Stroke Kini Serang Usia Muda


Selasa, 08 Desember 2015 - 02:24:16 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Stroke Kini Serang Usia Muda

Jika dulu stroke banyak menyerang usia lanjut, kini penyakit terkait saraf itu bisa menyerang usia muda. Pemicunya adalah gaya hidup yang tidak sehat.

“Kalau usia tua biasanya disebabkan oleh penim­bunan plak, maka stroke menyerang usia muda umum­­nya karena gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan yang tidak sehat, konsumsi obat-obatan seperti narkoba, merokok, minum alkohol, dan kurang atau bahkan tidak melakukan aktivitas fisik seperti olahraga,” kata dokter spesialis saraf (SpS), Frandy Susatia di Jakarta, baru-baru ini.

Dokter Frandy menje­laskan hal tersebut dalam diskusi Kenali dan Atasi Penyakit Stroke SOHO #Bet­­terU: Hari Lanjut Usia Nasional oleh Ethica Industri Farmasi. Hari Lan­jut Usia Nasional diperi­ngati setiap 29 Mei.

Gaya hidup yang tidak sehat itulah yang akhirnya menyebabkan penyakit-pe­nyakit yang bisa memicu stroke seperti diabetes dan darah tinggi.

Bahkan penggunaan pil KB dalam jangka panjang, lanjut Frandy juga bisa mem­berikan risiko tinggi terkena stroke. Risiko ini yaitu pada wanita berumur lebih dari 35 tahun, masih merokok, memiliki hiper­tensi atau diabetes, migrain dan ada kejadian throm­boembolik sebelumnya.

Namun, ada juga usia muda yang sudah me­ngala­mi stroke karena penyakit yang akhirnya menyebabkan gangguan pembuluh darah dan juga cacat jantung ba­waan.

Dokter Frandy menje­laskan, stroke terjadi karena pembuluh darah yang mem­berikan aliran darah ke otak mengalami penyumbatan atau pecah, sehingga seba­gian area otak tidak menda­patkan aliran darah dan rusak. Padahal otak manu­sia membu­tuh­kan aliran darah yang kons­tan mem­bawa darah yang mengan­dung oksigen dan nutrisi.

Senada dengan Frandy, Pelaksana Tugas Direktur Jendral Pengendalian Pe­nyakit dan Penyehatan Ling­kungan (P2PL) Kementrian Kesehatan, Agus Purwa­dianto juga mengatakan stroke bahkan sudah mulai diderita orang-orang ber­usia 30-40 tahun bahkan lebih muda.

“Di sejumlah rumah sa­kit di Indonesia, pasien stroke terus meningkat se­tiap tahun dan sekitar 50% dari seluruh pasien yang dirawat di bagian penyakit syaraf adalah pasien stroke,” katanya.

Agus menjabarkan, stro­ke juga merupakan penye­bab utama kematian pada semua umur di Indonesia dengan proporsi 15,4%. Pada kelompok umur 45-54 tahun stroke adalah pe­nyebab kematian terbesar di perkotaan dengan proporsi 15,9%, sedangkan pada kelompok 55-64 tahun, stroke merupakan penye­bab kematian tertinggi baik di perkotaan atau di pede­saan.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskes­das) 2013, terjadi pening­katan prevalensi kasus stro­ke dari 2007 sebesar 8,3 per 1000 penduduk menjadi 12,1 per 1000 penduduk pada 2013.

Agus menjelaskan, kebi­ja­kan pengendalian stroke di Indonesia meliputi pe­ngen­dalian faktor risiko stroke, deteksi dini dan monitoring faktor risiko stroke, tatalaksana dan pen­cegahan stroke sekunder, surveilans epidemiologi dan jejaring kerja pengendalian stroke.

“Dimulai dengan upaya promotif dan preventif de­ngan perilaku CERDIK, yaitu C untuk cek ke­se­hatan secara berkala, E untuk enyahkan asap ro­kok, R untuk wajin ak­tivitas fisik, D untuk diet seimbang dan sehat dan I untuk istirahat cukup dan K untuk kelola stres,” pa­par Agus.  (h/kcm)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM