Investor Diundang Terbangkan Merpati


Selasa, 10 November 2015 - 19:29:20 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Proses pembayaran gaji masuk program res­truk­turisasi. Pembayaran gaji diambil dari pos anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dititipkan di PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero).

“Nomor 1, kita sele­sai­kan persoalan karyawan. Nah, bentar lagi PMN sudah cair dalam rangka right­sizing,” kata Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pe­ngem­bangan Usaha BU­MN, Aloysius K. Ro usai RUPS PLN di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (10/11).

Aloy menyebut total tung­gakan seperti gaji, tunjangan hingga pesangon kepada pegawai Merpati senilai Rp 1,4 triliun. Ke­menterian BUMN akan me­lakukan negosiasi terkait tunggakan tersebut. Ke­menterian BUMN akan me­nuntaskan tunggakan gaji senilai Rp 300 miliar se­dangkan tunggakan pesa­ngon akan diselesaikan dan dibicarakan dengan calon investor.

“Hak normatif karyawan itu senilai Rp 1,4 triliun kita harus negosiasi. Yang pen­ting gaji terutang kita se­lesaikan kalau pesangon kita bicarakan dengan calon investor,” ujarnya.

Kementerian BUMN, kata Aloy, tidak akan me­nyuntikkan modal ke mas­ka­pai yang pernah berjaya tersebut sehingga Kemen­terian BUMN akan me­ngun­dang investor untuk menerbangkan Merpati. Proses ini dilakukan ketika Kementerian BUMN telah membayar tunggakan gaji kepada karyawan Merpati.

“Kita nggak mau lagi namanya equity injection dan equity swap. Tanggung jawab kita selesaikan per­soalan karyawan,” sebutnya.

Kementerian BUMN mengaku ada 2 investor dari dalam dan luar negeri yang tertarik membiayai pener­bangan baru Merpati. Na­mun proses penawaran baru dibuka mulai triwulan I-2016.

“Kita undang investor mulai Q1 tahun 2016, kita udang investor baru,” se­butnya.

Investor tersebut, kata Aloy, akan mengurus ber­bagai izin seperti Air Ope­rator Certificate (AOC) hingga izin rute yang telah hangus termasuk men­datangkan pesawat.

Peran investor akan le­bih besar dalam kepe­mili­kan dan operasional Mer­pati karena prioritas Ke­menterian BUMN, lanjut Aloy, ialah membuat Mer­pati kembali terbang meski­pun melakukan privatisasi dan kemepemilian BUMN menjadi minoritas.

“Mereka lihat nama Mer­pati. Kita nggak ingat investasi. Kita nggak ma­yoritas, nggak masalah kare­na yang penting Merpati hidup kembali,” ujarnya. (dtf)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM