BPSK Padang Panjang

Beri Pelatihan Pada Tukang Ojek


Senin, 07 Desember 2015 - 02:26:49 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Beri Pelatihan Pada Tukang Ojek Suasana pelatihan bagi tukang ojek oleh Lembaga Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen beberapa waktu lalu. (IWAN DN)

Ketua BPSK Kota Pa­dangpanjang, Iriansyah Tan­jung dalam kegiatan so­sialisasi di Aula Pondok Disain dan Promosi Senja Kenangan, Rabu lalu  me­nyampaikan keberadaan badan hukum tersebut hing­ga saat ini belum ter­man­faatkan oleh para kon­su­men. Hingga di tahun kedua ini, BPSK sangat minim menerima laporan  per­masalahan yang merugikan pihak konsumen.

Staf Ahli di Setko Pem­ko Padangpanjang itu me­ngaku  aneh jika di kota  berjuluk Serambi Mekkah ini tidak pernah terjadi tin­dakan yang merugikan kon­sumen termasuk  para tu­kang ojek yang umumnya berurusan kredit kendaraan bermotor melalui perusa­haan finance.

“Sejak didirikan peme­rintah, BPSK belum diman­faatkan para konsumen yang mengalami persoalan. Ti­dak mungkin di Padang­panjang ini kon­sumennya tidak pernah di­ru­gikan pela­ku usaha dalam proses jual beli. Namun mungkin saja selama ini para konsumen menganggap dirinya lemah, sehingga menyerah saja de­ngan kon­disi yang dia­lami­nya,” ujar Iriansyah.

Iriansyah mengimbau para konsumen di daerah berhawa sejuk itu untuk tidak merasa sungkan mem­beritahukan permasalahan menyangkut proses jual beli. Karena BPSK tidak me­ngenakan pungutan biaya dan  tanpa adaministrasi yang sulit.

Sementara Ketua Pe­ngadilan Negeri (PN) Pa­dangpanjang, Fahmiron me­nyebut sengketa konsumen kerap terjadi karena kabaian keduabelah pihak dalam membuat perjanjian. Salah satu kasus disampaikannya, pihak asuransi tidak ber­sedia membayar klaim ke­pemilikan rumah karena nasabah yang bersangkutan wafat di saat iuran kredit baru berjalan belum cukup lama.

Demikian juga yang ke­rap menyebabkan tukang ojek menjadi korban penyi­taan barang oleh pihak fi­nace karena persoalan kredit menunggak. Hal itu terjadi karena baik pihak konsumen maupun pelaku usaha, tidak membuat akad kredit atau perjanjian yang sama-sama dipahami ke­duabelah pihak sehingga tidak berujung pada suatu sengketa.

“Sengketa tidak hanya merugikan pihak kon­su­men, sebaliknya juga dia­lami para pelaku usaha. Namun dalam hal ini, khu­sus bagi konsumen dapat menyampaikan pengaduan melalui BPSK. Dan pe­ngadilan sesuai dengan fung­sinya, tidak akan pernah pandang bulu dalam me­ngambil putusan hukum. Jika pelaku usaha “nakal” terbukti merugikan kon­sumen, akan kita sikat. Se­perti halnya suatu finance di Bukittingi yang akhirnya perusahaan tersebut ditutup, karena pengaduan kon­su­men terhadap BPSK,” pung­kas Fahmiron.

Salah seorang tukang ojek di bilangan Pasar Pa­dangpanjang, Arisman, 36, mengaku baru mengetahui ada tempat mengadu bagi mereka dari rongrongan pihak finance. Selama ini dikatakannya, cukup ba­nyak rekan senasib harus mengikhlaskan kendaraan disita depkolektor. “Kami selama ini memang tidak tahu proses pengaduan ter­hadap BPSK,” ungkap pria beranak dua asal Kelurahan Ngalau tersebut. (h/one)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM