Tarif Listrik 1300-2.200 VA Naik


Selasa, 01 Desember 2015 - 20:21:37 WIB
Reporter : Tim Redaksi

JAKARTA, HALUAN — Ke­lom­pok pelanggan listrik PT PLN berdaya 1.300 dan 2.200 volt ampere (VA) bakal mengeluarkan biaya lebih besar.  Mulai De­sember 2015, dua kelompok ini tak lagi menikmati subsidi. De­ngan demikian tarif listrik untuk kedua golongan tersebut me­ngalami kenaikan.

Mengutip situs resmi PLN, mulai Desember ini, kelompok pelanggan non subsidi (berdaya 1.300 VA-200 KVA) harus mem­bayar listrik sebesar Rp 1.509,38 per kWh.  Walau pun tarif ke­lom­pok non subsidi ini m­e­mang lebih rendah dengan bulan No­vember yang mencapai Rp 1.533 per kWh.

Sebelum subsidi dihilangkan, pelanggan listrik 1.300 dan 2.200 VA hanya membayar Rp 1.352 per kWh. Tak hanya itu, pelanggan listrik 1.300 dan 2.200 VA juga harus mengikuti penyesuaian tarif seperti kelompok pelanggan non subsidi lainnya.

Sebelumnya, Anggota Ko­misi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Par­tai Nasdem Kurtubi me­n­dukung PT Perusahaan Listrik Ne­gara (Persero) mencabut sub­sidi listrik pelanggan golongan rumah tangga berdaya 1.300 Volt Ampere (VA).

Menurut Kurtubi, PLN bisa mencabut subsidi tersebut asal­kan perusahaan tersebut bisa menjelaskan dengan transparan kepada masyarakat mengenai anggarannya.

“Jadi dengan pengurangan subs­idi untuk kelompok pe­langgan tertentu itu, saya ber­harap PLN betul-betul terbuka berapa mereka akan peroleh dengan kenaikan ini. Kemudian ada berapa pembangkit yang akan mereka bangun dengan kenaikan itu,” terang Kurtubi.

Kurtubi menuturkan, saat ini PLN memang membutuhkan ba­nyak anggaran untuk mem­bangun pembangkit listrik dan mem­bangun ribuan kilometer jaringan distribusi.  Langkah tersebut di­lakukan untuk meningkatkan rasio elek­trifikasi dan kapasitas ter­pasang pembangkit.

Menurut Kurtubi, pe­nye­rataan modal negara (PMN) sebesar Rp 10 triliun dan se­jumlah kredit komersial bank yang didapat PLN, belum cukup untuk membiayai kebutuhan pembangunan infra­struktur lis­trik. (kcm/met)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 23 Agustus 2016 - 09:45:06 WIB
    Harga Rokok Naik

    Menkeu: Belum Ada Aturan Baru Soal Tarif Cukai Rokok

    Menkeu: Belum Ada Aturan Baru Soal Tarif Cukai Rokok JAKARTA, HALUAN – Di tengah gonjang-ganjing soal kenaikan harga rokok yang menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat, pemerintah ternyata belum membuat aturan baru mengenai harga jual eceran atau tariff cukai rokok..
  • Sabtu, 11 Juni 2016 - 04:01:09 WIB

    Soal Tarif Baru PLTMH, PLN Harus Patuhi Kepmen ESDM

    JAKARTA, HALUAN — Kementerian ESDM telah menetapkan tarif baru Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH). Melalui Permen ESDM Nomor 19 Tahun 2015, tarif harga listrik dari pengembang PLTMH ditetapkan US$ 0,09 per kwh sampai US.
  • Rabu, 01 Juni 2016 - 04:45:55 WIB
    Bebaskan Terdakwa Korupsi

    Hakim Janner dan Toton Patok Tarif Rp1 Miliar

    JAKARTA, HALUAN—Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, terus memperdalam kasus dugaan suap, yang melanda hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu Janner Purba dan hakim ad hoc PN Bengkulu Toton. Hasilnya mengejutkan. Keduanya didu.
  • Kamis, 31 Maret 2016 - 04:42:28 WIB
    Premium dan Solar Turun Rp500

    Presiden Minta Tarif Angkutan Ikut Turun

    Presiden Minta Tarif Angkutan Ikut Turun PADANG, HALUAN — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar. Penurunan harga tersebut akan mulai berlaku pada 1 April 2016 mulai p.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM