Bela Negara Bukan untuk Ikut Perang


Ahad, 01 November 2015 - 19:49:01 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Menurut analisanya, kon­­­sep bela negara yang diusung Menhan berbeda konsep wajib militer seperti di ­Korea Selatan atau neg­ara lain. Faroek bahkan meyakini konsep bela ne­gara tidak untuk men­cip­takan ‘bala tentara’ un­tuk perang. “Saya yakin pe­me­ri­ntah melalui program ini tidak akan membuat pa­sukan bala militer yang disiapkan un­tuk perang,” kata Farouk dalam diskusi ‘Pe­muda dan Bela Negara’ di ka­wasan Cikini, Men­teng, Jakarta Pusat, Ming­gu (1/11/2015).

Farouk menyatakan be­gitu, mengingat kondisi po­litik dan demografi di In­donesia berbeda dengan negara lainnya. Misalnya di Korea Selatan. Mak­sudnya, dalam rentang wak­tu 10 sampai 15 tahun ke depan di Indonesia tidak akan ada ancaman bersifat militer.

“Jadi beda dengan Ko­rs­el dan Korea Utara, misa­lnya,” tegas mantan Guber­nur PTIK tersebut. Contoh lain, seperti ko­n­flik dengan negara tetangga yang sempat memanas ter­jadi di Blok Ambalat be­berapa tahun lalu. Wa­lau­pun, saat itu kapal perang Malaysia me­masuki pe­rairan Ambalat dan sudah berhadapan de­ngan  kapal perang In­do­nesia, tetapi tak sampai menimbulkan pe­rang secara militer.

“Prediksinya tidak akan sam­pai segitu (perang), karena hu­bungan kedua negara tidak akan di­kor­bankan,” kata Farouk.

Farouk juga mengambil con­toh konsep bela negara di Jerman, di mana bela negara dilakukan deng­an menjadi pelayan sipil, se­hingga me­reka merasakan bagai­mana pentingnya ne­gara. Di In­donesia, se­ha­rusnya konsep bela negara juga bisa terlihat di Lem­baga Perta­hanan Na­sional, ketika pelatihan di lem­baga itu selama sepekan, peserta akan paham terkait bela negara maupun nasio­na­lisme.

Untuk itu, Farouk me­nilai, konsep bela negara bukan lagi menjadi porsi Kementerian Per­tahanan saja. Sebab, yang di­ta­na­mkan adalah rasa cinta tan­ah air, bukan latihan ala militer.  (h/trn)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 13 Agustus 2018 - 13:57:27 WIB

    Belasan Bacaleg di Sawahlunto Gagal Masuk DCT

    Belasan  Bacaleg di Sawahlunto Gagal Masuk  DCT Dari 266 bacaleg yang mendaftar, setelah di verifikasi dan masa perbaikan ada 12 bacaleg yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS). .
  • Ahad, 22 November 2015 - 20:17:04 WIB

    Freeport Pecah Belah Indonesia

    BERAWAL DARI SURAT MENTERI ESDM

    Pihak Freeport Indonesia sukses memecah belah Indonesia. Hu.

  • Rabu, 14 Oktober 2015 - 19:46:43 WIB

    Pemerintah Akan Terapkan Program Bela Negara

    JAKARTA, HALUAN — Menko Polhukam, Luhut Pandjaitan baru sedikit mendapat informasi rencana program Bela Negara dari Kementerian Pertahanan. Penjelasan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacu­du kepada L.

  • Rabu, 08 Juli 2015 - 19:13:15 WIB

    Perlindungan terhadap Pembela HAM Mendesak

    RENTAN DIKRIMINALISASI

    JAKARTA, HALUAN — Po­sisi para pembela hak asasi manusia (human rights de­fender) sangat rentan, mulai dari ancaman terhadap ke­selamatan fisik hingga kon­disi-kondisi .

  • Jumat, 23 Januari 2015 - 19:55:30 WIB

    60 Pengacara Siap Bela Bambang Widjojanto

    JAKARTA, HALUAN — Tim Hu­kum Penyelamat Komisi Pemberan­tasan Korupsi (KPK) siap membela Wakil Pimpinan KPK Bambang Widjojanto yang ditangkap pihak Bareskrim Mabes Polri. Ada 60 pengacara yang siap men.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM