

 ”Program kerja Dhar­ma Wanita untuk men­sejah­terakan anggota, keluarga dan masyarakat. Meru­pa­kan program berkelanjutan yang memiliki dampak gan­da bagi peningkatan ke­sejahteraan sekaligus me­ningkatkan peran serta pe­rempuan dalam bidang pen­didikan, ekonomi, sosial budaya dan politik,” ujar­nya.

Dijelaskan juga bahwa tujuan peringatan HUT DWP ini adalah untuk me­ningkatkan kualitas hidup perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. Me­ning­katkan produktivitas eko­nomi guna menanggulangi kemiskinan dan pem­bangu­nan guna mewujudkan ke­setaraan gender dalam ke­hidupan berkeluarga, ber­masyarakat dan bernegara.

“Dalam upaya tersebut, banyak hal telah dilak­sanakan oleh DWP Padang sesuai dengan visi dan misi organisasi. Dimulai dengan langkah mempersatukan istri-istri PNS ditingkat daerah melalui kordinasi dan komunikasi yang ter­arah sehingga organisasi DWP semakin kuat dan kokoh,” katanya.

Ketua DWP Dewi Nasir Ahmad menyampaikan, rang­kaian pelaksanaan pe­ringatan HUT Dharma Wa­nita Persatuan ke 16 tahun 2015 diisi dengan lomba kreasi puding dari olahan ubi.

Dia berharap Dharma Wania Persatuan perlu me­nyelaraskan diri dengan perubahan zaman. DWP perlu terus menyejah­tera­kan anggota, keluarga, dan masyarakat. “Dharma Wa­nita Persatuan harus kritis, dan melihat isu-isu yang berkembang dalam ma­syarakat,” harapnya.

Penasehat Dharma Wa­nita Persatuan Padang, Har­nely menerangkan ýDharma Wanita sempat terputus keberadaannya karena Re­formasi. Namun karena tuntutan keberadaan Dhar­ma Wanita dihidupkan lagi, dan kini berusia 16 tahun.

 ”Usia 16 tahun jangan hanya diisi lewat perayaan, tapi jadikan momentum ini untuk evaluasi diri, kegiatan apa yang bermanfaat untuk anggotanya, harus dite­rus­kan,” jelasnya.

Menurutnya, dibalik ke­suksesan lelaki ada peran wanita yang sangat me­nen­tukan. Wanita senatiasa berada di belakang lelaki dengan terus mendorong pembangunan dari pe­merintah Kota Padang, karena tugas wanita yang multi komplek tersebut. (h/ows)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM