Kolesterol Normal, Tak Jamin Bebas Jantung Koroner


Sabtu, 12 Desember 2015 - 01:07:44 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Jantung adalah organ paling vital dalam tubuh kita, bertugas memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh dengan mem­bawa nutrisi dan oksigen serta kembali ke paru-paru dan jantung untuk mem­bawa sampah meta­bo­lis­me. jantung kita tidak ber­henti/ beristirahat, mes­kipun kita sedang tidur. 

Dalam menjalankan fung­­sinya itu, jan­tung di­bantu banyak pembuluh darah di seluruh tubuh dan pembuluh utama di or­gan jantung yang menye­rupai mahkota/corona, se­hingga disebut pembuluh koronerjantung. Jika terjadi gangguan pada pembuluh koroner/tersumbat inilah yang disebut sebagai pe­nya­kit jantung koroner (PJK).

Sebenarnya ser­a­ngan jantung tidak datang secara tiba - tiba, namun pada umumnya tidak disertai dengan gejala awal yang mencurigakan sehingga dise­but serangan mendadak yang mematikan (suddent death). 

Dalam banyak kasus gejala atau tanda bahaya itu hanya bisa disibak oleh mereka yang teratur mela­kukan pemeriksaan ke­se­hatan atau check up yang sifatnya preventif, untuk melihat risiko gangguan kesehatan walaupun tanpa disertai keluhan kesehatan dari diri Anda. 

Pentingnya Pemeriksaan Apo B dan hs - CRP

Kolesterol tinggi bukan satu - satunya penyebab PJK. Kadar lemak yang tinggi memang merupakan salah satu faktor risiko PJK, namun dalam kenyataannya ternyata cukup banyak ka­sus PJK meski kadar lemak normal. 

Fakta yang terjadi adalah 1 dari 3 kasus sera­ngan jantung terjadi pada orang dengan kadar Koles­terol normal. Mengetahui kadar Kolesterolkonvensional (Kolest­erol Total, Koles­terol LDL - direk, Koles­terol HDL, Trig­lise­ri­da) tetap diperlukan, na­mun ada pemeriksaan lain yang dapat melengkapi penilaian risiko PJK yaitu Apo B dan hs-CRP.  

Apo B bermanfaat un­tuk meningkatkan prediksi risiko PJK, karena semakin tinggi kadar Apo B, sema­kin tinggi kemungkinan terjadinya risiko penyum­batan pembuluh darah, wa­lau­pun kadar LDL normal. 

Hs-CRP bermanfaat unt­uk meningkatkan pre­diksi terjadinya penya­kit jantung karena proses ate­rosklerosis (penyumbatan dan pengerasan pembuluh darah) yang juga ditandai dengan adanya proses pera­dangan. Pemeriksaan hs-CRP ini bermanfaat untuk menentukan risiko kar­diovaskular pada individu sehat. 

Selain pemeriksaan la­bo­ratorium, beberapa pe­meriksaan penunjang diag­nostik seperti EKG, Tread­mill dan pemeriksaan ima­ging lainnya dibutuhkan dalam mendiagnosis penya­kit jantung koroner. 

Tips Terhindar dari Penyakit jantung

Di samping rutin check up, mulailah dengan mem­buat pilihan gaya hidup sehat untuk menurunkan risiko serangan jantung, diantaranya makan 5 porsi buah dan sayuran tiap hari. Hindari makanan berkadar garam tinggi seperti ma­kanan yang diawetkan, ma­kanan cepat saji dan ma­kanan beku. 

Jangan lupa mening­katkan asupan serat, meng­konsumsi setidaknya 2 porsi ikan kaya omega 3, mem­batasi alkohol, membatasi makanan yang kaya lemak, menghentikan kebia­saan merokok, memperbanyak aktivitas fisik, relaksasi dan tertawa, dan melakukan pe­meriksaan laboratorium dan tekanan darah secara berkala. (h/kcm)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM