Debat Cagub Berlangsung Panas


Senin, 16 November 2015 - 20:10:56 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Agenda debat publik ber­langsung 10 sesi. Pada sesi awal, kandidat menyampaikan visi misi masing-masing tentang pendidikan, budaya, sosial dan keagamaan. Perdebatan mulai sengit ketiga moderator mulai menyinggung masalah pen­didi­kan di Sumbar. Begitu pasangan calon (paslon) nomor urut 1 diberikan kesempatan menyam­paikan pertanyaan kepada paslon nomor urut 2, Cagub Muslim Kasim (MK) langsung mem­pertanyakan persoalan dana hi­bah dari PT Rajawali kepada Sumbar yang jumlahnya 5 juta USD yang tidak termanfaatkan hingga kini.

Muslim Kasim menilai, dana PT Rajawali bisa digunakan  untuk kemajuan pendidikan Sumbar, termasuk mewujudkan wajib belajar 12 tahun. Sayang­nya, terang Muslim Kasim, dana yang sudah tertahan di kas daerah selama dua periode gubernur ini, masih belum bisa digunakan. Semasa ia menjabat sebagai Wakil Gubernur, ia merasa tidak dilibatkan dalam penyelesaian masalah dana rajawali. Menu­rutnya Irwan Prayitno tidak banyak berbuat untuk penyele­saikan dana yang kini jumlahnya mencapai Rp65 miliar tersebut. Sedangkan Cawagub Fauzi Bahar (FB) memberikan pertanyaan mengapa dulu ada dana bantuan Rp1 miliar untuk masing-masing perguruan tinggi, di masa Irwan Prayitno menjabat Gubernur  Sumbar dana itu tidak lagi me­ngu­cur. Pendukung MK-FB lang­sung bertepuk riuh mendengar pertanyaan tersebut.

Menjawab pertanyaan itu, Cagub Nomor Urut 2 Irwan Prayitno mengatakan pihaknya sangat setuju dan berkeinginan dana hibah PT Rajawali itu digunakan untuk kebutuhan pen­didikan. Karena itu dibuat yaya­san untuk mengelola dana terse­but. Namun setelah dikon­sul­tasikan ke BPK, menurut BPK dana itu tidak bisa dikelola oleh yayasan. Selanjutnya diren­cana­kan dikelola oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), namun prosesnya belum selesai di DPRD. “Mekanismenya tidak mudah. Sedang kami ingin dana ini disalurkan untuk dunia pen­didikan,” kata IP. Soal bantuan untuk perguruan tinggi Rp1 miliar, menurut IP tidak sesuai dengan aturan penganggaran. Karena sesuai aturan, perguruan tinggi tidak termasuk dalam penganggaran pemerintah pro­vinsi. Cawagub Nasrul Abit berupaya melengkapi jawaban IP.

Begitu kesempatan bertanya diberikan kepada paslon nomor urut 2, IP pun langsung meng­hentak suasana dengan meng­kritisi visi dan misi MK-FB. Menurut IP, poin  agama dan adat adalah yang sangat penting, tetapi tidak dimasukan oleh MK-FB ke dalam visi dan misi. NA juga menambahkan, menurutnya jika tidak tergambar hal-hal penting seperti poin agama dan adat dalam visi dan misi, lalu  apa yang akan dikerjakan oleh gubernur ke depan. Apalagi visi dan misi itu sangat penting untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). IP juga sempat menanyakan bagai­mana konsep dan pelaksanaan tungku tigo sajarangan dan tali tigo sapilin. Mendengar kritikan pedas itu, pendukung IP-NA langsung bertepuk riuh.

Menanggapi pertanyaan dan kritikan itu, Cagub MK meminta  agar IP-NA memperhatikan visi dan misi serta program kerja yang telah disusunnya secara bersama-sama dengan FB. “Barangkali karena Bapak tidak paham saja. Semuanya lengkap. Soal agama dan adat itu adalah hal penting yang tidak mungkin lepas dari kami,” katanya. Sedangkan  FB berupaya   menjelaskan tentang konsep tungku tigo sajarangan dan tali tigo sapilin.

Dalam debat ini moderator juga menyinggung tentang mata pelajaran Budaya Alam Mi­nangkabau (BAM) yang dihi­lang­kan sejak kurikulum 2013 diberlakukan. Moderator No­frion meminta tanggapan dari pasangan calon, apa langkah yang akan dilakukan untuk memper­tahankan eksitensi adat Minang­kabau kepada generasi muda.

Menurut Muslim Kasim, ku­rangnya perhatian pemerintah terhadap alim ulama, niniak mamak, dan komponen tali tigo sapilin dan tungku tigo sajara­ngan, dan para intelektual. Kalau semua komponen ini dapat du­duk bersama untuk memecahkan permasalahan ini secara ber­sama-sama, jadi tidak boleh ditangani oleh pihak-pihak te­tentu harus ditangani secara bersama-sama.

FB mengklaim, selama 10 tahun menjadi walikota Padang ada 30.000 anak-anak di Kota Padang yang hafal Alquran satu juz yakni juzama. Untuk itu, ia berencana akan menghidupkan kembali bagaimana adat budaya di Minangkabau sehingga kri­minal, kejahatan seksual, dan kenakalan remaja akan dapat diredam.

Sementara itu, calon gu­bernur dari paslon nomor urut 2 Irwan Prayitno mengatakan, langkah utama yang akan dilaku­kannya adalah membentuk pen­di­dikan karakter yang akan bisa menjawab semua permasalahan yang terjadi di Sumbar. Pendi­dikan karakter yang dimaksud adalah pendidikan karakter yang tidak hanya dari bersifat ke­ilmuan namun juga langsung diamalkan pada kehidupan seha­ri-hari dalam bentuk kondisio­ning atau pembiasaan kepada pelajar khususnya melalui pendi­dikan formal maupun informal, dan di masyarakat dalam bentuk non formal.

“Ketiga lembaga tersebut harus bersama-sama menja­lan­kan program pendidikan ka­rakter baik pendidikan formal, informal, maupun non formal. Kalau ketiga ini berjalan in­shaallah semua permasalahan yang disebutkan tidak akan terjadi,” ujarnya.

Untuk pertanyaan kedua mo­derator menyampaikan, bahwa di bidang pendidikan sering terlu­pakan oleh pemerintah dan peja­bat. Pendidikan kadang hanya menjadi program saat kampanye saja. Padahal pendidikan adalah investasi masa depan, salah da­lam memberikan pendidikan akan berakibat fatal pada generasi masa depan. Apakah program pendidikan di Sumbar yang akan dilakukan paslon, dan bagaimana teknis pendidikan anak yang akan dilakukan?

MK mengatakan, untuk me­ningkatkan kualitas Sumbar Daya Manusia (SDM), program yang pertama adalah menyesuaikan anggaran pendidikan Sumbar dengan amanat Undang-Undang bahwa dana alokasi untuk biaya pendidikan harus 20 persen. “Bagaimana pendidikan di Sum­bar akan maju jika dana kurang dari Rp80 miliar, seharusnya kalau APBD Rp 4,1 triliun,  berarti anggaran pendidikan di APBD Sumbar jumlahnya Rp 800 milliar. Selama ini tidak dilaksanakan oleh pemerintah daerah maka pendidikan Sumbar tidak akan maju,” ujarnya.

Fauzi Bahar menilai pen­didikan dasar sangat penting, begitu juga pendidikan tinggi. Selama lima tahun ke belakang tidak ada perhatian pemerintah untuk pendidikan tinggi, terma­suk dalam mencetak doktor.

“Kita akan melakukan sejauh program, setidak-tidaknya ada beberapa perguruan tinggi di Sumbar saya akan mencetak 100 hingga 200 doktor per tahun. Nah ini harus dianggarkan karena merekalah yang akan mendidik anak-anak, ketika yang tenaga pendidik mempunyai ilmu yang tinggi pasti akan melahirkan generasi yang bagus dan inilah program yang harus dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, IP mengata­kan, berdasarkan UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah telah menegaskan otoritas dan kewenangan gubernur dan wakil untuk mutu sekolah mena­ngani STLA, SMA, dan SMK namun sebelumnya seluruhnya ditangani oleh bupati dan wali­kota. Oleh karena itu, maka jawabannya diarahkan pada SLTA karena SD dan SMP diurus bupati dan walikota.

Dalam statemen penutup, IP yang diberikan kesempatan awal mengajak masyarakat  Sumatera Barat untuk datang ke TPS, 9 Desember 2015. Dia pun mem­bacakan beberapa bait pantun yang isinya mengajak masyarakat Sumbar datang ke TPS dan menjatuhkan pilihan ke paslon  nomor urut 2.

Sedangkan cawagub FB dalam pernyataan penutupnya juga membacakan pantun. Dia pun mengajak masyarakat tidak memilih calon Gubernur yang hanya peduli kapada satu partai politik saja dan membagikan sapi hanya kepada pihak tertentu saja.

Ketua KPU Sumbar Am­nasmen mengatakan, agenda debat paslon Cagub dan Cawagub ada tiga putaran. Kemarin adalah putaran pertama dengan tema social, adat, budaya dan agama. Debat Putaran  II rencananya akan dilaksanakan 23 November 2015.

Debat ini dihadiri Kapolres Padang Kombes Wisnu, Ketua LKAAM Drs H Sayuti MPd,  Bundo Kanduang Raudha Thaib, Komisioner KPU Provinsi, Kabu­paten dan Kota, pimpinan perguruan tinggi, mantan Ketua MUI Sumbar Buya KH Masoed Abidin, para ketua partai, maha­siswa, LSM, tim pemenangan, pendukung  kedua paslon dan lainnya. (h/mg-rin/erz)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 15 Maret 2016 - 15:21:09 WIB

    Unand Selenggarakan Kompetisi Debat 2016

    PADANG, HALUAN —Ba­gian Kemahasiswaan Uni­versitas Andalas menggelar National University De­ba­ting Championship (NU­DC) 2016 tingkat Uni­ver­sitas Andalas pada Sabtu-Minggu, di Gedung UPT Pusat Bahasa Unand, 12-13 M.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: red[email protected]
APP HARIANHALUAN.COM