Bypass Jantung Sayatan Minimal

Pasien Jantung Tak Perlu Takut Operasi


Sabtu, 12 Desember 2015 - 01:08:42 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Pasien Jantung Tak Perlu Takut Operasi

Salah satu terapi pe­ngobatan terbaik untuk pe­nyakit arteri koroner atau yang juga dikenal dengan penyakit jantung koroner adalah dengan melakukan tindakan operasi bypass jantung.

Operasi bypass jantung ini dila­kukan untuk mengatur ulang aliran darah di pem­buluh darah yang ter­sumbat, sehingga terbentuk jalur aliran darah baru yang lan­car dan tidak tersumbat. Tujuannya, untuk mencip­takan kembali aliran darah yang stabil.

Dr. Alfa Ferry, MD, Sp.B­TKV, FRCS, FCF, FIHA ahli bedah thorax dan kardiovaskular dari OMNI Hos­pitals Alam Sutra menga­takan, bahwa banyak pasien penyakit jan­tung koroner takut dengan ope­rasi pembelahan dada. Se­hing­ga, mereka seringkali mencari alternatif lain, se­perti pemasangan ring.

“Pokoknya yang tidak ada bedahnya. Jadi, se­ringkali kami melakukan operasi bypass setelah dilakukan pemasangan ring. Karena setelah pemasangan ring, mereka bisa datang kembali dengan keluhan yang sama, setlah itu barulah mau di bypass,” ujar Dr. Alfa.

Padahal, dibandingkan dengan pemasangan ring, dalam waktu 15 tahun setelah operasi bypass, 95% kondisi jantungnya tetap bagus.

Selain itu, banyak yang belum tahu, bahwa semua tindakan terhadapjantung, baik itu pemasangan ring ataupun opera­si jantung risikonya hampir sama. Ada 5 faktor risiko yaitu, kematian, stroke, gagal gin­jal terutama bagi mereka yang memang ginjalnya sudah bermasalah, infeksi, dan perdarahan.

Dengan adanya operasi Bypass jantung Sayatan Minimal (Minimally In­vasive Coronary Artery Bypass Graft, MICS CABG) diharapkan pasien penyakit jantung koroner tidak takut lagi menjalani operasi bypass.

Minim risiko

Kelebihan operasi by­pass jantung sayatan mini­mal ini diantaranya tanpa pembelahan tulang dada, sehingga dapat menekan rasa nyeri, meminimalkan risiko infeksi secara signi­fikan, mengurangi volume darah yang terbuang, dan hanya meninggalkan bekas luka sayatan 5 cm.

Dr. Alfa menambahkan, operasi bypass jan­tung saya­tan mini­mal bisa 1-2 jam lebih cepat dari operasi bypass jantung konvensional yang bisa mencapai waktu 6 jam.

Pasien juga hanya perlu rawat inap sekitar 4-5 hari dengan masa pemulihan 2-3 minggu. Sedangkan, pada operasi bypass konvensio­nal, ma­sa pemulihan bisa mencapai 2-3 bulan.

“Ini bukan berarti ope­rasi bypass konvensional tidak bagus. Untuk ha­silby­pass konvensional de­ngan bypass sayatan minimal sama saja, yang mem­beda­kan hanya faktor risikonya. Selain itu, tentu harganya. Karena, alatnya masih sa­ngat mahal. Sekali operasi bisa mencapai 350 juta ru­piah,” jelas Dr. Alfa.

Meski minim risiko, ter­nyata tidak semua pasien penyakit jantungkoroner bisa menjalani ope­rasi by­pass sayatan minimal. Kri­teria pasien yang cocok menjalani operasi ini ada­lah:

1. Pasien penya­kit jan­tung koroner yang geja­lanya tidak dapat diperbaiki lagi dengan mengonsumsi obat ataupun dengan pe­masangan ring.

2. Pasien penya­kit jan­tung koroner yang sudah pernah menjalani pema­sangan ring.

3. Belum pernah terkena serangan jantung.

4. Pasien penya­kit jan­tung koroner dengan pe­nyumbatan sudah mencapai 50%.

5. Berat badan tidak berlebihan atau obesitas.

“Kalau berat badannya berlebih, tentu ada tum­pukan-tumpukan lemak yang banyak. Inilah yang akan menyulitkan untuk membuat sayatan kecil,” kata Dr. Alfa.(h/kcm)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM