Sudirman Said Diminta Lapor Polisi


Rabu, 11 November 2015 - 20:22:43 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Laporkan saja, biar nanti hukum yang membuktikannya,” kata anggota Komisi VII dari Fraksi Nasdem Kurtubi saat dihubungi, Rabu (11/10/2015).

Menurut Kurtubi, per­nya­taan Sudirman berpotensi me­nimbulkan spekulasi negatif dan bola liar di publik. Sebab, publik akan menerka-nerka siapa po­litisi kuat yang dimaksud. Selain itu, hal ini juga akan membuat situasi politik kurang kondusif.

“Banyak yang bilang Men­teri ESDM itu kan orang yang kuat, petarung. Ya, laporkan saja. Daripada spekulasi si A, si B, si ,” ujarnya.

Sudirman sebelumnya me­nyebutkan adanya tokoh politik yang sangat berkuasa mencoba menjual nama Jokowi-JK kepa­da Freeport. Dengan mencatut nama Presiden dan Wapres, politisi itu menjanjikan ke Free­port agar kontrak bisa segera diberikan.

“Seolah-olah Presiden minta sa­ham. Wapres juga dijual na­ma­nya. Saya sudah laporkan kepada ke­duanya. Beliau-beliau marah ka­rena tak mungkin mereka me­la­kukan itu,” ujar Sudirman Said se­perti dikutip dalam acara Satu Meja yang ditayang­kan Kompas TV dan dikutip Kompas, Sela­sa (10/11/2015).

Namun, dia mengaku tak bisa menyebut siapa politisi yang coba menjual nama dua pim­pinan tertinggi republik itu. Hanya, Sudirman mengatakan bahwa orang itu cukup terkenal.

JK, tutur dia, tahu persis siapa orang yang coba menyeret-nyeret nama dua petinggi repu­blik tersebut.

“Keduanya (Presiden dan Wapres) sangat marah. Pak Jokowi mengatakan, ‘ora sudi’. Ora sudi kan ungkapan Jawa yang sangat dalam. Begitu pun Wakil Presiden. ‘Ini orang ku­rang ajar dan saya tahu orang itu siapa,’ kata Wapres. Jadi, Wa­pres sudah menduga,” ujarnya.

Sudirman mengaku, me­ngetahui semua tindakan licik tokoh-tokoh politik di balik percobaan perpanjangan kon­trak Freeport. Sebab, Free­port menceritakan secara rinci per­mintaan tokoh-tokoh politik tersebut.

Pejabat Berpengaruh

Juru Bicara Wakil Presi­den Jusuf Kalla, Husain Ab­dullah, membenarkan adanya pencatutan nama Kalla terkait perpanjangan kontrak PT Free­port di Indonesia. Pencatutan itu, disebut dia, dilakukan oleh seorang pejabat berpengaruh.

“Yang namanya nama dica­tut pastilah orangnya marah. Yang parah, orang yang mencatut (adalah) pejabat berpengaruh,” kata Husain saat dihubungi, Rabu (11/11/2015).

Namun, Husain tidak berse­dia mengungkap nama tokoh politik yang disebutnya “pejabat berpengaruh” dan mencatut nama kepala negara itu.

Dia pun belum dapat me­mas­­ti­kan kemungkinan Kalla me­­ngadukan pencatutan nama­nya itu ke aparat penegak hu­kum. Hu­sain hanya menyatakan bah­wa­ dirinya yakin dengan per­nya­taan Menteri ESDM Su­dir­man Said. Sudirman-lah yang per­tama kali membeberkan ada­nya ok­num yang “menjual” na­ma Pre­siden dan Wakil Presi­den ke­pada Freeport. Dia yakin Su­dir­­man memiliki bukti kuat soal itu.

“Ini masalah serius karena menyangkut nama baik Presiden dan Wapres. Pencatutan nama tersebut adalah sesuatu yang tidak sehat dalam pemerintahan kita,” ungkapnya. (h/kcm)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM