Membiarkan Generasi Tukang Palak


Sabtu, 05 Desember 2015 - 03:46:21 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Keberadaannya memang dirasakan sangat meresah­kan banyak pihak. Tak mengapa-ngapa pun kita, mereka tak sungkan malak, meras . Bahkan untuk berfoto di icon baru “Padang” di pantai dekat Danau Cimpago, juga dipalakin. Mungkin karena hidup mereka sudah palak, akhirnya, itu saja yang bisa mereka lakukan.

Ketika Pemko dengan segala instrumennya mem­be­rangus keberadaan mereka, dalam waktu singkat, kawasan yang disasar, bersih dari ulah-ulah seperti palak memalak tadi. Namun, dalam waktu yang tak terlalu lama pula, mereka kembali ke tabiat awalnya, memeras lagi pengunjung yang hendak menikmati elok-nya pantai dan laut di kota ini. Kendati demikian, tetap juga lah kita mestinya mengapresiasi kerja Pemko. Masih peduli juga mereka untuk membereskan persoalan tersebut. Tapi, itu kita pikir belumlah menyelesaikan masalah. Masalah besarnya adalah mental pelaku pemalakan itu yang sudah menyimpang.

Meminjam istilah presiden dengan Revolusi Mental, tak salah kitanya hal ini untuk diterapkan, karena mental mereka-lah yang jadi persoalan. Bisa kiranya, Pemko Padang mengkaitkan permasalahan ini dengan program kementerian yang dipimpin Puan Maharani yang kini tengah getol-getolnya menebar program tersebut.

Tapi bukan disana saja persoalan di Padang, terkait dengan sikap tukang peras yang tentunya mempengaruhi mental, terutama jika dilakoni anak-anak usia sekolah, yang harusnya mendapat pendidikan, baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan. Coba saja perhatikan ruas jalan utama di Padang da­ri Khatib Sulaiman hingga Jalan Adinegoro di Lubuk Bua­ya sana. Banyak anak-anak di bawah umur yang ber­cengkrama di titik putar arus kendaraan yang mena­warkan jasa prioritas belok arah bagi kendaraan roda empat atau lebih. Jasa tersebut, mereka “akhiri” dengan menyodorkan wajah dekat pengemudi, berharap rupiah.

Pernah seorang teman yang baru berkunjung ke Padang mempertanyakan kepada saya, kenapa anak-anak banyak yang “bertebaran” di jalan. Pertanyaan itu ringan, tapi terasa berat untuk dijawab. Dijawab jujur, sebagai warga ada malunya juga untuk menjelaskan. Dijawab bohong alias ngeles, bisa jadi ketahuan bohongnya karena bukan satu dua titik saja anak-anak itu bertebaran. Artinya, malu rasa melihat kondisi di Padang seperti itu.

Lalu, apakah para stakeholder di daerah ini tak tahu dengan fenomena itu? Kalaulah kita tetap mencoba untuk berprasangka baik, bisa saja walikota, wakil walikota, ketua dan wakil ketua DPRD di Padang serta kepala dinas terkait dan kepala Pol PP, hingga Kapolres dan Kapolda serta pejabat lainnya sedang ngobrol di mobilnya saat lewat jalan itu, sehingga tak tampak oleh mereka anak-anak bangsa sudah “dididik” di jalan. Atau bisa jadi, mereka tengah sibuk ber hape-hape (menelepon).

Tapi jika kita berprasangka buruk, bisa saja mereka-mereka itu tak mau susah oleh urusan kecil seperti itu. Kenapa fenomena itu dikira kecil, karena sampai saat ini-pun belum juga diberes-bereskan. Salah besar jika fenomena ini disebut persoalan kecil. Jika ditelesik lebih dalam, ini adalah persoalan BESAR. Persoalan dimana anak-anak yang harusnya mengenyam pendidikan, justru dididik ala jalanan.

Dalam benak mereka, mencari uang dengan mena­dahkan tangan sambil memberikan layanan alakadar, adalah sah dan TIDAK DILARANG. Artinya, dalam benak mereka bisa saja memeras bukan hal yang dilarang. Karenanya, tak lama lagi, kita semua akan merasakan buah dari “pendidikan” jalanan mereka berupa ulah-ulah kriminal. Bisa saja, satu dari sekian banyak mereka yang kini tengah “belajar” di jalan akan menjadi bandit masa depan dengan mental tukang palak ala jalanan.

Di sisi lain, masyarakat kebanyakan, terutama peng­guna jalan juga ikut bertanggung jawab. Apa tanggung jawabnya? Jangan memberi mereka recehan karena dengan memberi, artinya para pengguna jalan di Padang sudah ikut “melegalkan” tabiat mereka tersebut. ***



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM