Pengangguran di Sumbar Meningkat


Ahad, 08 November 2015 - 19:59:55 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Ekonomi yang me­le­mah jelas berpengaruh, sela­in itu Sumbar juga menjadi penyuplai tenaga kerja di Sumatera,” terang Kepala BPS Sumbar Yomin Tofri di Padang, Jumat (6/11).

Menurutnya, per­tum­buhan penduduk di Sumbar cukup tinggi terlihat dari angka fertilitinya. Dan ma­yoritas masyarakat bekerja di provinsi tetangga Sum­bar.

Sehingga jika terjadi pengurangan tenaga kerja di sejumlah provinsi, maka mereka yang menganggur akan kembali ke Sumbar.

Data dari BPS Sumbar men­jelaskan, selama Agus­tus 2014- Agustus 2015 jumlah penduduk yang be­ker­ja mengalami penu­ru­nan, sebagian besar pada sektor jasa kemasyarakatan sebanyak 42,97 ribu orang (10,26 persen) dan sector pertambangan, gas, listrik dan air sebesar 8,80 ribu orang (18,56 persen) se­dangkan sektor industri sebanyak 3,41 ribu orang (2,28 persen).

IndustriLokal

Ketua Konfederasi Seri­kat Pekerja Seluruh Indo­nesia (K-SPSI) Sumbar, Arsukman Edi menyam­paikan, salah satu cara meng­­­hadapi ting­ginyaangka pe­ngangguran adalah mem­fokuskan pada program yang sesuai de­ngan karakter masyarakat.

“Karakter masyarakat Sumbar ini berbeda dengan karakternya dengan yang lain, maka ini perlu per­hatian khusus pemerintah dalam mencarikan lapa­ngan pe­kerjaan. Salah satu­nya de­ngan memak­si­mal­kan Balai Latihan Kerja (BLK),” te­rangnya.

Ia menambahkan, sela­ma ini Sumbar sebagai peng­hasil CPO dari kelapa sawit. Jika pemerintah daerah bisa berkomitmen mendirikan pabrik pengolahan minyak mentah.Maka pabrik ter­sebut dapat menyerap ri­buan pekerja.

“Selama ini minyak men­tah ataupun CPO ha­sil sumbar, hanya bisa di eks­por agar bisa diolah menjadi minyak jadi, mentega. Su­dah saatnya daerah punya industri pengolahan,” ujar­nya.

Edi juga menyam­pai­kan, cara lain dalam mene­kanangkan pengangguran yakni pemerintah lebih ak­tif membina masyarakat untuk berwirausaha atau membuka usaha sendiri. Sumbar sebagai salah satu daerah yang memiliki ra­gam pariwisata, berpeluang menghasilkan kerajinan tangan.

“Upaya-upayai ni sebe­narnya bisa diprogramkan. Dengan binaan dari peme­rintah, mereka mampu mem­buka lapangan usaha souvenir yang sudah pasti menjanjikan. Tentu dia­rahkan dengan bantuan mo­dal melalui peme­rin­tah,” terangnya.

Terus meningkatnya ang­­ka pengangguran, menu­rut Edi diakibatkan oleh berakhirnya masa pen­didi­kan pada bulan-bulan terse­but. Banyaknya wisudawan pada pertengahan tahun menyebabkan angka pe­ngangguran bertambah.

“Seperti yang dike­ta­hui, di bulanAgustus, Sep­tem­ber, Oktoberdan No­vember banyak mahasiswa yang diwisuda. Tapi me­reka be­lum mendapat pe­kerjaan dan ini bisa dika­takan pe­ngangguran,” pa­par Arsuk­man Edi. h/rvo)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 25 Oktober 2015 - 18:48:29 WIB

    Badan Usaha Milik Nagari Kurangi Pengangguran

    PADANG, HALUAN — Sa­lah satu upaya mengurangi angka pengangguran, khu­susnya yang berasal dari tamatan sarjana, adalah de­ngan memberdayakan po­tensi yang ada di daerah masing-masing.

    Hal tersebut disam­pa­.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM