Gatot Diperiksa Sebagai Tersangka Korupsi Dana Bansos


Rabu, 11 November 2015 - 20:31:22 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Pertama, dasar dari pem­berian dana hibah Bansos pada peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 32 tahun 2011 dan Per­mendagri nomor saya agak lupa 39 tahun 2012.  Seluruh tugas dan kewenangan gubernur dalam urusan Bansos itu sudah dise­rahkan kepada SKPD. SKPD terkait inilah yang melakukan verifikasi terhadap para penerima Bansos,” kata Yanuar.

Menurut Yanuar, Gatot ha­nya berwenang untuk menan­datangani dokumen penyaluran Bansos yang sudah diverifikasi SKPD. Sehingga, menurutnya, salah alamat bila Kejagung me­nyang­ka Gatot telah menya­lahgunakan wewenang.

“Saya bilang tadi itu dana yang bersumber dari APBD anggaran belanja daerah. Nah SKPD ini yang paling paham untuk mela­kukan verifikasi. Misalnya SKPD di bidang pendidikan ya di dinas pendidikan. Ini siapa saja yang pantas diberi hibah bansos, ke­mu­dian soal keagamaan ke­mu­dian soal sosial. Nah masing-ma­sing sekian puluh SKPD itu mela­kukan verifikasi, bukan gu­ber­nur,” tegas Yanuar.

Selain Gatot Pujo, Kejaksaan Agung juga menetapkan Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Sumut Eddy Sofyan menjadi tersangka. Gatot diduga mene­tapkan para penerima bantuan dana tanpa dilakukan evaluasi terlebih dulu.

Gatot disebut tidak me­nun­juk SKPD (Satuan Kerja Perang­kat Daerah) untuk me­lakukan evaluasi pada saat proses peng­anggaran hibah dan bansos TA 2012-2013. Gatot menurut Keja­gung menerbitkan ke­pu­tusan penetapan nama-nama penerima hibah dan bansos beserta besa­rannya yang tidak dievaluasi oleh SKPD terkait.

Sedangkan Eddy Sofyan didu­ga melakukan penyimpangan saat melakukan verifikasi para pene­rima dana bantuan sehingga dana hibah diterima oleh pihak yang tidak berhak dan merugikan keuangan negara Rp 2.205.­000.000. Diketahui realisasi anggaran dana hibah Pemprov Sumut untuk TA 2013 sebesar Rp 2.037.­902.754.481 yang dikelola oleh 17 SKPD dan 5 Biro. Khusus untuk SKPD Bakesbangpol dan Linmas TA 2013 mengelola dana hibah sebesar Rp 20.785.­000.­000 untuk 143 organisasi pene­rima hibah.

Sementara itu Ketua Satgas penyidik, Victor Antonius me­ngatakan ada 30 pertanyaan yang ditujukan kepada Gatot. “Tadi ada 30 pertanyaan, ya seputar tanggung jawabnya sebagai kepala daerah itu,” kata Ketua Satgas penyidik, Victor Antonius di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (11/11). Kejagung memang telah menetapkan Ga­tot sebagai tersangka. Namun mereka memeriksa Gatot di KPK karena sedang menjalani tahanan di rutan tersebut.

Pengacara Gatot, Yanuar Wa­sesa yang mendampingi Ga­tot sa­at diperiksa menyebut klien­nya dicecar seputar pe­nya­luran dana Bansos Sumut. Gatot menjelaskan kepada pe­nyidik, penyaluran dana Bansos me­rupakan verifikasi dari para kepala dinas.

3 Kabiro dan Kepala BKD Diperiksa

Jaksa penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Agung (Keja­gung) juga memeriksa 3 orang Kepala Biro dan Kepala BKD Pemprov Sumut di Kejagung. Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Gatot dan ter­sang­k­a Eddy Sofyan, Kepala Ba­dan Kesbangpol dan Linmas Sumut.

“4 Saksi yang diperiksa yaitu Ibnu Sri Hutomo selaku Kabiro Administrasi dan Pembangunan Sumut, Nurlela selaku Kabiro Umum Sumut, Safrudin selaku Kabiro Perlengkapan Sumut dan Suherman selaku Kepala BKD Sumut,” kata Kapuspenkum Amir Yanto di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin.

Saksi-saksi itu diperiksa me­nge­nai kronologi dari proses dan mekanisme dari perencanaan hingga penyusunan anggaran daerah di Sumut. Labih khusus lagi, saksi ditanya soal kebutuhan dana hibah dan bansos yang diwujudkan pada tahun anggaran 2012 dan 2013. (h/dtc)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 04 Agustus 2015 - 19:22:37 WIB

    Gatot dan Evy Bakal Bongkar Keterlibatan Pihak Lain

    JAKARTA, HALUAN — Ku­a­sa hukum Gatot Pujo Nugroho dan istri mu­da­nya Evy Susanti, Razman Arif Nasutionmengatakan, klienya bakal membeberkan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus dugaan suap pad.

  • Selasa, 28 Juli 2015 - 19:52:14 WIB

    Gubernur Sumut Gatot dan Istri Jadi Tersangka

    JAKARTA, HALUAN — Jumlah tersangka dalam kasus suap di lingkungan Pengadilan Tata Usaha Negara Medan terus bertambah. Hal itu setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan dua tersangka baru. .

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM