Ayo… ke TPS


Selasa, 08 Desember 2015 - 03:16:44 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Berikutnya Pilkada Kota Bukittinggi, Pilkada Kabupaten Limapuluh Kota, Pilkada Kabupaten Tanah Datar, Pilkada Kabupaten Sijunjung, Pilkada Kota Solok, Kabupaten Solok dan Pilkada Kabupaten Dharmasraya. Selanjutnya Pilkada Kabupaten Solok Selatan dan Pilkada Kabupaten Pesisir Selatan.

Jumlah pemilih pada Pilkada Gubernur – Wakil Gubernur (Pilgub) Sumbar yang terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 3.481.086 pemilih (laki-laki 1.716.609 dan perempuan 1.764.479). Sedangkan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) se-Sumbar 11.121 TPS. TPS tersebut tersebar pada 19 kota/kabupaten, 179 kecamatan dan 1.130 desa/kelurahan.

Sedangkan DPT 13 kota/kabupaten yang menye­lenggarakan adalah sebagai berikut; Kabupaten Padang Pariaman 275.845 pemilih, Kabupaten Agam 331.364 pemilih, Kabupaten Pasaman Barat 248.154 pemilih, Kabupaten Dharmasraya 133.206 pemilih, Kabupaten Limapuluh Kota 262.738 pemilih, Kabupaten Sijunjung 147.278 pemilih dan  Kabupaten Solok 284.265 pemilih.

Berikutnya; Kota Bukittinggi 72.450 pemilih, Kabupaten Tanah Datar 266.507 pemilih, Kabupaten Pasaman 187.147 pemilih, Kabupaten Pesisir Selatan 315.998, Kota Solok 44.650 pemilih, dan Kabupaten Solok Selatan 109.761 pemilih.

Diharapkan masyarakat agar datang ke TPS untuk memberikan hak suaranya.  Tentu sebaiknya dari sekarang masyarakat sudah punya pilihan, tentang calon mana yang akan diberikan kepercayaan guna menjal­ankan roda pemerintahan lima tahun ke depan. Pilihan itu sebaiknya pilihan yang cerdas dan telah melalui pertimbangan dan pemikiran yang matang. Kenali atau ketahui betul siapa pasangan calon kepala daerah yang akan dipilih.

Jangan asal pilih. Jika salah pilih, sama saja menitipkan daerah kepada orang yang tidak tepat. Masyarakat dan daerah akan jadi rugi kalau dipimpin oleh orang yang tidak memiliki kapabelitas, integritas, loyalitas dan moralitas. Karena itu, sebaiknya masya­rakat juga memiliki referensi yang memadai tentang latar belakang pasangan calon yang akan dipilih.

Jika pasangan calon itu sudah pernah menjabat sebelumnya, baik sebagai incumbent atau pun di pemerintahan yang lebih rendah atau selevel, ketahui pula bagaimana sepak terjangnya saat  memimpin. Apakah banyak kesuksesan yang diraihnya? Atau juga banyak kegagalan di masa kepemimpinannya. Bagai­mana pula tentang kesejahteraan masyarakat saat si calon itu memimpin, apakah meningkat, stagnan atau jangan-jangan malah melorot dibanding sejak awal dia menjadi kepala daerah?

Berikutnya lihat pula visi misi dan program yang ditawarkannya untuk lima tahun ke depan, apakah sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan daerah. Pertimbangkan pula apakah visi misi dan program kerja itu logis dijalankan atau hanya sekedar mimpi saja.

Masyarakat menaruh harapan besar, akan ada perubahan setelah Pilkada 2015. Secara subtansial bagi mayoritas masyarakat yang penting bukan siapa yang terpilih, tetapi bagaimana agar ada perubahan setelah Pilkada. Pecuma hajatan pilkada memakan anggaran puluhan miliar rupiah, namun tidak bisa membuahkan pemimpin  yang mampu menerjemahkan dan  meme­nuhi kebutuhan masyarakat yang sesungguhnya.

Jika masing-masing kita ingin daerah ini berubah melalui langkah-langkah yang terukur menuju peru­bahan tersebut, maka sebaiknya kita ikut dalam memilih calon pemimpin yang sesuai dengan hati nurani kita dan juga keinginan masyarakat. Ayo ke TPS. Masing-masing suara kita menentukan nasib Sumbar ke depan dan nasib 13 kota/kabupaten lainnya di Sumbar yang juga menyelenggarakan Pilkada serentak. **



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM