Donald Trump Larang Muslim Masuk AS


Rabu, 09 Desember 2015 - 03:12:37 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Donald Trump Larang Muslim Masuk AS

“Tanpa melihat berbagai data jajak pendapat, jelaslah kepada siapa saja kebencian ini berasal dan kenapa kita yang harus menentukan (siapa yang boleh masuk AS,” ujar Trump, Senin (7/12/2015), seperti ditu­lis The New York Times.

Donald Trump yang peri­laku, sikap dan dandanan rambutnya aneh itu adalah calon presiden AS dari Partai Republik untuk pil­pres 2016.

“Negara kita tidak bisa menjadi korban serangan mengerikan oleh orang-orang yang hanya percaya jalan jihad, dan tidak meng­hormati kehidupan manu­sia,” ujarnya.

Pidato Trump itu seolah merupakan tantangan ter­ha­dap Presiden Obama, yang sehari sebelumnya ber­pi­dato di Oval Office men­de­sak AS tidak berbalik me­la­wan kaum Muslimin setelah serangan teroris di Prancis dan San Bernar­dino.

Pernyataan Trump itu menurut Nancy Morawetz, profesor hukum dan pakar Imigrasi di New York Uni­versity School of Law, jelas bertentangan dengan sejarah Amerika Serikat. Jika per­nya­taan Trump ditindak lanjuti, maka setiap orang yang akan masuk Amerika akan diuji keyakinan aga­manya. “Saya sama sekali tidak ingat preseden historis yang menangkal orang ma­suk AS berdasar agama,” lanjut Profesor Morawetz.

Profesor Morawetz me­nam­bahkan bahwa AS sa­ngat menyesali kebijakan yang melarang imigran dari Cina pada akhir abad ke-19. “ini adalah bab yang sangat menyedihkan dalam sejarah imigrasi AS. Jika kita iikuti reto­rika Trump yang anti­te­sis­ itu, betapa terbela­kang­nya kita sat ini.”

Mesir Kecam

Seruan bakal calon pre­si­den Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, soal larangan mus­lim masuk ke AS, memicu komentar dari dewan ke­agamaan Mesir. Mereka mengecam seruan yang dise­but ekstrem dan bersifat rasialis ini.

Dar al-Iftaa merupakan dewan keagamaan resmi Mesir yang setiap tahunnya mengeluarkan puluhan ribu maklumat yang sangat ber­pengaruh bagi publik Mesir, namun tidak bersifat mengi­kat seperti undang-undang. Kecaman dilontarkan Dar al-Iftaa terhadap seruan Trump itu.

“Visi permusuhan ter­ha­dap Islam dan muslim ini akan meningkatkan kete­gangan dengan komunitas Amerika,” demikian per­nyataan Dar al-Iftaa me­nang­gapi seruan Trump ini, seperti dilansir AFP, Selasa (8/12/2015).

“Tidak adil untuk mem­beri sanksi kepada seluruh umat muslim karena seke­lompok ekstremis... kita tidak menyalahkan satu agama saja atau satu negara saja karena menjadi sumber ekstremisme dan tero­ris­me,” imbuh pernyataan tersebut.

Dar al-Iftaa mendorong warga AS untuk melawan seruan Trump. “(Gagasan Trump) Akan memicu kon­flik... dan meningkatkan kebencian, yang juga akan menjadi ancaman bagi per­da­maian sosial di Amerika Serikat,” sebut Dar al-Iftaa.

“Ini akan memberikan kesempatan kepada ekstre­mis dari berbagai pihak un­tuk menyadari tujuan kri­minal mereka,” imbuh­nya.

Dalam kampanyenya di South Carolina, Trump men­ce­tuskan gagasan untuk melarang seluruh warga muslim untuk masuk ke wilayah AS. Larangan ini, menurut Trump, harus di­ber­lakukan hingga pemerin­tah AS bisa memahami dan mengatasi setiap ancaman yang muncul.

Situasi semakin pelik se­telah tim kampanye Trump menyebut gagasan Trump ini akan diberla­kukan un­tuk semua warga muslim yang hendak masuk ke AS, mulai dari maha­siswa hing­ga wisatawan. Komentar ini disampaikan Trump me­nang­gapi penem­ba­kan bru­tal di San Bernar­dino, Cali­fornia yang dida­langi suami-istri muslim dan mene­waskan 14 orang. (h/inl/dtc)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 11 November 2016 - 00:56:35 WIB

    Donald Trump Terpilih Jadi Presiden, Muslim Amerika Ketakutan

    Donald Trump Terpilih Jadi Presiden, Muslim Amerika Ketakutan DETROIT, HALUAN — Kekhawatiran dan ketakutan menyelimuti warga muslim di seluruh penjuru Amerika Serikat (AS), usai Donald Trump terpilih menjadi pre­siden AS. Dengan saksama mereka menyimak pidato kemenangan Trump, sembar.
  • Kamis, 10 November 2016 - 00:17:07 WIB

    Menang Pilpres AS, Donald Trump Minta Kesampingkan Perbedaan

    Menang Pilpres AS, Donald Trump Minta Kesampingkan Perbedaan NEW YORK, HA­LU­AN — Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump, meminta rakyat AS untuk me­nge­sam­pingkan semua per­de­batan panas dalam masa kampanye men­je­ lang pemungutan suara dan bersama-sama mem­bang.
  • Rabu, 28 September 2016 - 02:06:17 WIB

    Palestina Kecam Rencana Donald Trump

    Palestina Kecam Rencana Donald Trump RAMALLAH, HALUAN — Rencana kadidat Presiden AS Donald Trump memberikan Yerusalem hanya kepada Israel mulai memicu reaksi. Banyak yang menganggap rencana itu sebagai penelantaran harapan solusi damai Palestina-Israel..
  • Kamis, 22 September 2016 - 03:34:58 WIB

    Anak Donald Trump: Pengungsi Suriah Seperti Permen

    Anak Donald Trump: Pengungsi Suriah Seperti Permen AMERIKA SERIKAT, HALUAN — Putra tertua Donald Trump, calon Pre­siden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump Jr., memicu ke­ma­rahan lantaran menya­ma­kan pengungsi Suriah deng­an permen buah, Skittles..
  • Sabtu, 28 Mei 2016 - 05:20:50 WIB

    Obama: Donald Trump Capres AS, Para Pemimpin Dunia Resah

    Obama: Donald Trump Capres AS, Para Pemimpin Dunia Resah TOKYO, HALUAN — Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan, para pemimpin dunia resh dengan ma­suknya Donald Trump dalam kandidat calon presiden (capres) AS..

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM