Media Sosial, Ancaman Terbesar Media Cetak


Selasa, 24 November 2015 - 18:59:24 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Justru yang ditakutkan media cetak saat ini adalah kehadiran media social (med­sos) yang semakin tak terbendung perkem­bangan­nya. Medsos terbukti mam­pu menjaring iklan yang lumayan banyak, meski ba­ru hadir pada beberapa tahun belakangan ini.

Mohammad Bakir, Re­daktur Pelaksana Harian Kompas, mengatakan hal itu kepada tim wartawan ekonomi  dan bisnis Bank Indonesia Padang, saat ber­kunjung ke sana. “Ancaman medsos cukup serius. Bila tak hati-hati, pemasang ik­lan kelak tentunya akan semakin berkurang karena berpindah dari cetak ke medsos,” kata Bakir.

Didampingi Wakil Red­pel Tri Patra, Wakil Editor desk ekonomi Dewi serta Pieter Gero dari bidang komunitas, Bakir menye­butkan, saat ini Harian Kom­pas memiliki tiras 550 ribu eksemplar per hari. Koran yang baru saja merayakan ulang tahun ke-50 pada tanggal 28 Juni lalu itu, selalu menjadi pedoman bagi media-media lain di Indonesia karena ke­profesi­onalannya. Di ba­wah kepe­mimpinan Jakob Oetama terbukti, Kompas bisa ber­kembang dan memiliki anak usaha lain yang tak kalah besar. Seperti toko buku, hotel , TV dan lain­nya.

Antara redaksi dan bis­nis, adalah sesuatu hal yang terpisah. Redaksi, menurut Bakir, cukup memikirkan bagaimana menyajikan kon­ten yang baik dan me­narik serta tentunya ber­kualitas. Tak perlu memi­kirkan bagiamana melobi iklan ataupun pariwara. “Urusan bisnis, kita serah­kan ke bagian bisnis. Re­daksi tak campur tangan dalam pemasaran iklan ma­u­pun pariwara,” paparnya.

Pun dalam urusan ber­politik. Segenap anggota redaksi tak diperkenankan untuk terjun dalam dunia politik. Baik menjadi ang­gota partai, ataupun menjadi caleg dan sebagainya. Jika terbukti sanksinya adalah berhenti dari pekerjaannya.

Hal senada juga dila­kukan Koran Sindo. Meski baru berusia 10 tahun, koran milik Hary Tanoesoedibjo yang tergabung dalam group MNC  ini terbukti mampu mengembangkan sayapnya ke berbagai daerah di In­donesia.  Tentu saja peran media groupnya seperti TV, online dan lainnya, juga sangat menunjang pengem­bangan Koran Sindo.

Pemimpin Redaksi Ko­ran Sindo Sasongko Pur­wanto yang didampingi Wa­pimred Wasiro dan Dwi Sasongko, Redpel Hana, serta beberapa anggota tim redaksi lainnya, menye­butkan jika ingin bertahan sekarang, media memang harus mengembangkan bis­nisnya. Tak semata hanya Koran, karena biaya koran saat ini sangat mahal. Harga kerta yang semakin me­lambung ditambah persa­ingan dengan media sosial, membuat banyak peru­sa­haan media gulung tikar.

“Bahkan Koran besar sekaliber Sinar Harapan pun memutuskan untuk tidak lagi terbit di awal 2016, karena semua sahamnya ditarik oleh pemegang sa­hamnya,” kata Sasongko.

Menerapkan sistrem yang sama dengan Kompas Group, redaksi Koran Sin­do menurut Wasiro, juga mu­rni mengelola keredak­sian. Urusan bisnis diserah­kan pada bagian bisnis.

Pengembangan bisnis ke bidang yang bukan sekadar berita, juga dilakukan oleh Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara. Menurut Achmad Buchori, Manager Departement Pro­duksi Berita Antara, mutlak dilakukan. Meski berada di bawah kementrian BUMN, Antara tak manja dengan fasilitas.

“Kami terus berupaya menyajikan berita-berita yang terbaru dari berbagai daerah maupun belahan dunia, sece­patnya. Selain itu, kami juga pengem­ba­ngan bisnis ke An­tara TV , penyewaan gedung serta lainnya,” kata Buchori. (h/atv)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 11 Mei 2015 - 19:40:12 WIB

    Gramedia Perkenalkan Konsep dan Logo Baru

    JAKARTA, HALUAN — PT Gramedia Asri Media, operator toko buku Gramedia meluncurkan konsep dan logo baru. Perubahan konsep baru ini ditujukan untuk menyesuaikan konsep Gramedia sesuai perubahan zaman. Dim.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM