Masyarakat Pessel Keluhkan Soal Sawit


Selasa, 01 Desember 2015 - 20:25:44 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Masyarakat Pessel Keluhkan Soal Sawit

“Saya bersama tim, be­rangkat ke Pessel untuk membuktikan komitmen kami untuk memperhatikan daerah dan masyarakat Pes­sel sama dengan kabupaten dan kota  lainnya di Su­matera Barat,” kata MK yang meluncur ke Pessel sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (1/12).  Hampir seharian penuh kemarin, MK blusukan antara lain ke ke Koto XI Tarusan, IV Jurai dan Bayang.  Di ke­camatan itu,  calon Gu­bernur Sumatera Barat, itu mendapat dukungan pe­nuh dari masyarakat setempat.

Blusukan dimulai di Si­guntur, Tarusan. Di sana, MK mengunjungi rumah dan kedai warga, dan pang­kalan ojek. Masyarakat se­tempat menyambut MK dan tim sukses yang me­ngiringinya, dengan hangat. Mereka pada umumnya su­dah kenal de­ngan MK, se­hingga satu per satu ma­syarakat berebut ber­sal­a­man dan berfoto dengan MK.

Di Siguntur, MK hanya mampir sebentar, sekadar untuk menyapa masyarakat. Per­jalanan lalu dilanjutkan ke Pasar Tarusan, yang saat itu sedang ramai karena hari pasar. Di sana, MK berdialog dengan pedagang dan pembeli. Tidak hanya itu, MK juga membeli dagangan pedagang seperti ja­gung, marta­bak, buku tentangt agama, dan sebagainya. Pedagang yang daga­ngannya dibeli pun senang karena yang membeli adalah calon gu­ber­nur yang kepadanya mereka me­num­pang­kan harapan.

“Kami mendukung Pak MK dan Pak Fauzi Bahar sebagai gubernur untuk mengubah nasib kami. Lihatlah kondisi pasar ini, yang berdagang banyak, tapi yang membeli sedikit. Ini karena harga sawit di Pesisir Selan murah, sehingga masyarakat tidak punya uang untuk belanja,” kata salah seorang pedagang.

Sementara itu, salah seorang masyarakat yang menemui MK di pasar tersebut mencurahkan harapannya. “Tolonglah, Pak, harga sawit di Pesisir Selatan murah sekali. Jangankan men­dapatkan untung, kami malah rugi berladang sawit,” ungkapnya.

Beberapa pedagang lain yang dikunjungi MK, tidak menyangka bahwa MK yang mereka lihat dalam debat calon gubernur di TVRI Sumbar pada Senin (30/11) malam, hadir di pasar itu. Mereka pun memanfaatkan mo­men itu untuk melepaskan ke­rinduan mereka akan sosok MK yang selama ini mereka lihat di media massa dan baliho, yakni dengan bersalam-salaman, me­ngobrol dan berfoto bersama MK.

“Kami senang Pak Muslim Kasim melihat langsung kondisi kami di pasar. Ini baru pemimpin yang merakyat, yang mau men­dengarkan langsung keluhan masyarakat,” ujar salah seorang pedagang.

Selepas dari Pasar Tarusan, MK melanjutkan blusukan ke Kampung Bukik Kaciak, Nagari Lumpo, Kecamatan IV Jurai. Di sana MK sudah ditunggu bahkan sejak pagi oleh sekitar 200 warga. Mereka meninggalkan pekerjaan mereka hari itu agar bisa bertemu MK.

Masrizal Koto, tokoh m­a­sya­rakat setempat me­ngin­for­ma­sikan, mayoritas penduduk di sana bekerja sebagai petani. Hari itu mereka sengaja tidak pergi ke sawah, karena mendapatkan in­formasi bahwa MK akan da­tang ke kampung itu, dan me­luang­kan waktu untuk bertemu MK.

“Semalam masyarakat di sini menonton secara langsung debat calon gubernur di televisi. Yang paling menarik bagi kami ma­syarakat di sini dari debat itu, adalah tentang Jalan Kambang-Muarolabuh yang akan di­upa­yakan MK-Fauzi untuk dibuka. Kami berharap sekali jalan itu dibuka karena manfaatnya sangat besar bagi kami, dan masyarakat Pesisir Selatan pada umumnya. Kalau jalan itu dibuka, masya­rakat Pesisir Selatan akan dapat mengonsumsi sayur segar dari Alahan Panjang dan masyarakat Pesisir Selatan pun bisa menjual ikan ke Solok Selatan dengan biaya perjalanan yang murah sehingga lebih banyak men­dapatkan keuntungan,” tutur Masrizal yang merupakan kader PAN Pessel.

Di sisi lain, Masrizal me­nyebutkan, bahwa masyarakat Lumpo pasti mendukung MK-Fauzi karena masyarakat di naga­ri itu memiliki hubungan emosio­nal yang kuat dengan Fauzi Ba­har. “Di sini basis massa PAN,” kata Masrizal.

Usai dari Lumpo, rom­bo­ngan MK bergerak ke Nagari Ambacang, Bayang, karena sudah ditunggu pula oleh ratusan ma­syarakat setempat. Di tempat itu, masyarakat sudah menyiapkan makanan dengan biaya sendiri, karena mereka tahu bah­wa dun­sanak mereka, MK, berkunjung ke sana.

Farani Datuak Batuah, tokoh masyarakat setempat yang juga merupakan Ketua KAN Bayang, meyakinkan masyarakatnya bah­wa MK-Fauzi adalah pasangan yang dekat dengan masyarakat Bayang karena dua tokoh Bayang, yakni Darizal Basir dan Is Anwar mendukung pasangan nomor urut 1 itu. Oleh karena itu, MK-Fauzi pasti akan memerhatikan masyarakat Bayang kalau terpilih menjadi kepala daerah.

Lini, salah seorang warga setempat menyatakan, ma­sya­rakat di sana memang men­dukung MK karena selama ini melihat bahwa MK sosok yang bersih, belum pernah terjerat hukum, seperti kasus korupsi.

“Kalau tidak pernah ber­urusan dengan hukum, pasti kepemimpinannya juga bagus,” katanya saat ditanya kenapa mendukung MK.

Dari Nagari Ambacang, tim MK beranjak ke Koto XI Ta­rusan, yakni ke rumah Akmal Datuak Batuah Nan Kayo, Ketua LKAAM Tarusan. Seperti kun­jungan di Bukik Kaciak dan Am­bacang, MK juga sudah ditunggu oleh masyarakat Tarusan.

Akmal Datuak Batuah Nan Kayo mengatakan, MK-Fauzi akan mendapat dukungan penuh di Tarusan dan Bayang, karena masyarakat di dua kecamatan itu punya luka sejarah yang pernah dibuat oleh salah satu pasangan calon gubernur yang lain.

Sementara itu, Rafani yang mengikuti rombongan MK sam­pai ke rumah Akmal Datuak Ba­tu­ah Nan Kayo, mengatakan ke­pa­da masyarakat di sana, hanya MK-Fauzi yang bisa membangun Pessel.

“Pasangan MK-Fauzi di­du­kung oleh 11 partai politik. Mayoritas partai pendukungnya adalah partai pendukung Jokowi. Artinya, mudah bagi MK-Fauzi berkomunikasi dengan pe­me­rintah pusat, sehingga dana AP­BN bisa dibawa ke Pessel untuk pembangunan,” tutur Rafani yang merupakan pensiunan PNS. Jabatan terakhirnya di Pemkab Pessel adalah asisten pe­me­rintahan.

Di semua tempat blusukan, MK memberikan jawaban atas aspirasi yang disampaikan ma­syarakat, bahwa ia memiliki tanggung jawab moral terkait kemerosotan ekonomi yang ter­jadi di Pessel, salah satunya adalah murahnya harga sawit di kabupaten itu dibandingkan kabupaten lain seperti di Dhar­masraya, Pasaman Barat, Solok Selatan dan sebagainya.

“Mencoloknya perbedaan harga sawit di Pessel, bahkan sampai Rp450 per kg, di­ban­dingkan harga sawit di kabupaten lain di Sumbar yang mencapai harga Rp1.000 hingga Rp1.500 per kg, karena kapasitas pabrik tidak mampu menampung sawit di Pessel, sehingga masyarakat menjual sawit ke luar daerahnya. Be­rarti masalahnya adalah ku­rangnya pabrik sawit di Pessel. Akan tetapi, saat ada investor ingin mendirikan pabrik sawit di Pessel, nampaknya birokrasi perizinan di Pemda di sana sulit. Nampaknya ada hal-hal pada kebijakan di sana tidak sesuai dengan semangat birokrasi refor­masi, seperti trans­paransi, akun­tabilitas dan bebas KKN,” tutur MK.

Menurut MK, persoalan itu akan diakomodirnya bila ia dipercaya oleh masyarakat Pessel menjadi gubernur, dengan cara membangun komunikasi dengan Pemkab setempat, yang kepala daerahnya juga akan dipilih pada 9 Desember nanti.

Terkait jalan Kambang-Mua­rolabuh, pihaknya akan me­ngupayan sekuat tenaga, dengan tidak melanggar aturan-aturan yang ada, dan mencari celah agar jalan tersebut bisa dibuka.

Seperti yang diketahui selama ini, jalan Kambang-Muarolabuh berada di kawasan hutan TNKS, yang izinnya terbentur di Ke­menterian Kehutanan.

Dari tempat-tempat yang dikunjunginya di Pessel, MK berterimakasih kepada ma­sya­rakat di sana karena sudah me­nyambutnya dengan sedemikian rupa. Ia berjanji tidak akan me­lupakan masyarakat yang sudah menaruh harapan besar kepada kepemimpinannya. (h/dib)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM