Bukittinggi Dikepung Banjir


Jumat, 06 November 2015 - 19:48:01 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Untuk RT 1 RW I Kelu­rahan Pulai Anak Aia, ada sekitar 125 Kepala Kelua­rga (KK) yang tinggal di kawasan tersebut, sementara di kawasan RT 7 RW 1 Kelurahan Cimpago Ipuh terdapat 70 KK yang ber­mukim di kawasan itu.

Menurut keterangan Su­si (39) salah seorang warga Pulai Anak Aia, genangan air itu mulai memasuki rumahnya sekitar pukul 14.30 WIB. Hujan lebat tanpa henti yang mulai meng­guyur Bukittinggi sekitar pukul 12.55 WIB membuat genangan air itu cepat meninggi, dan pun­caknya sekitar pukul 15.00 WIB, ketinggian banjir tersebut telah mencapai dada orang dewasa.

“Dalam dua minggu terakhir, ini banjir ketiga yang kami alami. Pertama saat malam Minggu lalu, setelah itu pada hari Rabu, dan terakhir hari Jumat ini. Tapi banjir kali ini lebih parah dari yang sebelumnya,” ujar Susi.

Susi mengatakan, semua pera­latan elektronik miliknya telah diselamatkan ke lantai dua. Ha­nya saja, seluruh pakaian yang ada dalam lemari tidak sempat dise­la­mat­kan, karena banjir juga ikut merendam lemari pakaiannya.

“Air cepat sekali tingginya, sehingga tidak sempat kami menyelamatkan pakaian. Kami sudah menutup rumah, agar semua barang yang ada dalam rumah tidak hanyut dibawa arus, karena arusnya sangat deras sekali,” ucap Susi.

Susi mengaku telah tinggal selama 30 tahun di kawasan itu. Menurutnya, selama 30 tahun itu, rumahnya sudah tiga kali me­ngalami kebanjiran terparah se­tinggi dada orang dewasa. “Ka­lau banjirnya setinggi tumit atau betis, itu sudah tak terhitung. Sudah sering kami alami,” lanjut Susi.

Sementara itu, banjir yang melanda kawasan ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bukit­tinggi mengerahkan satu unit perahu karet untuk mengeva­kuasi warga. Evakuasi ini diprio­ritaskan bagi bayi dan anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia) dan ibu-ibu.

Meski demikan, tak sedikit kalangan ibu-ibu enggan untuk dievakuasi dan lebih memilih mendekam di rumah mereka ma­sing-masing, meski rumahnya digenangi banjir. Mereka ber­alasan, dengan menjaga rumah, maka mereka bisa mengontrol isi rumah serta barang berharga mereka, serta bisa mengawasi jika ada binatang melata yang masuk rumah.

Sementara untuk pria dewasa lebih tampak sibuk membantu petugas BPBD untuk meng­eva­kuasi warga. Sebagian lagi pria dewasa tampak sibuk member­sihkan sampah-sampah yang terbawa arus, serta tetap berupaya menyelamatkan barang-barang berharga mereka.

Sebenarnya, kawasan RT 1 RW I Kelurahan Pulai Anak Aia dan kawasan RT 7 RW 1 Kelu­rahan Cimpago Ipuh saling berse­belahan, sehingga tidak menyu­litkan petugas untuk menyisir korban yang masih terjebak dalam rumah. Hanya saja, deras­nya arus membuat petugas harus bekerja lebih keras lagi untuk mengontrol perahu karet yang dibawa.

Suyerman, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bukittinggi menyebutkan, hujan lebat yang mengguyur Kota Bukittinggi dari siang hingga sore telah membuat sejumlah kawasan di Kota Bukit­tinggi digenangi air.

“Ada enam titik banjir yang merendam tempat ibadah dan rumah warga di Kota Bukittinggi, diantaranya di kawasan Simpang Tarok, Pakan Kurai, Gurun Pan­jang, Jalan Melati Simpang Sta­siun, Jangkak, serta kawasan Pulai Anak Aia dan Cimpago Ipuh ini. Yang terparah memang dialami Pulai Anak Aia yang bersebelahan dengan Kelurahan Cimpago Ipuh samping Ma­polsek Bukittinggi,” ujar Su­yerman.

Menyikapi permasalahan banjir yang terus melanda Kota Bukittinggi, khususnya di ka­wasan Pulai Anak Aia dan Kelurahan Cimpago Ipuh ini, Ketua DPRD Bukittinggi Benny Yusrial ketika meninjau lokasi banjir mengatakan, pihaknya telah mendesak petugas PU untuk turun tangan menyelidiki penyebab utama banjir tersebut.

“Kami telah berkomunikasi dengan masyarakat, telah meng­himpun informasi dan telah menerima aduan jika ada bangu­nan yang menghambat aliran air. Tapi kami belum bisa mengklaim itu penyebabnya, karena harus diselidiki terlebih dahulu. Kami sudah meminta PU untuk me­nyelidiki itu,” ujar Benny.

Menurut Benny Yusrial, DPRD Bukittinggi nantinya tidak akan mentolerir siapa saja yang telah membuat aliran air tidak lancar, karena menurutnya, ulah orang itu telah membuat dampak yang lebih besar bagi ratusan warga di kawasan Pulai Anak Aia. (h/wan)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM