Akbar Tandjung: Partai Golkar Terancam


Rabu, 18 November 2015 - 19:54:54 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Akbar mengatakan jika Golkar sudah mencapai keadaan terancam maka perlu dilakukan sebuah Mu­syawarah Nasional yang tidak konvensional atau biasa disebut Musyawarah Nasional Luar Biasa.

Namun, kata dia Mu­nas­lub itu dapat diseleng­gara­kan jika mendapatkan du­kungan dari DPD-DPD Gol­­kar tingkat I.

“Kalau ada dukungan DPD-DPD Golkar tingkat I saya kira ini solusi yang baik, karena kalau dilihat situasi hari-hari ini jika dibiarkan maka Golkar dalam keadaan terancam,” jelas dia.

Akbar mendorong dua kubu di internal partai beri­ngin yakni Agung Laksono dan Aburizal Bakrie untuk segera melakukan ko­mu­nikasi secara intens guna menyelesaikan konflik Gol­kar. Politikus muda Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam kesempatan itu mengatakan poros muda Golkar akan men­dorong Agung Laksono dan Aburizal Bakrie untuk me­nye­pakati komitmen me­­nye­lesaikan konflik Gol­kar dengan terlebih dulu mengenyampingkan ke­pen­tingan pribadi.

Dia menekankan jika kondisi konflik Golkar te­rus dibiarkan maka masa depan kader muda sangat terancam.

Sebelumnya, Ketua Umum Golkar hasil Munas Bali yang memenangkan perkara di Mah­ka­mah Agung menyatakan tidak akan ada Munas Golkar sampai tahun 2019.  Namun Ketua Ang­katan Muda Pembaharuan Indo­nesia (AMPI), Dave Laksono mengimbau pengurus partai Golkar dari kedua kubu untuk melaksanakan Musyawarah Na­sio­­nal (Munas) Golkar sesegera mungkin. “Munas ini menjadi hal yang mutlak. Kalau bisa sekarang, ya saya akan menjawab hari ini ju­ga,” ujar Dave usai bertemu po­litisi senior Golkar Akbar Tand­jung di Jakarta, Rabu (18/11).

Ketua umum organisasi sayap partai Golkar ini juga men­jelaskan bahwa di setiap per­temuan dengan petinggi dan senior Golkar, beberapa waktu ke belakang, pihaknya mengakui telah mendapat kesepakatan untuk segera menyelenggarakan Munas.

Lebih lanjut, anak dari Agung Laksono tersebut menyatakan bahwa nantinya Munas akan bersifat terbuka kepada siapapun yang akan maju dalam pemilihan ketua umum partai Golkar.

“Kami inginkan agar demo­kratis, sesuai dengan AD/ART, tidak ada penekanan terhadap siapapun. Perkara siapa yang maju, semua boleh termasuk pak Harmoko kalau mau maju, sila­kan,” tegasnya. Dia menam­bah­kan, Munas merupakan kelanju­tan dari agen­da Silaturahmi Na­sio­nal yang diadakan pada awal No­vember dan telah mem­perte­mu­­kan dua kubu yang sempat bertikai.

Pertimbangkan PK

Sementara itu, kepengurusan Partai Golkar hasil musyawarah nasional Ancol sedang me­mer­timbangkan untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan kasasi Mahkamah Agung (MA). Dalam putusannya, MA membatalkan Surat Ke­putusan (SK) Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) yang mengesahkan kepengurusan Gol­kar Agung Laksono.

Ketua bidang Hukum DPP Partai Golkar hasil munas Ancol, Lawrence Siburian mengatakan, opsi pengajuan PK masih ter­buka. Saat ini kubu Agung Lak­sono belum memutuskan untuk mengajukan atau tidak me­nga­jukan PK atas putusan yang membatalkan pengesahan ke­pengurusan hasil munas Ancol.

“Kita belum putuskan apakah akan mengajukan PK atau tidak, kita belum putuskan, jadi opsi itu ma­sih terbuka,” kata Lawrence pa­da Republika.co.id, Rabu (18/11).

Menurut dia, kedudukan Men­­­kumham dan Kepengurusan Ancol sama-sama dapat me­nga­jukan PK atas putusan kasasi. Meskipun, kepengurusan yang dipimpin Agung Laksono hanya sebagai tergugat intervensi. Na­mun, dalam proses pengadilan, majelis hakim sudah me­ngi­zinkan kepengurusan hasil mu­nas Ancol menjadi tergugat inter­vensi dan berhak mengajukan PK sendiri tanpa Menkumham.

Menurut Lawrence, waktu pengajuan PK juga masih sangat lama untuk dipertimbangkan. Sebab, sejak diterima amar putu­san kasasi MA, pihak Men­kum­ham dan kubu Agung memiliki waktu 180 hari. Padahal, amar putusan kasasi MA baru diterima kubu Agung sekitar tanggal 10 November kemarin.

Jadi, waktu untuk pengajuan PK masih sangat terbuka. Law­rence mengatakan, pengajuan PK ini menjadi salah satu opsi dari beberapa opsi yang akan dila­kukan oleh kubu Agung. “Kita kelompok Pak Agung sudah punya opsi-opsi, kita tunggu saja beliau (Agung Laksono),” kata Lawrence. (rol/met)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 24 Juni 2018 - 21:34:23 WIB

    Diguyur Hujan,   Peserta Kampanye Akbar Tetap Semangat

    Diguyur Hujan,   Peserta Kampanye Akbar Tetap Semangat PADANG,HARIANHALUAN.COM—Hujan yang mengguyur Kota Padang, tidak menyurutkan langkah ribuan pendukung pendukung  paslon nomor  urut 1 Emzalmi-Desri Ayunda dan pasangan nomor urut 2  Mahyeldi- Hendri Septa untuk menyaksika.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM