Menhub Tantang Anggota Wantimpres


Jumat, 13 November 2015 - 19:35:01 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Selain itu, Jonan juga tegas me­nolak rekomendasi Lion agar Bandara Budiarto ditutup.

“Tulis, kalau Pak Rusdi Kirana menggantikan saya (jadi Menteri Per­hubungan) silakan menutup Bandara Curug. Saya tidak mau suatu hari dianggap sebagai Menteri Perhubu­ngan yang menutup Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI),” ujar­nya menegaskan.

Bandara Budiarto merupakan fasi­litas pendidikan dan pelatihan atau laboratorium terbuka yang dikelola oleh STPI-Curug. STPI adalah salah satu perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah Kementerian Per­hubungan.

Sementara itu, proyek Bandara Lebak diperkiraan menelan investasi sebesar Rp 17 Triliun.

Sebelumnya, Jonan telah mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal rencana proyek Bandara Lebak, Banten.  Surat tersebut berisi informasi kelanjutan dan proses perizinan bandara yang di­usul­kan oleh perusahaan milik peru­sahaan Rusdi Kirana, PT Maja Raya Indah Semesta (MRIS), yang juga pendiri dan pemilik Lion Group.

Lion masih ingin bandara tersebut bisa diizinkan agar bisa dibangun. Padahal di rencana lokasi bandara ini secara ruang udara tak memungkinkan.

“Kira-kira hampir dua bulan lalu saya sudah mengirim surat kepada Bapak Presiden. Kita juga minta arahan baiknya bagaima­na,” kata Jonan di Hotel Boro­budur, Jakarta, Rabu (30/9) lalu yang dirilis detikcom.

Rencananya, Bandara Lebak yang dibangun oleh Lion Group berada pada lahan 4.000 hektar. Bila diizinkan dibangun, Bandara Lebak tersebut bisa berukuran 2 kali lebih besar daripada ukuran Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Jonan menyebut ruang udara (air space) Bandara Lebak de­ngan usulan saat ini akan ‘berta­brakan’ dengan ruang udara milik beberapa bandara di dekat ren­cana pe­ngembangan bandara baru itu.

Ruang udara untuk rencana Bandara Lebak bakal mengambil jatah ruang udara Bandara Bu­diarto milik Kemenhub di Curug, Bandara Rumpin milik TNI AU hingga Bandara Soetta.

“Taruhannya begini, ruang udaranya sempit dibandingkan dengan yang diajukan pemra­karsa (Lion Group),” ujarnya.

Kemenhub telah meminta Lion Group untuk mengubah tata letak bandara. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan tabrakan ruang udara dengan bandara lama (existing).

“Apa air based-nya (Pang­kalan) TNI AU dipotong seba­gian atau Curug dipotong seba­gian. Setelah ada keputusan Bapak Presiden saya ikut saja,” ujarnya. Meskipun akhirnya Presiden Jokowi memberi restu pem­bangunan bandara usulan Rusdi Kirana, Jonan menyebut wilayah operasi Bandara Lebak tetap akan terbatas.

“Gini frekuensi penggunaan runway-nya itu pasti tidak mak­simal. Mungkin dari satu arah saja. Sangat tidak maksimal tapi kalau mau saja terserah,” tutur­nya. (h/net)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 23 Februari 2015 - 18:54:07 WIB

    Kemenhub Bentuk Tim Investigasi

    SELIDIKI DELAY LION AIR

    JAKARTA, HALUAN — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah membentuk tim untuk menginvestigasi keterlambatan penerbangan Lion Air yang .

  • Ahad, 18 Januari 2015 - 19:25:29 WIB

    Citilink Desak Kemenhub Awasi Maskapai

    JAKARTA, HALUAN — Maskapai penerbangan berbiaya murah (LC­C) Citilink Indonesia telah mem­berlakukan tarif penerbangan batas bawah atau tarif terendah sebesar 40% dari tarif batas atas sesuai pengelomp.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM