BPOM Temukan 977 Jenis Kosmetik Ilegal


Jumat, 06 November 2015 - 19:34:21 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Operasi ini digelar se­telah memperhatikan Pre­siden pada rapat terbatas 12 Oktober bahwa produk ile­gal diantaranya kosmetik dan obat meresahkan ma­sya­­rakat,” ucap Roy Spar­ringa di Ruang Rapat Pim­pinan Badan POM, saat konferensi pers pada Jumat (6/11/2015).

“Yang paling penting bukan nominal Rp20 miliar tersebut. Tapi keamanan konsumen yang bisa saja tanpa sepengatuan meng­guna­kan barang tersebut,” tambah Roy.

Selama ini target operasi pemberantasan kosmetik ile­gal dilakukan di tingkat hilir. Tapi pada operasi ini yang disasar adalah distri­butor, importir dan produsen.

Dari operasi di tujuh kota tersebut, Jakarta men­jadi fokus utama. “Umum­nya peredaran kosmetik palsu banyak diperoleh di Pasar Asemka, Jakarta. Ma­ka dari itu Kepala BPOM Jakarta ikut operasi ke Ase­m­ka,” ucap Roy.

Total nominal temuan kosmetik ilegal dan me­ngan­dung bahan berbahaya di Asemka mencapai Rp 13,5 miliar. Produk kos­metik di Pasar Asemka ini menyebar ke berbagai daerah.

Menurut Roy, BPOM sering mendapatkan penga­duan dari masyarakat kalau di Asemka banyak dijual kosmetik ilegal. BPOM menelusuri bahwa salah satu sumber penyuplai di Pasar Asemka berasal dari Tangerang.

“Ada sabun muka (pe­mutih) yang notifnya dari luar negeri. Tapi ternyata di­pro­duksi di Tangerang. Produk ini dibuat seolah-olah legal,” papar Roy. Se­lain itu tim operasi juga menemukan sarana (outlet) yang menjual kosmetik ter­sebut dengan daring (online).

“Selain berdampak ne­gatif bagi kesehatan, produk ilegal termasuk kosmetika ilegal dan/atau mengandung zat berbahaya ini juga me­rugikan perekonomian na­sional,” ucap Roy.

Kosmetik ilegal ini juga tercatat ada yang masuk dari luar negeri. Kosmetik ilegal ini juga ada yang berasal dari Tiongkok, Malaysia, Fili­pina dan beberapa negara lainnya.

Pelaku pelanggaran da­pat dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan yang ber­laku. Antara lain UU No. 36 tahun 2009 tentang Ke­se­hatan Pasal 196, 197 dan 198.

Dampak pemakaian ko­s­metik ilegal sangat ber­bahaya. Kandungan merkuri misalnua, dapat men­yebab­kan kanker, diare, muntah-muntah dan kerusakan ginjal.

Sedangkan hidrokinon dapat menyebabkan hi­per­pigmentasi pada area yang terkena matahari langsung dan dapat menimbulkan ochronosis (kulit berwarna kehitaman).

Asam retinoat dapat me­n­ye­babkan kulit kering, rasa terbakar dan bagi ibu hamil zat teratogeniknya dapat menyebabkan ke­ca­catan janin.

Operasi terpadu ini juga dimaksudkan agar BPOM dapat mengantisipasi ada­nya korban. Roy Sparringa men­yampaikan, “Pada me­reka yang menggunakan produk ini tentu bisa sakit. Jangan sampai uang yang dipunya habis untuk berobat.”

BPOM memberkan tips sederhana kepada kon­su­men agar terhindar dari obat ataupun makanan yang berbahaya, yaitu cek ke­masan, ijin edar dan ka­daluarsa (KIK).

BPOM akan me­lanjut­kan terus operasi terpadu ini. Ada tujuh operasi lain­nya selain operasi rutin. “BPOM akan memperkuat penga­wasan di pintu masuk juga kepada sarana yang men­jual,” terang Roy. (h/dtc)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM