Tanaman Hias Puding Mas

Kembangkan Hobi Jadi Bisnis


Sabtu, 05 Desember 2015 - 01:13:21 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Kembangkan Hobi Jadi Bisnis

Maklum, seiring dengan kondisi perekonomian yang terus membaik, tentu kian banyak acara yang digelar, baik yang bersifat koor­porasi atau pun per­seo­rangan. Setiap kegiatan itu, mem­butuhkan dekorasi me­manfaatkan tanaman hi­dup agar suasana acara ter­lihat asri, sejuk dan me­nyenangkan. Ada pula yang memang hobi berkebun bunga, akan rela memburu aneka tanaman hias ini.

Karena itu, dari usaha budidaya tanaman hias ter­sebut, seseorang bisa mene­kuni profesi seba­gai pe­ngepul dan pemasok besar, terutama untuk pasokan tanam dan penjual eceran hingga penjual tahap akhir, yakni pelaku usaha per­tanaman, dekorasi dan peda­gang tanaman hias eceran. 

Salah satunya adalah Usaha Tanaman Hias Pud­ding Mas yang beralamat di Simpang Lampu Merah, Jalan By Pass Surau Gadang Ipuh, Mandiangin, Bukit­tinggi. Usaha yang dirintis pasangan suami istri, Andi Sutan Mudo bersama istri­nya Nancy ini, tidak hanya menjual tanaman hias dan landscape tanaman  hias, namun juga menjual bibit buah-buhan.

Berbagai ragam tana­man hias yang siap jual, bisa ditemukan di kebun Pud­ding Mas seperti pillow kodok, beringin Jepang, anglomena, anggrek, bego­nia, infasen dan tanaman hias lainnya asal nusantara. Bahkan tanaman hias impor asal Thailand juga ada s­e­perti, anglomena, eceng pilo dan anggrek kamboja. Se­dangkan bibit buah-buahan yang tersedia seperti durian montong, mangga harum manis, jambu, belimbing, sirsak, lengkeng, jambu ma­du.

Untuk harga jual setiap tanaman hias sangat ber­variasi, sesuai dengan jenis tanaman. Seperti Pillow Kodok dipatok dengan har­ga Rp1,3 juta perbatang, Beringin Jepang Rp1,5 juta perbatang, Anglomena rata-rata dijual antara Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per­batang dan Anggrek dijual rata-rata Rp100 ribu hingga Rp120 ribu.

Sedangkan sewa tana­man hias untuk landscape pelaminan maupun ruang pertemuan dibantrol se­harga Rp200 ribu permeter. Sedangkan untuk semua jenis buah-buhan dijual ra­ta-rata Rp40 ribu hingga Rp60 ribu perbatang.

“Harga yang kita ban­drol ini masih bisa dibe­rikan diskon tergantung dengan jumlah permintaan. Semakin banyak per­min­taan maka harga bisa kita turunkan. Namun untuk jumlah omset setiap bulan, Alhamdulillah sudah men­cukupi kebutuhan kami sekeluarga,” ujar Andi kepa­da Haluan di kebunnya, Kamis (26/11).

Ia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan ba­han baku ia tidak meng­alami kendala yang berarti. Sebab ia sudah mempunyai jaringan supplayer seperti di daerah Lubuk Minturun Padang, Tanjung Morawa Sumatera Utara dan Cipa­nas Jawa Barat. Lalu, sekali dua bulan dia akan ke Lu­buk Minturun untuk mem­beli bahan baku. Sedangkan ke Cipanas Jawa Barat, dia membeli bahan baku sekali delapan bulan dan ke Tan­jung Morawa Sumatera Uta­ra pembelian sesuai dengan kebutuhan.

Pelanggan yang datang ke tempatnya, tidak hanya didominasi oleh ibu-ibu saja, namun ada datang dari perkantoran dan pihak se­kolah yang berasal dari Kota Bukittinggi. Bahkan ada juga pedagang tanaman hias yang membeli untuk dijual lagi.

“Tanaman hias yang lagi booming saat ini adalah anggrek, anglenema, bego­nia dan infasen atau inai-inai,” ulas Andi. (***)

 

Oleh:
YURSIL MASRI
 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 16 April 2016 - 01:27:45 WIB
    Bripka Wadriadi

    Pandai Bergaul dan Ingin Kembangkan Bahasa Minang

    Pandai Bergaul dan Ingin Kembangkan Bahasa Minang Bripka Wadriadi Anggota Polres Padangpanjang, salah satu dari dua orang utusan Polda Sumbar, yang terpilih dalam kontingen Garuda Bhayangkara 7. Dalam misi, perda­maian PBB ke Sudan mencoba membudayakan bahasa Mi­nang kep.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM